Istri Ke Tiga Tuan

Istri Ke Tiga Tuan
Bab 15 - Fighting girl


__ADS_3

Azzah melalui drama sehari - hari. Setiap kali melihat Ronald yang perhatian dan begitu melindungi Charlotte seperti sebuah sentilan mengenai hatinya.


"Suamiku aku ingin roti jumbo, tapi maunya Baby kamu yang ngabisin, dia hanya ingin melihat papinya makan lahap." Charlotte mengelus perut ratanya.


"Kamu mau beli roti kenapa tidak memakannya bersama?" tanya Ronald


"Nggak mau ... baby maunya suami aja yang makan," manja Charlotte.


"Hah," sabar Ronald


"Baiklah, demi kalian!" tegas Ronald.


"Bye suami, jangan pulang telat, yah," ucap Charlotte.


Mengantar Ronald ke depan sampai pintu. Sebelumnya Esme sudah berpamitan pada Ronald. Yah, begitulah Istri - istri Ronald sibuk urus management sendiri. Karena masing masing Charlotte dan Esme punya bisnis di bidangnya.


"Hati - hati di jalan Mas," ucap Azzah yang di beri balasan anggukan oleh Ronald.


Setelah kepergian Ronald.


"Mbak, kalau Mba pengen roti nanti Azzah bisa beliin ko, emang ngidam banget?" tanya Azzah


"Hm ... gimana, yah nggak usah lah nunggu Suamiku saja," tandas Charlotte.


"Oh ya udah Mba, Azzah mau ke pasar belanja soalnya, make up Azzah habis," ucap Azzah


"Kenapa harus beli, nggak bilang coba, kalau Aku buka salon sendiri, masa kamu make up saja sampe kehabisan gitu, nanti Mbak suruh orang salon kasih paket riasan buat kamu, itu lebih bagus produk ku, impor!" tekan Charlotte


"Makasih Mba, tapi Azzah biasanya cuma pake bedak baby saja," kata Azzah


"Apa?" tanya Charlotte kaget

__ADS_1


"Iyah Mba ..."


Charlotte menggelengkan kepala.


"Yah udah Aku kasih kamu paket skin care saja, lipstik, shadow, sama blush on, alis kamu butuh nggak?" tanya Azzah.


"Azzah nggak pake alis, sama apa itu perona pipi," jawab Azzah


"Kamu emang aneh," gumam Charlotte.


Azzah tersenyum simpul, menanggapi Charlotte yang terkesan cuek tapi peduli kepada Azzah.


Malam harinya.


"Esme belum pulang?" tanya Ronald dengan mengunyah roti.


"Makannya yang banyak Suamiku, kalau sedikit mana puas dia lihat papinya makan males gitu," rengek Charlotte.


"Ya allah," batin Ronald sudah hampir menyerah, mulutnya yang penuh roti Charlotte bilang sedikit.


"Boleh - boleh Baby nggak marah, kok kalau Mama Azzah juga habisan, yah kan sayang," logat Charlotte


Azzah merasa senang, karena Charlotte juga tidak keberatan saat Azzah menyentuh perut ratanya.


"Zah, kamu hamil lah biar baby ada temennya, kan bisa main bareng," ungkap Charlotte.


Sontak Azzah tergagap kaku. Sedangkan Ronald menepuk dadanya, karena air yang Ia minum menyumbat hidung.


"Bagaimana Azzah hamil, Dia bahkan melarang ku menyentuhnya," gumam Ronald dalam hati.


"Hm, Mbak rotinya enak, loh coba sedikit, yuk!" seru Azzah memberi sobekan roti Charlotte.

__ADS_1


"Nggak ih, lihat bentuknya buaya kaya gitu, aku nggak mau dia kaya papanya," kata Charlotte.


"Memang apa yang salah dengan Ku, Charlotte dia anakku wajar, mirip denganku, masa mirip orang lewat?" sindir Ronald


"Iyah emang yang bikin kita berdua, tapi Kamu istrinya banyak, kaya kanjeng doso, kalau sudah jadi nenek nanti Charlotte susah bedain cucu dari istri yang mana," ujar Charlotte.


🍁🍁🍁


"Hihi," kikuk Azzah.


"Charlotte Charlotte," gumam Ronald dalam hati menyebut nama istrinya yang konyol itu.


"Mbak aku udah kenyang, sisa sedikit biar Mas Ronald yang habisin, rasanya udah penuh perut Azzah," pamit Azzah


"Essttt, pada mau kemana, enak saja belum pada habis mau pergi, nih minum dulu, pokoknya kalian berdua habisin, romantis banget, sih kebelakang saja kompak!" seru Charlotte.


"Charlotte baby juga nggak akan mau lihat papanya ke siksa begini," kilah Ronald.


"Oh jadi kamu terpaksa Suamiku," ucap Charlotte berkaca - kaca.


"Papa nggak sayang kita, Baby," tangis Charlotte.


Tiba - tiba mood Charlotte anjlok yang membuat Ronald kelimpungan.


"Oke oke, bakalan habis, kok," bujuk Ronald.


"Nah, gitu dong," ucap Charlotte seketika berbinar dan mengusap air matanya.


"Kamu kenapa jadi cengeng gini, sih?" tanya Ronald.


"Nggak tahu Suamiku, mungkin bawaan Baby,"

__ADS_1


"Hm, sayang," kata Ronald sambil mengecup kening Charlotte dan membelai lembut perut Charlotte yang belum membesar.


Melihat Ronald dan Charlotte seperti keluarga bahagia. Timbul keinginan Azzah untuk memberi kesempatan Ronald. Apakah selama ini Azzah egois, atau selama ini hanya keduanya yang saling tak memahami porsi masing - masing.


__ADS_2