
Seminggu setelah Drama Esme. Azzah sudah rapi dengan Zayn. Azzah hari ini memutuskan untuk mengajak Zayn jalan - jalan ke mall.
"Kamu seneng, yah sayang keluar rumah, hem," ucap Azzah sambil mencium wangi shampo baby, lewat rambut putranya.
Zayn menyentuh pipi Azzah
"Hm ... kenapa putraku?" tanya Azzah
"Bu, sudah sampai," kata sopir taksi
Azzah memilih kendaraan umum untuk keluar rumah. Karena fasilitas kendaraan Esme lebih sering membutuhkannya. Ia memilih mengalah di banding harus meributkan pasal sopir pribadi.
"Ambil saja kembaliannya, pak," ucap Azzah merasa iba, karena dia juga mempunyai sosok Abah yang seumuran dengan Si Sopir taksi.
"Terimakasih banyak, Bu," katanya
"Sama - sama, Pak," jawab Azzah
Di Mall mega young
"Wah, lihat sayang kayaknya pas buat kamu," ucap Azzah, mendorong troli bayi sambil berkeliling ke store pakaian khusus baby.
Azzah membeli beberapa pasang setelan baju santai untuk Zayn, yang sudah mulai aktif bergerak.
Ketika akan mengambil topi bayi. Azzah mengalami perdebatan kecil dengan salah satu pengunjung toko.
"Maaf Bu sebelumnya, saya yang ambil duluan," kata Azzah
"Tidak saya dulu!" sentak Si Wanita.
"Mah ada apa, sih?" tanya Diva.
"Perempuan ini bilang dia yang mengambilnya dulu. Padahal Bunda akan memberikannya pada teman arisan Bunda, yang kebetulan baru melahirkan cucu, Div," ujar Rena
__ADS_1
"Maaf Mbak, eh Bu." Diva melirik bayi lelaki yang membuatnya salah fokus.
"Bund, udahlah biarin aja, Mbak ini, kan punya baby. Kita lebih baik mengalah, bisa cari lagi kok, tuh lihat di sana masih banyak," ucap Diva
Dengan terpaksa Rena melepaskan topi itu dan menyudahi perdebatan.
"Makasih," ujar Azzah berbinar
Rena melenggang pergi.
"Maafkan Bunda saya, Mbak eh manggilnya apa nih, boleh kenalan?" tanya Diva
"Boleh, Azzah." Azzah menjabat tangan Diva.
"Baby boy mu sangat tampan Azzah, kalau boleh tahu siapa namanya?" tanya Diva
"Zayn Edwin," jawab Azzah
"Ah ... nama edwin, kan bukan hanya mantan kekasihku. Mungkin saja namanya kembar, lagian dibelahan dunia mana aku tinggal," batin Diva.
"Hai sayang, Zayn, tante Diva gemes, deh, jadi pengen punya baby," celetuk Diva.
"Div, kamu ngapain masih di situ, buruan bantuin Bunda pilih topi!" seru Rena.
Azzah tersenyum, melihat Diva menuruti perkataan Bundanya.
"Sampai jumpa lagi Azzah, dah Zayn," pamit Diva.
Azzah masih tersenyum, melihat gelagat anak dan ibu yang menurutnya saling melengkapi.
Di rumah
Ronald memarahi pengasuh Zayn dan pembantu rumah Azzah, yang membiarkan Azzah pergi tanpa sopir.
__ADS_1
"Maaf Tuan, tapi Saya benar - benar kurang tahu Nyonya pergi ke mana. Saya sedang menyiapkan sarapan di dapur, begitu saya akan memanggil nyonya ternyata nyonya tidak ada di kamarnya. Saya kira nyonya sudah minta izin ke Tuan Ronald," ungkap Si Art
"Kamu tahu betul Azzah itu dari kampung, kalau dia sampai kesasar gimana. Apalagi dia pergi bersama putraku?" tanya Ronald
"Maaf tuan," balasnya
"Aku tidak membutuhkan kata maaf, sekarang coba kamu hubungi ponsel Nyonya Azzah," ucap Ronald
"S - sepertinya Nyonya tidak membawa handphone tuan," kata Pengasuh
"Lihat dia bahkan tidak membawa ponsel," geram Ronald.
Saat mengikuti dering ponsel Azzah ternyata berbunyi keras di sudut meja rias.
"Kamu tahu harus apa?" tanya Ronald dengan wajah memerah menahan emosi.
Mendung mulai menghiasi awan.
"Tuan Ronald jangan pecat saya. Saya menggantungkan diri pada pekerjaan ini, saya minta maaf tuan," ucap ke duanya memohon.
Ronald meninggalkan Mereka tanpa sepatah katapun. Sementara keduanya hanya harap cemas, menunggu sampai Nyonya nya pulang.
🥀🥀🥀🥀
"Tuan Ronald," ucap Satpam
"Ada apa," jawab Ronald ketus saat akan mengemudikan mobilnya keluar rumah. Si satpam mencegatnya.
"Nyonya tadi sempat memberikan saya amanat. Jika beliau akan pergi ke pusat perbelanjaan kota. Saya hanya di suruh menyampaikan pesan saat Tuan pulang rumah, maaf baru mengatakannya Tuan," ungkapnya
"Azzah hukuman kamu menanti lagi sayang, rupanya Dia membalas ku dengan ngambek begini, awas kamu, Zah jangan sampai mengeluh kelelahan malam ini," gumam Ronald.
Ronald tahu Azzah merajuk setelah Ronald semalam mengerjai Azzah habis - habisan. Mengatasnamakan Zayn untuk beralasan menggarap Azzah.
__ADS_1