Istri Ke Tiga Tuan

Istri Ke Tiga Tuan
Bab 45 - Baiknya


__ADS_3

"Zero edwin," ucap Ronald.


"Zarina edwin," ucap Ronald lagi.


"Nama cantik secantik bayi ini," ucap Charlotte menggendong Zarina.


"Cup cup cup cup, anak mama," kata Charlotte.


"Esme apa dia sudah siuman?" tanya Ronald.


"Belum Suamiku," balas Charlotte.


"Kamu jaga mereka, Aku ke belakang dulu," ucap Ronald


Di dalam toilet umum


Ronald memilih bersembunyi untuk menelpon Azzah.


"Azzah," pekik Ronald


"Mas Ronald?" tanya Azzah.


"Gimana kabar kamu di sana, kamu baik, kan sehat sayang?" tanya Ronald


"Iya Mas kamu jangan khawatir, oh ya Mas aku ingin mengatakan berita bahagia, Mas aku ... " terpotong


Brak


Abah Akbar mendengar percakapan dari dalam kamar Azzah, saat hendak mengetuk pintu kamar putrinya. Abah tidak sengaja mendengar Ronald diam - diam menghubungi Azzah.


"Ngapain kamu telpon Azzah, mulai sekarang jangan harap bisa menghubungi anakku lagi!" seru Abah merebut telepon Azzah.


"Sudah Saya bilang berapa kali, jangan ganggu Azzah," tandas Abah Akbar.


"Tapi dia masih Istriku Bah, Aku berhak atas Azzah," kata Ronald.


"Secepatnya Azzah akan menggugat perceraian. Kamu hanya perlu menandatanganinya saja," ketus Abah

__ADS_1


"Sampai kapan pun saya tidak akan menceraikan Azzah," balas Ronald masih sopan.


"Kalau Abah masih memaksa. Ronald minta seribu lima ratus hektar dari tanah perkebunan teh, sebagai banding perceraian," ujar Ronald.


"Maaf Bah, Ronald terpaksa harus bertindak tegas," batin Ronald


"Seharusnya sebagai orang tua Abah jangan terlalu ikut campur urusan rumah tangga kami. Ronald sedang berusaha memperbaiki semuanya, memulainya dari nol, tolong beri Ronald kesempatan. Abah Ronald sangat menyayangi Azzah," ujar Ronald lagi.


"Apa menantu tidak tahu diri. Berapa kebohongan yang sudah kamu perbuat. Abah tahu kamu itu lelaki tidak bertanggung jawab," dongkol Abah.


"Wuek wuek!" seru Azzah mual muntah.


"Azzah, kamu kenapa, Nak!" seru Abah.


Melihat Azzah, Abah meletakan ponsel yang masih terhubung dengan Ronald.


"Azzah, Abah - " ucap Azzah ragu


"Kenapa Nak?" tanya Abah menelisik Azzah yang menunduk.


"Azzah hamil," jawab Azzah


"Sayang kamu hamil!" teriak Ronald dari ponsel yang tergeletak di kasur.


Abah sesaat tidak merespon, tanpa eskpresi wajah Abah tak bersuara. Hingga teriakan Ronald membangunkan lamunannya, geram Abah langsung menutup sambungan ponsel.


Tut


"Halo, halo!" seru Ronald


"Argh!" teriak Ronald memukul udara kesal.


"Apapun dia tetap keturunan keluarga Abah, kamu rawat dia, ada Abah dan Umi, kamu tidak perlu suami jika hanya membuatmu menderita," tandas Abah kemudian pergi menutup pintu kamar Azzah pelan.


Tanpa Azzah sadari Abah melemah, gontai Abah menapaki lantai, mendengar kabar kehamilan Azzah.


"Abah," pekik Umi

__ADS_1


"Abah!" teriak Umi


Abah terjatuh mendadak. Umi panik dan segera memanggil Azzah dari dalam kamar.


"Umi, Abah kenapa bisa begini?" tanya Azzah.


"Ya allah apa ini karena Azzah barusan," batin Azzah mengira Abah nya shock mendengar pernyataan Azzah.


"Abah bangun," tangis Azzah menggoyangkan lengan Abah.


"Panggil Kakakmu Nak, cepat!" seru Umi


"I - iya Umi." Azzah berlari sambil menangis.


"Abah, Abah maafin Azzah," batin Azzah.


Mirza melihat adiknya seperti cemas segera mendekati Azzah.


"Dek kamu kenapa menangis, siapa yang membuatmu menangis. Apa Ronald, hah!" seru Mirza.


"Bukan, Abah Kak, Abah tidak sadar diri!" seru Azzah


Mirza segera mengeluarkan mobil kijang merah dari bagasinya. Mirza membawa Abah ke rumah sakit. Di ruang gawat darurat.


Umi memeluk Azzah sembari terus mendoakan keselamatan Suaminya.


"Azzah sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Mirza.


"Ceritanya panjang Kak, ini semua karena Azzah, kalau Azzah nggak bilang Abah nggak akan kaya gini." Azzah menyalahkan diri sendiri.


Azzah mengelus pelan perutnya dan itu tidak luput dari pandangan Mirza.


"Kamu hamil Anak Ronald?" tanya Mirza mengira dengan suara bergetar.


Azzah memandang sendu Mirza.


"Hah!" teriak Mirza menghentak kaki geram.

__ADS_1


Rencana Mirza gagal. Karena Ronald telah merenggut dunia Adiknya, memisahkan Azzah dan Ronald adalah hal yang mustahil. Saat tahu kebenaran Azzah berbadan dua.


__ADS_2