Istri Ke Tiga Tuan

Istri Ke Tiga Tuan
Bab 33 - Bahagia


__ADS_3

Mencintaimu seumur hidup Ku


Selamanya


Setia menanti


Walau di hati saja Seluruh hidup Ku


Selamanya


Kau tetap milik Ku


Dinner romantis Ronald dan Azzah diiringi lagu tersebut.


"Gimana kamu suka nggak?" tanya Ronald


"Suka Mas, makasih, yah." Azzah memeluk Ronald dari samping lengan kanan.


"Kamu kalau makan jangan belepotan," ucap Ronald membersihkan selai coklat di bibir Azzah.


Ronald mengusapnya dengan lembut, dengan jahil Ronald mencuri satu kecupan di ujung bibir Azzah.


"Mas Ronald," Pekik Azzah


"Iya Azzah Ku." Ronald menjawab dengan nada panjang dibuat - buat.


"Mas Aku bahagia, nggak nyangka kamu menyiapkan semua ini untuk Ku," ucap Azzah.


"Kalau gitu mana senyumnya, sayang," ujar Ronald.


Azzah tersenyum manis di depan Ronald.


"Manis nya gula Ku," batin Ronald


"Habis ini kita menginap kita di hotel. Mas nggak mau ada yang ganggu," gumam Ronald sesekali menyantap tenderloin.


"Kenapa harus di luar Mas?" tanya Azzah


"Biar kamu bisa berteriak sepuasnya," goda Ronald


"Idih ... mesum!" seru Azzah.


Ronald merengkuh Azzah ke pelukannya.

__ADS_1


"Kamu tahu nggak Zah, Mas bahagia saat ini sama kamu," kata Ronald.


"Aku juga Mas,"


"Love you sayang," mengecup tangan Azzah.


"Love you too, Mas," balas Azzah.


🥀🥀🥀


Di rumah


"Ronald di mana?" tanya Esme pada Charlotte.


"Tadi keluar pake mobil sama Azzah," jawab Charlotte.


"Mau apa mereka," ketus Esme.


"Mana aku tahu, Mba, udah nggak usah di pikirin nggak baik buat janin Mba. Mending mba selalu positif buar dia sehat di sana," ujar Charlotte mengelus perut Esme.


"Kasih tahu Mas Ronald. Aku pengen makan durian medan," ucap Esme


"Tapi jangan kebanyakan Mba, nggak baik." Charlotte memperingati.


"Oke, entar Aku wa Ke Mas Ronald," kata Charlotte.


Bukannya langsung pulang, Ronald dan Azzah mampir ke salah satu Mall di kota nya.


"Pilih baju yang kamu mau, Azzah Mas beli mall ini juga bisa kalau kamu ingin," ujar Ronald.


Sampai di salah satu store, Ronald memilihkan piyama transparan membuat Azzah gelagapan.


"M - mas ini apa, kok kaya saringan teh punya Umi Azzah?" tanya Azzah pada Ronald.


"Kamu itu harus banyak belajar memuaskan suami, Zah banyak gaya di depan suami sangat dianjurkan," bisik Ronald tak ingin di dengar pelayaran store.


"Terserah Mas Ronald Azzah nurut aja asal bukan yang bukan bukan," kata Azzah


"Yang bukan bukan?" Ronald mengernyit.


Ronald membeli sepuluh baju laknat tersebut.


Sesampainya di hotel

__ADS_1


"Panas, yah Mas di luar," hela Azzah tidur di ranjang super empuk.


"Nanti kamar ini juga bakal lebih panas karena kita," goda Ronald masuk ke dalam selimut mengajak Azzah.


"Ih ... apaan geli tahu, Mas!" seru Azzah karena Ronald menggesek rambut kepalanya di leher Azzah.


Ronald bak kucing merindukan induknya yang ingin diperlakukan manis manja.


"Sayang," Pekik Ronald


"Iya Mas," jawab Azzah


"Kamu mau nggak di atas?" tanya Ronald


"Maksudnya?" heran Azzah


Ronald menyeringai dan membisikan sesuatu di telinga Azzah.


"Nggak ... nggak apaan Azzah nggak bisa Mas," kata Azzah menolak.


"Ya udah kamu, kan bisa belajar dulu, yang!" seru Ronald


"Sini, deh Mas kasih tutorialnya," ujar Ronald


Ronald memperlihatkan video berdurasi lima menit tersebut.


Azzah berjingkrak dan menjauh dari Ronald.


"Mas kamu ini ternyata super mesum!" teriak Azzah


"Hhha Azzah Ku, kamu ini benar - benar masih polos sayang." Ronald mencium pundak Azzah


"Mas Azzah lapar, makan dulu, yah," kata Azzah


"Iyah iyah baby, tapi Mas Ronald pengen di suapin kamu, kayaknya lebih enak kalau langsung dari tangan kamu," ujar Ronald.


"Bisa aja Kamu," kata Azzah mengelus paha Ronald agar segera bangun.


Setelah keduanya makan bersama.


"Mas bilang juga apa, lebih sedap kalau kamu yang ngasih," ucap Ronald menjilat jari Azzah.


Azzah menggelengkan kepala.

__ADS_1


__ADS_2