
Kepala Azzah hampir meledak menerima ocehan istri pertama Ronald yang berkuasa itu. Esme dengan tidak suka selalu berusaha menjatuhkan Azzah, membuat Azzah hengkang dari meja makan dan memilih mendayu di tepi kolam renang .
"Andai aku istri yang beruntung pasti sekarang aku sudah bahagia, bahagia menjalani hari bersama calon anak - anakku kelak." Azzah mengusap perutnya.
"Ya allah berikan Azzah petunjuk, sebagaimana Azzah harus bersikap," gumam Azzah
Serasa hidup di tengah kebekuan dingin salju, menggigil, angin yang menerpa membuat Azzah terombang mengukuhkan diri. Lalu dengan siapa Azzah harus mengutarakan isi hatinya. Hanya Allah tempat Azzah mencurahkan diri, menyerahkan kepada segala baik sangka NYA.
Semakin Azzah membayangkan apa yang akan terjadi kedepannya, semakin Azzah tak kuasa. Kemarin dengan menerima tindakan yang hampir dilecehkan oleh penjaga keamanan rumah Ronald. Sudah mampu membuat Azzah trauma, apa motifnya pun bahkan Azzah tidak mengerti jelas. Azzah yang mereka kenal gadis tangguh terlihat pandai menyembunyikan lara dalam setiap senyum surgawinya. Dia hanya berusaha menutupi kelemahannya dan berpura pura kuat dan tegar.
Azzah adalah Gadis yang paling tidak suka cari masalah, cinta damai. Sangking kalemnya Azzah bahkan tidak pernah terlibat cek cok dengan orang manapun selama ini. Tapi semua berubah saat Ia menjadi istri Ronald. Azzah yang polos dan keluarganya yang berhati murni ternyata telah mendapatkan satu kebohongan besar. Dimana ternyata Azzah bukan lah satu - satunya.
Azzah hanya wanita ketiga di antara dua wanita Ronald lainnya. Bagai empedu menggerogoti hati, racun yang menyebar membuat Azzah lumpuh jiwa, mental Azzah seperti dihantam deburan ombak dengan tekanan air yang super dahsyat. Hingga meluluhlantahkan yang ada di dekatnya.
Bak hati Azzah yang sudah tak berbentuk, kekecewaan amat mendalam hingga terpaksa memendamnya sendiri. Azzah tak ingin keluarganya kepikiran. Bisa saja Umi dan Abah drop karena satu berita tersebut.
Tak lagi sama, Azzah kini menjalani kepahitan dalam rumah tangganya, Esme menindas Azzah secara kata maupun respon tubuh. Dan kebaikan Charlotte yang asli tulus atau kamuflase. Isi hati orang mana ada yang tau pasti. Entah karma apa yang sedang Azzah jalani.
__ADS_1
"Bukankah Abah selalu ingin membahagiakan ku, Umi meski Azzah berusaha sekuat baja, tapi hati Azzah remuk Umi, gadis mana yang sanggup menerima kenyataan seperti ini, dibohongi, begitu bodohnya keluarganya diperdaya," merintih Azzah
"Azzah ingin pergi dari rumah ini Umi, Azzah ingin jauh dari Ronald, dia bukan suami yang baik Umi. Semuanya palsu ... " ucap Azzah lirih.
"Jika harus mati terpendam pendam lah dalam tanah dengan tenang ya allah, jangan engkau berikan Aku kehidupan dengan penuh cercaan tangis dan air mata. Sesungguhnya bakti Ku kepada suami, atas ridho Mu, maka berilah Aku kekuatan lebih untuk menghadapinya," ujar Azzah di sela tangis.
🥀🥀🥀
.
Azzah mengusap air mata. Setelah mendengar derap kaki mendekati kolam.
Azzah bergeming.
"Kamu bisu, tuli, atau - " terhenti
Azzah berdiri, berhadapan sejajar dengan Esme.
__ADS_1
"Sebenarnya Mbak, mau bilang apa?" tanya Azzah.
"Lakukan kerjaan seperti biasa tunggu apalagi, kamu nggak lihat rumah belum di sapu," cibir Esme
"Hubungan sama Azzah apa, mulai sekarang kita bagi tugas Mbak, maaf istri mas Ronald bukan cuma Azzah!" teka Azzah beranjak meninggalkan Esme yang mematut geram.
"Baiklah Azzah abibah seberapa kuat kamu, sepintar apa bersaing denganku. Kamu tidak akan tahu kelicikan lawan, jika hanya mengandalkan rasa kasihan semuanya goyah," gumam Esme menyeringai.
"Meletakan posisi pengganggu pada tempatnya, hanya ada hal yang menyedihkan yang akan kamu kenang di rumah ini, kebahagiaan jangan mimpi!" seru Esme.
Di dalam kamar.
Charlotte merasakan mual yang luar biasa, beberapa kali sudah Ia bolak balik ke kamar mandi.
"Haduh, Aku lemas sekali, wuek!" Charlotte kembali memuntahkan isi perutnya.
"Ada apa denganku," heran Charlotte menatap cermin gelisah.
__ADS_1
Hayoo tebak ... Charlotte kenapa?
Vote yah biar karya Author ini bisa berhasil. Seikhlasnya saja. Salam manis 🥰🥰🥰