Istri Ke Tiga Tuan

Istri Ke Tiga Tuan
Bab 31 - Bercinta


__ADS_3

"Mas, Aku takut," ucap Azzah memeluk Ronald


Ronald berbalas mengeratkan pelukan.


"Tenanglah, Azzah ada aku," kata Ronald.


Lima menit Azzah nyaman di dekapan Ronald.


"Ehem." Ronald


"Mas, maaf Azzah kelamaan meluk, yah!" seru Azzah


"Mau berjam - jam juga boleh, Zah Mas nggak keberatan, kok!" tegas Ronald.


Kedua sorot mata mereka bertemu saling bersih tatap, tubuh keduanya mengunci satu sama lain enggan melepaskan diri.


"Hah ... ini tidak baik untuk kesehatan jantungku, kenapa begitu cepat berdetak di dekat Mas Ronald," pikir Azzah.


"Azzah, apa dia juga merasakan degup jantungku," batin Ronald.


"Aku sudah beristri dua, tapi kenapa berdekatan dengannya membuat desiran aneh yang tak pernah aku rasakan sebelumnya," gumam Ronald dalam hati.


"Mas," panggil Azzah


"I - iya, Zah," gugup Ronald.


"Mas wajah kamu merah sekali, kamu demam?" tanya Azzah mengecek suhu tubuh Ronald dengan menempelkan punggung tangannya.


"Nggak panas, kok!" tekan Azzah


"Ya emang nggak panas, yang panas itu di bawah, mau meledak," gumam Ronald


"Apa Mas, kenapa tadi?" tanya Azzah.


"Eh nggak," jawab Ronald

__ADS_1


"Meledak, apa yang meledak?" tanya Azzah


"Kamu yakin mau tahu, emang kamu udah siap?" tanya Ronald


"Iya, siap," balas Azzah


Ronald merangkul pundak Azzah dan mengunci gerakan kepala Azzah dengan tangannya.


"Aku ingin menghabiskan malam ini denganmu," bisik Ronald.


"Mas," lirih Azzah


"Jangan tolak lagi, aku sudah tidak ingin menerima penolakan mu,"


"Azzah abibah, siapkah kamu menjadi ibu dari anak - anakku, sayang?" tanya Ronald sebelum memulai.


Azzah mengangguk, tak tahu kenapa hati dan gerakan tubuhnya saling melawan.


Ronald tersenyum menang.


Hembusan nafas Ronald sangat menderu. Sesekali Azzah menatap Ronald yang juga menatapnya penuh gairah.


Ronald mengecup tangan Azzah mulanya. Kemudian mengecup seluruh wajah Azzah dari mata hingga berhenti di bibir Azzah.


"Istri ku Azzah," panggil Ronald


Azzah terhenyak dengan sebutan Ronald, karena selama ini tak ada satupun istri Ronald yang di panggil dengan sebutan ' Istriku ' dari Ronald .


Pasalnya Ronald memanggil Esmeralda menjadi Esme dan Charlotte juga hanya di panggi Sayang sesekali memanggilnya Nama. Azzah pun heran apa yang membuat Ronald penuh tutur kata dan menghargai Azzah saat akan menjalankan sunnah.


🤍🤍🤍🤍🤍🤍🤍


"Assalamualaikum." Ronald mengecup kening Azzah.


Azzah menjawabnya dengan lirih.

__ADS_1


Ronald beralih membelai rambut Azzah dan menghirup aromanya. Ronald makin menggebu saat Ia berusaha melucuti piyama tidur Azzah.


"Biar aku membantu mu, Mas," ucap Azzah melepaskan kancing baju Ronald.


Terpampang gundukan indah Azzah yang masih terselimuti batok kelapa.


"Ukurannya pas di genggamanku," bisik Ronald


Azzah tersipu malu balik membelai wajah Ronald.


"Mas setelah ini, kita buka lembaran baru, jangan sakiti aku lagi, Mas!" tegas Azzah


"Aku tidak bisa berjanji, tapi aku akan berusaha membuat air mata kesedihan tidak keluar dari mata indah mu," ujar Ronald


Azzah memberanikan diri mencuri ciuman pipi dari Ronald.


"Kamu boleh juga, Zah kalau di ranjang, sambil menyelam minum air, belajarlah pada Mas mu ini sudah banyak mengarungi lembah - " terhenti.


"Nakal, yah kamu Mas mulai!" seru Azzah menjewer Ronald.


"Ah ah ah," pekik Ronald bukannya kesakitan malah sengaja mengeluarkan *******.


"Mas!" teriak Azzah


Ronald terkekeh, karena di saat serius mereka malah melempar canda.


"Jadi nggak ini buka - bukaannya?" tanya Ronald


Azzah bergeming dan menurunkan senyum saat Ronald menilik wajahnya.


"Jangan menatapku seperti itu Mas ... " lirih Azzah sedikit menjauhkan wajah Ronald.


"Suka - suka dong kamu, kan Istri ku. Semua hal baik yang dilakukan suami - istri adalah pahala," ujar Ronald.


Ronald memeluk Azzah sambil mulai meremas dan menjelajah ke area segitiga Azzah.

__ADS_1


__ADS_2