Istri Ke Tiga Tuan

Istri Ke Tiga Tuan
Bab 20 - Izin kuliah


__ADS_3

Azzah meminta izin pada Ronald untuk menempuh pendidikan sarjana, mendapat jatah perbulan yang lebih dari Ronald. Azzah berkeinginan untuk kuliah di bidang Design.


Di kamar, tanpa sepengetahuan Uminya. Azzah mengumpulkan pola Desain pakaian muslimah, dari hasil hobi Azzah mulai dari jilbab, rok, hingga baju atasan yang memadukan gaya anak milenial, tanpa meninggalkan fungsional dari pakaian itu sendiri yaitu menutup aurat.


Azzah menyimpan rapih sketsanya dalam pak buku grafisnya.


Di dalam kamar Azzah mempersiapkan mental agar berani mengutarakan niat baiknya kepada Ronald. Semoga saja sang Suami memberikan izin dan Azzah bisa berkiprah di dunia fashion yang selama ini menjadi impian Azzah.


Kenapa baru sekarang, jawabannya karena dulu selain Azzah tak ingin merepotkan orang tuanya karena beban biaya. Azzah ingin berusaha mandiri dulu. Tapi takdir berkata lain setelah lulus malah Ronald mengantongi restu untuk menjadikan Azzah istrinya.


Saat itu Azzah merasa impiannya harus pupus di tengah jalan. Namun semalam suntuk Azzah memikirkannya, mungkin ini jalan yang sudah Allah berikan pada Azzah.


Alur hidup yang terbaik, dengan itu Azzah berkesimpulan untuk mengambil langkah meraih cita - cita dan masa depannya. Apalagi di dukung oleh Finansial yang lebih dari kata cukup dari sang Suami.


"Mas Azzah pengen kuliah," tandas Azzah


"Kuliah?" tanya Ronald mengernyit.


"Azzah bosen Mas, dirumah nggak ada hal positif yang produktif buat Azzah," ujar Azzah


"Azzah bukannya apa, tapi sebagai Istri Mas Ronald bukankah lebih baik Azzah jadi wanita berpendidikan, wanita yang punya wawasan dan cara pandang yang luas," ujar Azzah lagi.


"Gimana Mas?" tanya Azzah memohon


"Baiklah, besok asisten Mas sendiri yang mengurus pendaftaran, kamu tinggal terima beres," kata Ronald


"Makasih, Mas," peluk Azzah.


🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


"Zah kamu nggak pengen lihat pedang pusaka?" tanya Ronald


"Maksudnya?" tanya Azzah


"Ini loh, si otong ... "


"Pentol yang banyak bulunya," kiasan Ronald


"Mas, Azzah ke toilet dulu, kebelet pipis," kikuk Azzah.


Lama Azzah keluar, Ronald malah berbaring di ranjang, dengan bertelanjang dada.


"Sayang sini," rayu Ronald


Azzah mendekat canggung.


"Tapi Mas, Azzah nggak tahu caranya," polos Azzah


"Ya udah kita pemanasan dulu, yah sayang?"


"Mas sabar dulu," ucap Azzah karena Ronald terlihat membuka baju Azzah dengan deru napas yang lumayan tidak terkontrol.


"Boleh, Mas mulai sekarang?" tanya Ronald menatap mata Azzah dalam


Keadaan keduanya yang sudah sama - sama telanjang bulat, dengan kulit yang saling bersentuhan membuat pedang pusaka Ronald on top.


"Ayo pegang, Azzah dia milikmu," ucap Ronald.


"Nggak ah Mas, Azzah takut," jawab Azzah

__ADS_1


"Kenapa takut?"


"Ya pokoknya Azzah nggak mau lihat," balas Azzah


Tanpa aba - aba, Ronald mencium buah dada Azzah.


"Mas!" pekik Azzah


"Kenapa bidadari Ku, kenapa?" tanya Ronald dengan napas berat.


"Mas Aku ... "


Ronald meremas pabrik susu Azzah dengan gemas, milik seorang gadis yang masih original.


"Punyamu mungil menggemaskan," kata Ronald.


Azzah tersipu malu.


"Sayang lihat Aku," ucap Ronald


Ke duanya saling melabuhkan kecupan, Ronald mencium bibir Azzah dan mendapatkan balasan dari Azzah.


Azzah memeluk tubuh Ronald yang rutin melakukan gym, keras keras gimana gitu.


"Aku ingin mulai sekarang Kita mulai semuanya dari awal," ujar Ronald


Dan ketika real live akan melaksanakan ritual malam pertama, terdengar ketukan dari luar pintu kamar Azzah.


"Tuan, Ronald!" teriak Art baru tersebut.

__ADS_1


__ADS_2