Istri Ke Tiga Tuan

Istri Ke Tiga Tuan
Bab 21 - Coba Lagi


__ADS_3

"Shitt!" umpat Ronald.


"Siapa yang menganggu saat seperti ini," gerutu Ronald


"Mas, bisa kamu ke samping dulu, berat," ucap Azzah


"Iya sayang." Ronald mengecup kening Azzah


"Aku buka pintunya dulu sebentar, yah," kata Ronald.


"Bi, ini sudah malam, tidak tahu caranya menghormati majikan, menganggu saja!" seru Ronald


"Maaf, Tuan tadi saya lihat Nyonya Charlotte merintih kesakitan saat masuk ke kamar," tuturnya.


Tanpa ba bi bu. Ronald langsung menuju kamar sebelah.


"Charlotte, buka pintunya sayang." Ronald Khawatir.


CEKLEK


"Kamu baik - baik saja?" tanya Ronald


Charlotte melihat rambut Ronald yang sedikit berantakan dan kancing bajunya yang tidak beraturan.

__ADS_1


"Kamu habis ngapain Suamiku?" tanya Charlotte.


"Gimana kandungan kamu, sayang?" tanya Ronald mengalihkan pembicaraan.


"Dia anteng, kok Suamiku, tapi tadi sempet kram, karena mungkin seharian Aku cuma di tempat tidur," menguncir bibir.


"Kamu mau jalan - jalan, besok kita jalan jalan ke mall, oke?" tawar Ronald


"Boleh, Suamiku, boleh banget asik!" seru Charlotte.


Di dalam kamar Azzah merapihkan kembali ranjang yang sempat berantakan karena ulah Ronald.


"Hufft," hela Azzah.


"Malam ini Mas tidur sama Charlotte dulu, yah kasihan dia lagi hamil," kata Ronald


"Lihat, kan Mas bingung, baru satu hamil aja mas udah bingung apalagi tiga - tiganya hamil. Azzah nggak bisa bayangin," ujar Azzah.


"Mas sebenernya Azzah, bukannya nggak mau, apalagi nolak suami, tapi Azzah cuma kasih saran saja, sebaiknya Azzah tinggal terpisah dengan kalian, karena sebaik baiknya Suami yang berpoligami, alangkah lebih baiknya mereka memisahkan kediamannya atas istri satu dengan yang lainnya," ujar Azzah


"Kamu keberatan tinggal di sini, apa yang membuat kamu tidak nyaman?" tanya Ronald.


"Yang jelas saran Azzah gitu aja, balik lagi sama Mas Ronald," sahut Azzah

__ADS_1


"Di pekarangan belakang masih luas, nanti Mas bangun satu rumah untuk kamu, tapi untuk keluar dari pengawasanku, Mas tidak bisa, bagaimana pun Mas tidak akan mengizinkan tinggal di luaran," ujar Ronald.


"Terserah Mas Ronald, saja"


🍁🍁🍁


"Sebagai Istri Aku hanya menjaga hati dan meluruskan kewajiban seorang suami menghargai perasaan istri - istrinya Mas," batin Azzah


"Apa dia ingin tidak nyaman di dekatku, kehamilan Charlotte otomatis Aku akan lebih banyak menjaga Charlotte, apa dia tidak rindu saat berjauhan dengan ku," ujar Ronald.


"Untuk Esme, Apa benar selama ini aku kurang peka, hingga tak tahu perasaan istri - istriku sendiri?" tanya Ronald di dalam hati.


"Tapi bukankah materi yang aku berikan lebih dari cukup, Aku menafkahi mereka, memberikan fasilitas, kewajiban sebagai suami sudah aku penuhi, atau mungkin ini hanya siasat Azzah agar tidak ingin aku jamah," pikir Ronald.


"Wanita itu memang berbeda, sejak pertama aku melihatnya, sampai sekarang dia begitu penuh kejutan, tubuhnya bahkan sangat indah." Ronald membayangkan aset - aset berharga milik Azzah semalam.


Hanya dengan membayangkannya membuat Ronald ingin mencicipi, buah manis milik Azzah.


"Azzah kamu pikir, bisa lari dari Ronald, apa yang sudah menjadi milikku, tetap akan menjadi milikku selamanya!" gumam Ronald menekan.


"Aku mulai sering memikirkannya, apa aku mulai mencintainya," geleng Ronald.


Tujuan sebenarnya Ronald, adalah hal yang tidak akan pernah Azzah duga. Ronald hanya baik semata karena ada hal yang harus ia capai. Tapi tak menutup kemungkinan Ronald jatuh dalam lubang yang Ia gali sendiri.

__ADS_1


Meskipun Ronald berniat lain, Namun Ronald ingin nantinya, jika Azzah mencintainya atau sebaliknya. Ronald akan lebih dulu memaparkan fakta yang sebenarnya. Dan jika memang berjodoh Ronald akan mempertahankan Azzah, memupuk cinta diantaranya. Tetapi jika sampai tujuannya tercapai, Ronald tak melihat ketulusan cinta di mata Azzah. Ronald sendiri yang akan bertindak.


__ADS_2