
"Bukankah itu Ronald?" batin Diva
Ternyata hari ini Diva beruntung bertemu Pria yang memang masih mengisi hatinya.
"Hai," sapa Diva ramah.
"Kamu?" pekik Ronald
"Sendirian saja?" tanya Diva celingak - celinguk.
"Aku sedang memilih kado," tandas Ronald
"Boleh Aku bertanya spesifiknya seperti apa, barang kali Aku bisa bantu," ujar Diva tersenyum
Ronald menghela napas panjang.
"Dia Putraku, putraku yang berusia enam tahun," balasnya datar
Duarrrr
Diva kaget bukan main
Uhuk uhuk
"Jadi kamu sudah punya anak?" tanya Diva sedikit pusing.
"Hm," balas Ronald masih berjalan
"Kamu tidak apa - apa?" tanya Ronald pada Diva
"O - oh tidak Aku baik, kok, cuma Aku kira kamu masih bujangan," balas Diva kaku.
"Aku punya dua Istri," jawab Ronald tak kalah membuat Diva berpegangan di Rak Toko tersebut.
"Kamu tidak baik - baik saja," ucap Ronald memapah Diva.
"Aku melewatkan sarapan Ku tadi pagi," jawab Diva
Ronald menuntun Diva untuk Duduk.
"Tunggu di sini Aku pesankan makanan," ujar Ronald
Tak lama Ronald datang membawa Kue yang di sukai Diva
"Bahkan Kamu masih mengingat Kue kesukaanku," batin Diva
"Makanlah dan ini minumnya," tandas Ronald
__ADS_1
"Maaf merepotkan mu," ucap Diva hati - hati.
"It's okay," balas Ronald
Hening
"Hon-" pekik Diva
"Maaf," sambung Diva menutup mulut
"Hm." Ronald mengerutkan alis.
"Jangan mengharapkan apa yang tidak akan bisa kembali lagi seperti dulu," tandas Ronald sambil memandang ke arah lain.
Tanpa seizin Ronald Diva memeluk Ronald. Hingga Ronald tidak bisa menghindar.
"Kamu hanya salah paham Hon. Dulu Aku tidak berniat meninggalkan Kamu sama sekali ... " ucapnya lirih
"Jujur di hati ini masih milik Kamu, semua kenangan kita. Aku masih simpan rapi di kamar ku," ucapnya lagi.
"Jangan gila Kamu, Div. Aku seorang ayah, bukan Ronald mu yang dulu. Wanita sepintar dirimu harus lebih berpikir logis," ungkap Ronald
Ronald melepaskan pelukan Diva.
"Sedikitpun tidak ada cinta lagi yang tersisa disini," tandas Ronald menunjuk hatinya.
"Apapun itu kita memang tidak berjodoh, jadi jangan bahas ini lagi," ujar Ronald lebih lembut.
"Kamu jahat, lalu kenapa kamu tidak mencari ku selama bertahun - tahun," sela Diva sesenggukan.
"Jangan menangis, Kamu hanya akan membuat Kita terlihat bodoh ini Mall Div, tolong," ucap Ronald
"Baiklah, antar Aku ke toilet, please, aku masih pusing," ucap Diva
Sesampainya di toilet wanita
Ronald tidak mencurigai polah mantannya itu. Tidakkah Ronald tahu cinta bisa membuat seseorang berbuat tidak wajar.
Keadaan yang sepi membuat Diva menarik Ronald ke dalam.
Brugh
Diva memojokkan Ronald
"Apa Kamu sudah gila. Diva yang Aku kenal wanita yang lemah lembut," ucap Ronald
Diva berjinjit, hingga tak ada lagi jarak diantara Mereka. Diva mencium Ronald menggebu.
__ADS_1
"Aku mencintaimu," sebelum mendaratkan bibirnya.
Diva ******* bibirnya mau tak mau Ronald mengambil tindakan mendorong Diva.
"Hentikan, Kamu kelewat batas, mulai sekarang jangan pernah tunjukan wajah mu lagi di hadapan Ku!" seru Ronald mengusap bibirnya.
Ronald ke luar dengan merapikan jas dan menata rambutnya kembali.
"Astaga," gumam Ronald
Di parkiran mobil.
Ronald bercermin pada spion depan mobil
"Shitt," umpat Ronald
Blag
Ronald menutup kaca depan dengan keras.
Ronald mengambil tissue. Untuk membersihkan sisa lipstik yang belepotan di luar bibirnya.
"Diva Div, mau Mu apa setelah menghilang begitu lama, hah. Kembali dengan menawarkan tubuhmu," geram Ronald.
Ronald memukul stir berulang kali. Sebelum melajukan kendaraannya. Ronald mengingat raut kekecewaan mendalam di wajah Diva, setelah mendapat makian darinya.
"Aku tidak bermaksud, tapi kamu sendiri yang sudah hilang akal," batin Ronald mulai men stater mobilnya.
Di tempat lain
Diva tidak sanggup menyetir mobil. Ia menepikan kendaraannya di jalanan sepi.
"Apa yang telah Aku lakukan, dia bilang dia sudah beristri, mempunyai anak. Lalu apa yang Aku lakukan," gumam Diva mengacak rambutnya.
"Sebesar itu, kah cintaku untuknya, hingga Aku baru menyadari rasa ini begitu dalam," ungkapnya kembali tersedu.
"Cinta membuat orang bodoh, dan hilang akal," ucap Diva meneguk mineral sambil terus menggerutu.
Diva melihat keadaanya begitu kacau. Riasannya berantakan karena menangis.
"Aku sudah seperti badut, ya ampun," ucap Diva menata kembali dandanannya.
"Maafkan Aku tuhan," sesal Diva telah menggoda Ronald.
Rasa cinta yang tertimbun di hatinya selama bertahun tahun, membuat Diva gelap mata. Dan melakukan hal yang tidak seharusnya. Yaitu mencium suami orang.
Broom broom
__ADS_1
Diva melajukan mobilnya pulang.