
Ronald pamit untuk sepekan ke depan.
"Aku titip Esme Azzah, Charlotte jaga dan awasi dia, selama aku tidak ada," kata Ronald pada istri - istrinya.
"Aku bukan anak kecil Ronald!" seru Esme
"Tetap saja kamu butuh perhatian lebih saat Aku tidak di rumah, hanya mereka yang aku percaya," ungkap Ronald
"Kamu hati - hati Ronald di jalan," kata Esme memeluk Ronald.
Ronald membalas pelukan Esme. Ronald tahu jika Esme tidak ingin dianggap lemah, karena gengsinya Esme memilih selalu bersikap tegas.
"Boy, girl yang akur di dalam, jangan nakal sama mommy kalian," ucap Ronald menempelkan telinganya di perut Esme.
"Sukses Suamiku semoga semua seperti yang kami harapkan," mengecup pipi Ronald.
Azzah terdiam sesat menggesekkan dua jari jempolnya.
"Mas." Azzah dengan berani memeluk Ronald di depan Esme dan Charlotte.
"Jangan ngebut di jalan, Mas," ucap Azzah sambil mencium tangan Ronald.
"Iya sayang, Mas nggak lama, kok doain Mas sayang supaya lancar di sana," ujar Ronald
Azzah mengangguk.
Setelah kepergian Ronald. Azzah segera bersiap untuk berangkat kuliah. Sedangkan Charlotte menemani Esme di rumah.
Di kampus Azzah
Azzah memperhatikan materi bahasan Dosen pengajar dengan serius.
"Mudeng, Zah?" tanya Melly
"Lumayan," jawab Azzah
"Besok ada acara nggak, nongkrong, Yuk bareng temen kampus, kita berempat," tunjuk Melly pada bangku samping kanannya.
"Boleh, nanti kalau sempet aku kabarin lagi, yah," balas Azzah
Tidak ada yang tahu status Azzah sebagai Istri ke tiga Ronald Edwin. Mereka hanya tahu Azzah Gadis pendiam, cantik dan santun.
Sepulangnya Azzah.
__ADS_1
"Kok sepi, yah!" seru Azzah
"Nyonya nyari Nyonya Charlotte sama Nyonya Esme. Mereka pergi baru satu jam lalu, katanya hari ini ada jadwal periksa kehamilan Nyonya Esme," ujarnya
"Oh iya, terimakasih Bi," jawab Azzah.
Di rumah Azzah memilih balik ke rumah belakang.
"Aku ngantuk," gumam Azzah
Azzah tertidur selepas aktivitas berpikirnya. Azzah terbawa mimpi hingga menjelang petang.
Tok tok tok
Azzah yang masih dalam bunga tidur tidak mendengar ketukan tersebut.
"Azzah ini Umi sayang," panggilnya
"Umi," mendengar suara Uminya Azzah mendadak bangkit
"Apa halusinasi saja, Aku seperti mendengar Umi," kata Azzah.
"Azzah!" teriak Umi Fatma
"Umi?" ucap Azzah
🥀🥀🥀
"Putri Umi, kamu apa kabar sayang, Umi rindu sama kamu," kata Umi.
"Masuk dulu, Umi. umi ke sini sama siapa. Abah nggak ikut Umi?" tanya Azzah
"Abah ada sama Abang kamu. Mereka sibuk ngurus ladang sekarang Umi sama Abah juga ternak sapi Azzah," kata Umi
"Sapi, modal dari mana Umi?" tanya Azzah
"Memangnya Ronald nggak ngasih tahu kamu, dia mentransfer ratusan juta, setelah memboyong kamu ke kota, awalnya kami menolak, tapi Ronald selalu memaksa," terang Umi Fatma.
"Mas Ronald nggak pernah bahas itu, Umi," kata Azzah heran.
"Mas Aku telah salah menilai kamu selama ini, maafkan Aku yang sempat egois," batin Azzah
"Umi dianter mang bejo, yah?" tanya Azzah.
__ADS_1
"Iya abis itu dia balik lagi, sekarang kamu tinggal di rumah sebesar ini Nak, di mana suami kamu?" tanya Umi
"Mas Ronald di luar kota, Umi," jawab Azzah
Di ruang tengah
Azzah mengeluarkan hampir seluruh isi kulkas untuk Umi Fatma.
"Kamu nggak perlu repot - repot sayang, sama Umi sendiri aja," kekeh Umi Fatma.
"Kamu kelihatan semakin cantik, anak Umi tambah berisi, pasti Ronald memadai kamu dengan baik, kami tidak salah memilih, Nak Ronald," ucap Umi.
Azzah menelan air ludahnya gugup.
"Iya Umi Mas Ronald pengertian orangnya," ungkap Azzah.
"Azzah sudah, Nak kemari kamu udah isi belum sayang?" tanya Umi.
"Belum Umi," kata Azzah sedikit menunduk
"Abah kamu ngebet pengen punya cucu dari kamu, soalnya anak tetangga udah punya cucu empat," jelas Umi
"Azzah berserah Umi sedikasihnya sama Allah," balas Azzah
"Kamu harus menjaga penampilan Azzah, kamu nggak lihat sekarang banyak perebut laki orang di sinetron, sebisa mungkin kamu harus pandai mengurus suami kamu, biar betah di rumah," ujar Umi
"Iya Umi," angguk Azzah
"Umi Azzah yang berada di tengah - tengah Mereka, Azzah ini Istri ke tiga Umi," jerit Azzah dalam hati.
"Gimana rumah tangga kamu sama Ronald baik, kan Zah?" tanya Umi lagi.
"Baik Umi, Azzah bahagia di sini," jawab Azzah menahan gejolak.
Mendadak lidahnya kelu. Azzah teringat rahasia besar pernikahannya. Sebuah kebohongan yang Ronald ciptakan.
"Bagaimana kalau sampai Umi tahu. Anak gadisnya ternyata di nikahi oleh lelaki yang sudah beristri," batin Azzah risau.
"Abah maafkan Azzah, tapi Azzah mencintai Mas Ronald," gumam Azzah di dalam hati.
Dan apa jadinya jika Mirza tahu Adiknya menjadi madu. Mirza pasti tidak akan terima, Azzah tidak mau sampai kenyataan ini terbuka, karena Uminya yang tidak sengaja menilik Azzah. Hal Azzah takutkan adalah keluarga akan memisahkan Azzah dengan Ronald.
Azzah tidak ingin sampai berita dirinya sebagai Istri ke tiga, sampai di telinga Mirza dan Abah Akbar. Apalagi Azzah saat ini harus mencegah Uminya agar tidak curiga. Solusi terbaik Azzah harus melakukan kesepakatan dengan Esme dan Charlotte.
__ADS_1