
Aku madu juga empedu
Asupan bagi Si kumbang
Tapi duri bagi melati dan mawar
Pahitnya terpecahkan
Terbuang di halaman
Layu
Aku tak bahagia
Di kaca perhiasan Aku ratu dalam impian
Siapapun tolong
Sirami dengan kasih
Basahi dengan cinta
Bimbing serta dalam suka
Di malam yang berbintang
Aku sendirian
Bulan yang bersinar terang
Aku kesepian.
☘️☘️☘️
"Dimana Mas Ronald," batin Azzah
Azzah membela waktu untuk mencari Ronald, sakit yang Ia dapati. Azzah melihat Ronald sedang bercumbu dengan Esme.
"Apa mereka tidak bisa melakukannya di kamar, kenapa harus di ruangan terbuka seperti ini," gumam Azzah.
__ADS_1
Azzah memergoki Ronald dan Esme bercengkrama, saling menyahut satu sama lain. Menikmati gairah cinta mereka.
Azzah mengurungkan niatnya dan menjauh dari sana.
"Sudah Esme," kata Ronald melepas ciuman
"Kamu sengaja memanas manasi Azzah, kan?" tanya Ronald
"Azzah memang dia melihat kita, bagus dong kalau gitu," balas Esme melepas rangkulan dari pundak Ronald.
"Aku itu lagi hamil, mereka mau nya sama deket sama Ayahnya," alasan Esme.
Di tempat lain
"Charlotte bagaimana kabarmu?" tanya Dr. Badar
"Aku sehat, baik, Dok," jawab Charlotte.
"Oh ya, Istri Ronald yang ke tiga itu ... "
"Azzah, Dok?"
"Kalau soal Azzah mending tanya orangnya langsung, nih tak kasih nomernya, Dok," ujar Charlotte.
"Tapi jangan main api, ingat persahabatan Dokter sama Suamiku," balas Charlotte.
"Eh iyah, Saya cuma mau berteman saja, silaturahmi," balas Badar.
"Kapan - kapan main ke rumah Dok, kita bakar - bakaran lagi kaya dulu," seloroh Charlotte.
"Nanti kalau senggang bisalah dipikirkan rencananya," jawab Badar.
Di sela jam makan malam
"Mas Aku ketemu Dr. badar tadi, gimana kalau kita atur jadwal barberque kaya tahun lalu?" tanya Charlotte.
"Boleh, tuh mas ide Charlotte, kita udah lama nggak kumpul bareng," tambah Esme.
"Minggu ini, nanti Aku tanya jadwal Dr. Badar," kata Ronald
__ADS_1
"Aku, kan lagi hamil Ronald, nggak boleh healing jauh jauh, lumayan buat hiburan," ujar Esme.
"Iya sayang," balasnya pada Esme.
Ronald memasuki rumah Azzah.
"Azzah kenapa pintunya nggak dikunci, sih" gerutu Ronald
Jam menunjukan pukul sembilan malam, tapi Azzah belum mengunci pintu rumah belakang. Ronald menuju ke kamar Azzah.
"Ya ampun, Azzah kamu ketiduran," gumam Ronald.
Ronald menyelimuti Azzah. Ia duduk di samping Azzah yang tengah mendengkur halus.
"Tumben kamu bobok sambil ngorok, Zah," batin Ronald.
Azzah terlelap sambil memeluk perut Ronald. Azzah tak sadar sadar kepalanya berada di pangkuan Ronald, sesekali menyenggol benda keramat Ronald.
"Ergh," erang Ronald menjauhkan Azzah.
"Gadis lugu kau akan menyesalinya ketika aku lepas kendali, berhentilah memancingku," bisik Ronald di telinga Azzah.
"Pergi lah Kau setan!" seru Azzah
"Jangan ganggu!" tambah Azzah lagi
Di dalam mimpi Azzah sedang tersesat dalam hutan dan di ganggu oleh setan penghuni alas.
Bak kapok di tampar Azzah Ronald memilih pergi.
"Apa aku tidak salah menikahi Azzah, tapi mana mungkin aku jatuh hati padanya, lihat dia tidak ada manis - manisnya ketika tidur, berantakan!" gumam Ronald.
Ketika akan berlari ke rumah utama gerimis dan angin menghadang Ronald. Akhirnya Ia memilih masuk lagi ke rumah Azzah. Ronald tidur di ruang tamu, beralaskan sofa empuk Ronald tidur dengan posisi terlentang.
Hingga suara petir mengagetkan Ronald. Azzah terbangun dan berteriak, membuat Ronald langsung lari menuju kamar Azzah.
"Azzah," panggil Ronald
"Aku takut," gumam Azzah.
__ADS_1