
Di kolam renang rumah belakang.
"Mas aduh stop Azzah nggak bisa berenang Mas Ronald!" seru Azzah
"Ayo tak ajarin sayang," ucap Ronald.
Byur
Ronald menjeburkan Azzah ke kolam renang dan menyusul untuk menggapai Azzah.
BLEBEK BLEBEK
"Mas tolong Azzah," ucap Azzah gelagapan
"Superman come!" seru Ronald
Ronald menarik lengan Azzah otomatis Azzah langsung memeluk Ronald erat.
Di ceruk leher Ronald Azzah menumpukan lengannya.
"Mas kamu ini jahat banget, sih," pukul Azzah di pundak Ronald.
"Hihi ... sayang biar romantis dikit, kali kali aja boleh, next nggak akan, kok," sumpah Ronald mengangkat dua jari
"Bercandanya nggak lucu tau!" seru Azzah.
"Sok mau di bales Neng, Mas Ronald pasrah," ucap Ronald menirukan gaya kampung Azzah.
"Idih," gumam Azzah
"Aku mau naik Mas ih dingin, kamu mau ngajarin gaya apa sih gaya batu dari tadi diam aja," kata Azzah
"Bawel." Ronald mencuri kecupan di bibir Azzah.
"Hem!" gumam Azzah
"Apa?" tanya Ronald kembali mengecup bibir Azzah.
"Ishhh!" desah Azzah
Mmmuach
Azzah segera menutup bibirnya. Ronald langsung merengkuh Azzah yang reflek melepaskan tangan.
"Ceroboh," ucap Ronald.
Kemesraan Azzah dan Ronald di kolam renang di lihat jelas oleh Esme.
"Oh jadi papah kamu lagi asik bercengkrama sama istri mudanya, sayang!" seru Esme mengelus perutnya yang kini berusia delapan bulan.
__ADS_1
"Esme bahaya di sini licin, kembalilah Aku akan menyusul kamu," kata Ronald.
"Aku tunggu lima belas menit," ketus Esme berlalu kesal.
"Sayang Azzah, sampai sini dulu, yah belajarnya nanti kapan - kapan kita belajar lagi," ujar Ronald.
"Pergilah mas, Istri kamu bukan cuma Aku," balas Azzah
Ronald menarik Azzah ke dataran.
"Mandi gih sana, keringkan rambut kamu nanti masuk angin," ucap Ronald.
"Iyah udah sana Mas," jawab Azzah.
Azzah mengguyur tubuhnya pancuran air shower.
"Tubuhku miliknya, hatiku miliknya, tapi kenapa dia bukan hanya milikku?" gumam Azzah.
"Salahkah jika Aku serakah, Aku hanya ingin kami memiliki keluarga kecil bersama," batin Azzah.
🥀🥀🥀
Paginya
Di meja makan
"Zah kamu sakit?" tanya Ronald.
"Nggak Mas, Azzah cuma lagi datang bulan aja," jawab Azzah
"Sepertinya Aku harus lebih sering bermalam dengannya supaya dia cepat hamil," batin Ronald.
"Mas anter kuliah, yah?" tanya Ronald.
"Ronald kamu lupa, yah tadi malam aku bilang apa, kita harus cek up ke Dokter kehamilan ku sudah memasuki trimester terakhir, kamu harus jadi suami siaga Mas," ucap Esme.
"Mas mending kamu anter Mba Esme aja, aku bisa dianter sopir, kok," balas Azzah
"Iya sudah." Ronald sedikit bimbang kali ini
Jika dulu Ronald tidak mempermasalahkan istri pertama dan istri ke dua. Sekarang Ronald di buat merasakan Istri ke tiga, yang telah berhasil memporak porandakan hatinya.
"Besok oke, besok Mas yang anter kamu," tambah Ronald mengelus hijab Azzah.
Azzah tersenyum menatap balik Ronald.
"Abisin makanannya Mas," ucap Esme tak ingin melihat bucin Azzah dan Ronald.
"Syirik aja nih, Mba Esme," gumam Charlotte.
__ADS_1
"Suamiku, Aku berangkat dulu, dah," ucap Charlotte.
"Hati - hati Charlotte," kata Ronald
"Ronald Aku ambil tas dulu," ucap Esme.
"Biar Bibi aja, Bi," panggil Ronald
"Ya Tuan," sahut Bibi
"Tolong ambil tas Esme Bi, ada di mana sayang udah pack, kan?" tanya Ronald
"Udah, di laci bawah tiolet Bi," ucap Esme.
Tak lama Esme menyudahi sarapannya dan masuk ke dalam mobil.
"Buruan jangan kelamaan Ronald," kata Esme.
"Bumil nggak sabaran banget," batin Ronald sabar.
"Kamu beneran nggak mau ikut?" tanya Ronald pada Azzah.
"Mas Azzah kuliah, masa ditinggalin gitu aja, kan nggak mungkin," ucap Azzah sambil membenarkan dasi Ronald.
Ronald mencium Azzah dan dibalas oleh Azzah. Ronald tak bosan mencicipi manisnya bibir Azzah, keduanya saling membalas kecupan.
"Udah ah, sana berangkat Mas," kata Azzah
"Boleh nggak dikit aja sayang sebentar," kata Ronald membuka kancing kemeja Azzah.
"Nggak ada orang sayang sepi," ucap Ronald melihat Azzah celingukan.
"Nggak bisa nggak boleh," tolak Azzah menyilang dada.
Ronald menguncir bibirnya.
"Nanti malem nggak ada jatah, aku merana loh, kamu lagi palang merah." Ronald kecewa memainkan sendok makannya.
"Bayi tua," gumam Azzah
"Buruan cepetan," ucap Azzah padahal Azzah merasa ngilu pada putingnya karena efek haid.
Mendapat lampu hijau Ronald kegirangan. Lima menit Ronald meminum susu langsung dari pabrik susu asli.
"Ronald!" Teriak Esme
"T - tuan!" seru Bibi.
Azzah dan Ronald bak terciduk mesum di pagi hari.
__ADS_1