
Azzah dan Ronald pulang ke rumah dengan raut kegembiraan di antara ke duanya. Azzah dan Ronald lagi hangat - hangatnya memadu kasih. Tapi mereka tentu tidak lupa dengan pesanan Esme.
"Makasih kamu uda ngingetin Mas, nggak tay kalau nggak bawain ini pasti Esme ngamuk," kata Ronald membawa bungkusan mika durian medan siap kupas.
"Ronald," panggil Esme berjalan seperti pinguin karena perutnya yang mulai membesar.
"Iya sayang, kamu sehat, kan Esme?" tanya Ronald.
"Sehat,"
"Hm ... bau durian menyengat sekali," pekik Charlotte.
"Mana sini," pinta Esme
Azzah lalu memberikannya.
"Duriannya manis Ronald, montok dagingnya banyak," puji Esme.
"Jangan kebanyakan Esme, ingat!" seru Ronald
"Iyah, jangan bawel," ucap Esme
"Makasih dong," rayu Ronald
Esme mengecup bibir Ronald di depan Azzah. Azzah memalingkan wajahnya, rasanya sakit ketika melihat Ronald membagi cintanya dengan Esme.
"Iya manis," kata Ronald karena bersentuhan langsung dengan bibir Esme.
"Mas Aku ke rumah belakang, yah," pamit Azzah
"Iya makasih Zah," kata Ronald.
"Sama - sama Mas," balas Azzah.
__ADS_1
"Aku lihat ada kemajuan di hubungan kalian, sudah baikan?" tanya Charlotte.
Ronald mengangguk.
"Kemarin kemana kalian asik berduaan, kan?" tanya Esme.
"Iyah Azzah juga Istri ku Esme," bela Ronald
"Aku tahu tapi kamu jangan lupa, ada dia disini, dia butuh kamu Ronald," ujar Esme mengelus perut buncitnya.
"Iya Ronald bagaimanapun Mba Esme lebih membutuhkan Mu," ungkap Charlotte.
"Kalian tenang saja." Ronald beranjak.
"Mas udah makan, cici ini dulu lah," kata Esme
"Iya sayang." Ronald memutuskan berbalik dan meladeni Esme meskipun harus mengesampingkan rasa letih.
Esme tertidur di pangkuan Ronald.
Entah kenapa bayangan Azzah mengandung anaknya justru hadir di benak Ronald.
"Aku ingin dia hamil, Aku bangga ketika anakku memiliki ibu dan lahir dari rahimnya. Dia gadis yang mengesankan," gumam Ronald tiba - tiba tersenyum mengingat Azzah mampu belajar menuruti permintaan bercinta Ronald.
Ronald mengangkat Esme dan menidurkannya di ranjang.
"Tidurlah Esme, baik baik anak Papah," kata Ronald sebelum menutup pintu kembali.
🥀🥀🥀
Di kamar Azzah mendengar ketukan pintu dari luar.
"Azzah sayang,"
__ADS_1
"Mas ngapain kamu di sini,"
"Mas kangen Azzah," desah Ronald
"Seharian, kan udah sama Azzah, nanti yang lagi cemburu Mas," kata Azzah
"Sayang kamu emang nggak pengen deket Mas trus?" kata Ronald mengiba.
Azzah memeluk dan menuntun Ronald ke sofa.
"Duduk Mas, Azzah bikinin kopi biar Mas seger," kata Azzah
Azzah membawa satu cangkir kopi dan satu cangkir teh untuknya.
"Zah kamu istri idaman, Kamu lebih luwes merawat suami," cubit Ronald jail
"Mas badan Azzah pada pegel, nih" kata Azzah berharap di pijat Ronald.
"Mana yang pegel sayang," Kata Ronald
"Ini ... ini ... ini pasti pegel banget, kan hhi." Ronald menunjuk semua bagian aset Azzah tak terkecuali bagian terenak nya. Ronald menyentuhnya membuat Azzah ngilu.
"Mas libur dulu, Azzah masih mau istirahat," ucap Azzah
"Iya Azzah Istriku, Mas nggak akan maksa kamu, tapi Mas beneran masih kangen, Mas pengen bobo sama Kamu." Ronald memelas.
"Sini bayi tua," ledek Azzah menepuk pahanya.
Ronald berbaring sambil terus menatap Azzah. Istri yang barusan menggapai kenikmatan bersamanya.
"Jangan melongo, makan!" seru Azzah menjejali Ronald dengan sobekan Roti tawar.
"Egh empuknya, kaya punya kamu!" sindir Ronald.
__ADS_1
"Punya Mas Ronald, tuh Rudal balistik!"seru Azzah kesal karena punyanya memang perih dan sulit berjalan.
Ronald tertawa terbahak - bahak, sambil terus mengecup tangan Azzah.