Istri Ke Tiga Tuan

Istri Ke Tiga Tuan
Bab 36 - Deal


__ADS_3

"Zah yang di depan itu rumah gedongan siapa punya, masih lingkup sini kayaknya." Umi Azzah penasaran.


"Oh itu Umi, iya besok Azzah ajak Umi ke sana, sekarang Umi bersihin badan dulu abis dari perjalanan, cuci muka ganti baju terus temenin Azzah bobo. Azzah rindu di peluk Umi sambil di gosok gosok perutnya," rengek Azzah.


"Udah nikah masih inget aja kamu," sindir Umi Fatma


Tak lama Umi Fatma keluar dari kamar mandi dengan sudah mengganti bajunya.


Di ranjang yang sama bersama Azzah.


Umi Fatma banyak membicarakan kampung desanya. Azzah tertawa melihat Uminya kocak ketika sudah bersamanya.


"Zah, kamu menyembunyikan sesuatu," batin Umi.


"Umi kalau mau tidur duluan aja, Azzah mau ngopi dulu," kata Azzah berusaha enjoy, padahal pikirannya bercabang dua.


Melihat Uminya menatap Azzah lama, Azzah malah takut Uminya menanyakan macam - macam.


"Kamu bilang tadi rindu gosokan Umi, kok malah jadi pengen ngopi malem malem?" selidik Umi


"Umi Azzah besok masuk kuliah jam siang,"


"Kamu ke perguruan tinggi, Nak?" tanya Umi sumringah.


"Iya Umi Mas Ronald yang membiayai Azzah,"


"Dia suami yang baik," tandas Umi


Azzah tersenyum.

__ADS_1


"Azzah kalau ada sesuatu yang mengganjal di hati kamu, ungkapkan saja Umi siap mendengarnya," ucap Umi


Naluri seorang Ibu dan Anak yang terikat ikatan darah adalah sesuatu yang tidak bisa pungkiri. Umi Fatma merasakan pandangan mata Azzah tidak berani menatap dirinya lama - lama.


"Segala sesuatu yang di pendam itu tidak baik," ucap Umi


Azzah kembali tersenyum.


Di dapur


Azzah dudu di bar stool


"Ya allah," lenguh Azzah


"Mas Ronald," mengingat situasi sekarang Azzah semakin pusing tujuh keliling.


Azzah memilih ke luar menuju Rumah utama.


"Ada yang ingin Aku bicarakan Mba," kata Azzah mendapat sambutan dari Charlotte, yang masih di ruang tengah menonton serial favoritnya.


"Ada apa Zah, oh ya kata Satpam ada tamu seorang ibu, apa Umi kamu ke sini, yah?" tanya Charlotte masih tetap menatap televisi.


"Iyah, Mbak dan itu masalahnya!"


"Masalah, bukannya seharusnya kamu senang Ibu kamu ke sini," celetuk Charlotte.


"Mba Azzah memang senang Umi menjenguk Azzah, tapi tidak tenang status Azzah tidak mungkin memberikan fakta pada Umi, Umi bisa Shock Mba," ujar Azzah


"Trus maunya gimana, Aku jadi ikut mupeng, semua ini karena ulah Suamiku itu." Charlotte mengeluh.

__ADS_1


"Mba tolong rahasiakan semua ini dari Umi, Mba Esme dan Mba harus tetap pada kebohongan sebelumnya. Aku tidak mau di tarik pulang sama Abah," kata Azzah


"Aku juga tidak mungkin membuat malu keluarga Mba, apa lagi di kampung nanti bagaimana reaksi orang desa membicarakan aku. Bukan saja mendapat cibiran, seakan aku yang membuang kotoran ke wajah orang tua ku sendiri. Aku tidak mau itu terjadi, biar lah semuanya seperti kebohongan kalian," ujar Azzah.


"Besok kita bicarakan lagi besok Azzah. Aku akan menghubungi Suamiku malam ini," ucap Charlotte.


"Jangan Mba, Mas Ronald pasti akan terganggu fokus kerjanya. Dia akan mengkhawatirkan Aku di sini," ungkap Azzah


"Tapi bagaimanapun Ronald yang sudah memulainya, tenang saja kali ini Aku bantu sudah sana kembali Azzah, jangan menambah gelagat aneh di depan Umi mu itu," tekan Charlotte.


"Aku mohon dengan sangat Mba, Aku tidak menyesali pernikahan ini, mungkin ini cara Allah mempertemukan aku dengan Mas Ronald," terang Azzah.


"Aku sudah mencintai Mas Ronald Mba, aku tidak tahu kapan perasaan ini tumbuh begitu saja, Maafkan aku tidak bisa menyangkalnya," batin Azzah.


Sementara di bandung


Ronald bertemu dengan Seseorang yang sudah lama tak saling bertukar kabar.


Cafe Berlian.


"Ronald, kan?"


"Siapa!" seru Ronald menepis tangan halus itu.


"Aku Diva," ungkapnya


"Diva siapa, yah?" Ronald berpura tidak mengenalnya.


"Udah lupa, ya ampun," sedih DiVa

__ADS_1


"Apa dia benar - benar melupakan Ku," batin Diva.


__ADS_2