Istri Ke Tiga Tuan

Istri Ke Tiga Tuan
Bab 58 - Bahaya!


__ADS_3

Ronald bergegas lari ke halaman belakang mengetahui Zayn demam.


"Mas Zayn, tadi sore baik baik saja, kok mendadak gini," cemas Azzah


"Tenanglah sayang, Dr. sedang menuju kemari, biar aku gendong Zayn," ucap Ronald menempelkan dada terbukanya.


"Jangan hukum anakku ya allah, hukum saja Aku," batin Ronald


"Kenapa Zayn yang sakit Mas, Aku bahkan rela menggantikan dia," ucap Azzah


"Tidak sayang, kamu yang tenang," ucap Ronald.


Tak lama Dr. datang


Setelah memeriksa keadaan Zayn. Dr Airin mengatakan bahwa Zayn hanya mengalami siklus adaptasi dengan lingkungannya. Bagi bayi seusia Zayn memang masih rentan terhadap lingkungan sekitarnya.


"Tidak apa Mamah muda, Putramu akan pulih secepatnya," ucap Dr. Airin memberikan resep.


Setelah sedikit terkondisi Azzah menepuk pundak Ronald.


"Mas kamu kenapa melamun?" tanya Azzah


"Tidak sayang, Mas cuma mengantuk," kilah Ronald.


"Mas?" tanya Azzah


"Kenapa sayang?" tanya balik Ronald.


"Mba Esme, aku yakin dia tidak baik saja, ini pasti ada hubungannya kenapa kamu diam begini," ujar Azzah


"Tidak, sudah tidurlah kasihan Zayn," ucap Ronald menghindar.


"Mas bolehkah aku meminta kamu jangan pergi, temani Zayn dan aku malam ini," kata Azzah


Tanpa menjawab lama Ronald mengiyakannya.

__ADS_1


"Zayn papah menyayangimu, Nak, apapun yang papah lakukan semuanya karena papah sayang Zayn," gumam Ronald.


"Mas jangan tinggalkan kami, Yah?" ucap Azzah


"Iya bawel, kamu semakin hari semakin bawel," gasak Ronald.


"Bukan bawel Mas, Azzah hanya - " jeda


"Hanya ngomong aja," sambung Ronald


Keduanya tidur sambil berpelukan di samping sisi ranjang tidur Baby A.R.


"Hahaha!" tawa Esme menggelegar


"Sial, wanita itu benar- benar harus ku beri pelajaran," geram Esme


"Lusa akan menjadi terakhir kalinya kau melihat matahari terbenam Azzah," batin Esme licik.


Di meja makan


"Taruh serbuk ini di seluruh ruangan rumah belakang, pastikan semua rata dan ingat Aku tidak ingin sampai kamu ketahuan, paham!" seru Esme.


"T - tapi Nyonya, ini apa?" tanya Art


"Jangan banyak tanya, atau kamu mau aku pecat sekarang?" ancam Esme.


"Iya - iya laksanakan," ucap Art.


Esme menyeringai jahat.


Azzah sehabis melaksanakan sholat dzuhur, begitu merasakan kantuk yang amat sangat.


Azzah tertidur begitu juga dengan Zayn.


Sssss ssssss suara desisan yang mengancam keselamatan.

__ADS_1


🍃🍃🍃


Azzah lelap hingga mendengkur sedangkan Zayn mulai bergerak ke sana sini.


🐍🐍🐍🐍


Esme tertutup kabut kegelapan. Hingga menebar Aroma khas bunga, yang di sukai hewan berbisa tersebut.


Zayn bak malaikat penyelamat Azzah. Anak itu menangis hingga membangunkan Azzah.


"Zayn sayang, jagoan mama sudah sembuh, yah sayang," senyum Azzah


"Anak pintar jangan sakit lagi yah sayang." Azzah mencium Zayn gemas.


Azzah merasakan hawa buruk mengincarnya. Saat berbalik.


"Argh Huss sana!" seru Azzah langsung naik ke atas ranjang, untuk menjauhi hewan berbahaya berwarna hitam legam, yang berada cukup dekat dengannya.


"Bi ... bibi!" teriak Azzah


Di kantor


Rapat antara perusahaan Ronald dengan perusahaan milik Tuan Badar berjalan dengan lancar.


"Aku tidak menyangka selain menjadi Dokter kau sungguh jenius merambah ke dunia bisnis," puji Ronald


"Roda terus berputar, kesempatan baik harus selalu di manfaatkan dengan baik pula, kenapa tidak kalau kita masih mampu?" tanya Badar di selingi tawa.


Saat meminum gelas berisi air putih di mejanya. Ronald tersedak hingga merasakan perih di area hidung dalamnya.


"Ronald, kau tidak apa!" seru Badar


"It's okay Bro!" jawab Ronald


Firasat mengganggu pikirannya. Ronald merogoh ponsel di sakunya dan menghubungi nomer telepon rumah.

__ADS_1


__ADS_2