Istri Ke Tiga Tuan

Istri Ke Tiga Tuan
Bab 68 - petak umpet


__ADS_3

"Zero hati - hati, Nak," ucap Esme


Esme memperingatkan Zero yang sibuk main mobil - mobilan di taman


"Zarina sayang mama," ucap Zarina


"Mama juga sayang kalian," balas Esme


"Wah Papah nggak di sayang, nih," ucap Ronald


Zarina dan Zero sudah berusia tiga tahun. Sedangkan Zayn masih dua tahun. Acap kali Zero merajuk ketika bertemu Zayn. Mereka saling memperebutkan Ronald.


"Zayn sini sayang," ucap Ronald.


Ronald menggendong Zayn.


"Pah," pekik Zero


"Ya Zero," balas Ronald


"Zero mau besok papah ajak Zero dan Zarina ke wahana bermain pasti seru," kata Zero


"Zayn mau ikut juga?" tanya Ronald


Zayn mengangguk.


Zero terlihat enggan menerima Zayn.


"Pah, kalau ada dia mending Zero batalin aja," tandas Zero


"Loh, Nak kenapa?" tanya Ronald.


"Mas," panggil Azzah


"Udahlah, kalian pergi saja, biar Zayn sama Aku," ujar Azzah.

__ADS_1


Ronald memejamkan mata sejenak


Di kamar Esme


"Esme ... ada yang ingin Aku bicarakan," kata Ronald


"Apa yang kamu ajarkan pada Zero sampai dia begitu membenci Zayn. Mereka masih anak - anak," ucap Ronald


"Aku tidak mengajari mereka yang tidak - tidak. Pada dasarnya memang Zero tahu siapa yang menabur garam di atas luka ibunya," ketus Esme


"Sudahlah Aku tidak ingin berdebat Ronald," ucap Esme


"Baiklah Aku akan mengirim Mereka ke luar negeri. Apa kamu senang?" tanya Ronald


Esme tersenyum samar.


"Apa boleh buat, itu kan keputusan kamu sendiri," jawab Esme


"Besok, Aku jadwalkan penerbangan untuk Mereka. Aku rasa sudah cukup selama ini Mereka bersabar," batin Ronald


"Apa kamu yakin dengan keputusan kamu, Zah?" tanya Ronald


"Iyah Mas mungkin ini yang terbaik, lebih adil kalau begini. Lagi pula dengan memisahkan kita dengan jarak di luar negeri. Mungkin akan mengikis permusuhan diantara Aku dan Mbak Esme," balas Azzah


"Aku ingin Zayn tumbuh dalam lingkup yang sehat bukan seperti ini. Mbak Esme sangat membenciku Mas," tambah Azzah


"Sampai kapan kalian di sana, kembalilah jangan terlalu lama meninggalkan Ku," ujar Ronald


"Iyah Mas, Aku ingin Zayn bisa memperoleh pendidikan yang baik di sana. Aku ingin dia menjadi orang berjaya, sehingga tidak di remehkan seperti Ibunya," ucap Azzah sendu


"Aku akan sering berkunjung sayang," ucap Ronald.


"Untuk Abah dan Umi biar Mas yang memberikan Mereka pengertian. Kamu tidak usah memikirkan apapun, oke?" tanya Ronald


Azzah mengangguk

__ADS_1


"Makasih, Mas," ucap Azzah memeluk Ronald


🥀🥀🥀🥀


Esok paginya


Ronald mengantar Azzah ke bandara bersama Zayn


"Mama kita mau kemana?" tanya Zayn


"Bukankah Zayn ingin naik pesawat?" kata Azzah


"Kita akan terbang Mah, wah asik!" teriak Zayn kegirangan


Ronald merengkuh Zayn erat.


"Maafkan Papah, sayang," batin Ronald


Ronald menghujani Azzah dengan ciuman mesra. Tak peduli semua orang menatapnya sinis, tapi ada juga yang tersenyum haru.


"Jaga Zayn putra kita dengan baik. Aku mempercayakan semuanya padamu," ucap Ronald teguh.


"Aku pergi demi Kebaikan kita, Mas. Kami pasti kembali," ucap Azzah mengecup Ronald sekilas.


Setelah kepergian Azzah. Ronald merasakan kehampaan yang begitu dalam.


Sementara di tempat lain Esme sedang merayakan kepergiaan Azzah, dengan mentraktir komunitas arisannya.


"See Aku menyingkirkan maduku. Syuhhh dia sudah terbang ke awan hhh," cetus Esme


"Sekarang kamu ratunya dong," balas teman Wanita Esme.


"Apa kamu percaya ini karena Suami mu tidak mencintai istri ke tiga nya lagi?" tanya wanita ber wik.


Esme terdiam sejenak.

__ADS_1


__ADS_2