Istri Ke Tiga Tuan

Istri Ke Tiga Tuan
Bab 71 - Kepekaan Zayn.


__ADS_3

Azzah menangis dalam diam.


"Mah, kenapa Mama menangis, siapa yang membuat mama seperti ini?" tanya Zayn masih berseragam sekolah.


Karena Azzah yang sedang berada di halaman belakang tidak mendengar sahutan Zayn. Ia kemudian berjalan ke arah kolam ikan dan benar saja Ibunya tengah melamun, sembari menitihkan air mata.


"Zayn Kamu sudah pulang sekolah, sayang?" tanya Azzah panik dan segera mengusap air mata.


Zayn menyorot Azzah dengan tatapan intens, yang Zayn temukan tidak ada kebohongan di mata Ibunya.


"Mah," ucap Zayn duduk di samping Azzah.


"Apa ada masalah, Mah, kenapa mama menangis?" tanya Zayn mengusap sisa bening yang masih ketara.


"Ceritakan, Mah pada Zayn. Apa karena Papah?" Zayn menerka.


"Bukan Sayang, ini karena Mama rindu pada Nenek dan Kakek Mu di kampung," jawab Azzah


"Biar Zayn telpon om Mirza, yah Mah?" tanya Zayn


"Sudah tapi tadi tidak aktif, mungkin lagi sibuk, Zayn. Biasanya om mu akan senggang di waktu sore. Biar Mama saja yang hubungi nanti," ujar Azzah mengelus pundak Putranya.

__ADS_1


"Gimana sekolahnya Sayang, hari ini?" tanya Azzah


"Zayn menang tanding basket, Mah," ungkap Zayn.


"Sama siapa sayang," tanya Azzah mendapat kerutan dahi dari Zayn


"Sama satpam komplek, Mah, yah sama sekolah sebelah lah. Mah, mamah ini ada ada - aja," gurau Zayn sambil mencomot pisang goreng di samping meja.


"Liburan nanti bagaimana kalau kita menjenguk Opa dan Oma Ku, Mah?" tanya Zayn sambil mengunyah pisang goreng.


"Hm, nanti kita bicarakan ini dengan Papah mu, yah Zayn," balas Azzah


Zayn mengangguk dan memeluk Azzah


"Zayn serius Mamah Zayn sangat cantik," puji Zayn


"Karena itu kamu tampan, kan," balas Azzah tersenyum, tak kalah membuat Zayn meringis.


"Hehe." Zayn menggaruk tengkuknya.


Zayn sangat suka jika mendapat pujian dari Azzah. Yang Zayn tahu saat Ibunya tersenyum adalah kebahagiaan.

__ADS_1


🥀🥀🥀


"Mah katakan pada Zayn kalau ada yang membuat Mama menangis sekalipun itu Papah. Zayn tidak akan tinggal diam," ucap Zayn serius malah mendapat tertawaan dari Azzah


"Kok ketawa sih, Mah?" tanya Zayn


"Abisnya kamu lucu, dia itu Papah mu. Kamu tahu betul Papah Ronald sangat menyayangi kamu," tandas Azzah


"Iyah, Mah," ucap Zayn lembut.


Zayn mengingat Papahnya begitu khawatir. Saat usia empat tahun Zayn sempat masuk rumah sakit karena demam tinggi. Papahnya langsung memesan tiket penerbangan ke negara X. Itu dia dengar sendiri saat mendengar Ibunya sedang menelpon Papahnya.


"Zayn maafkan Mamah, belum saatnya kamu mengerti kerumitan keluarga besar kita," batin Azzah


Azzah tidak bisa membayangkan. Jika Zayn sampai tahu dia mempunyai Ibu tiri dan dua saudara tiri.


"Hingga waktunya tiba. Aku harus menguatkan dia terlebih dulu," batin Azzah


Zayn di usianya Putra Azzah itu sangat tidak bisa melihat ketidakadilan. Di sekolah Zayn sering kali membela teman yang di rundung. Zayn yang cerdas selalu mendapat juara kelas dan ikut seni bela diri.


Azzah tidak pernah memaksa Zayn, hanya Zayn pernah berkata bahwa Ia melakukan semua itu. Agar kelak bisa melindungi Ibunya. Azzah bersyukur karena Allah mengirimkan malaikat kecil yang begitu manis.

__ADS_1


Setengah watak Zayn adalah Azzah yang baik hati dan Ronald yang supel. Sebelum berangkat sekolah Zayn selalu bangun lebih pagi. Untuk Sholat subuh karena didikan ibunya sejak kecil. Zayn rajin mengaji Azzah pun sangat bahagia.


Pernah sesekali Azzah memergoki Zayn sedang berdoa, meminta kedatangan Ronald di ulang tahunnya yang ke lima. Antara sedih dan heran Azzah menyimpulkan. Kalau sebenarnya, ada hal yang Zayn ingin utarakan. Tapi setiap Azzah bertanya Zayn seolah bersikap biasa saja.


__ADS_2