Istri Ke Tiga Tuan

Istri Ke Tiga Tuan
Bab 25 - Subjektif


__ADS_3

Teduh mendukung suasana, Azzah tertidur menggunakan daster tipis sepanjang lutut. Azzah tidak sadar jika Ia sempat lupa mengunci pintu kamarnya.


Ronald ternganga melihat tubuh mungil mulus itu terpampang di depan matanya.


"Azzah kamu tidur, atau berniat aku tiduri?" tanya Ronald tak mendapat jawaban.


Semakin Ronald mendekat Ia mendengar dengkuran halus dari mulut Azzah.


"Nasib punya istri muda, menggoda iman," gerutu Ronald.


"Zah ... curi - curi sedikit boleh lah," batin Ronald.


Ronald membalikan tubuh Azzah dan menelan kasar saliva nya.


"Jangan salahkan Aku, jika bangun tidur nanti kamu akan kaget dengan banyak tanda di tubuhmu," gumam Ronald.


Ronald mengecup seluruh wajah Azzah dengan lembut. Tak berdosa yang Ronald pikirkan karena Ia mengerjai istri sendiri.


"Sayang, kamu membuat pisang Ku mengeluarkan tanduk," erang Ronald.


"Bangun lah sayang," bisik Ronald sambil meremas bokong Azzah.


Azzah yang terusik dalam mimpinya, tak sengaja menampar pipi Ronald karena gerakan tangan Azzah Ronald meringis kesakitan.


"Dasar Ronald, sembrono!" gumam Azzah di sela buaian mimpi.


Plak


"Argh!" teriak Ronald mendapat jurus dari Azzah.


"Gadis ini kacau sekali pola tidurnya," gerutu Ronald


Ronald terhenyak menatap wajah Azzah yang masih terlelap. Bahkan Azzah memakinya ketika di alam bawah sadar. Apa Azzah belum bisa mencintai Ronald.


🍃🍃🍃


"Aku akan membalas mu nanti, lihat saja," batin Ronald.


Di ruang tamu.


"Kenapa pipimu merah, hhha," tanya Esme sesekali tertawa karena bekas lima jari di wajah Ronald sangat ketara.

__ADS_1


"Gadis itu bar - bar sekali," gumam Ronald.


Senyum di wajah Esme langsung memudar.


Esme menaikan Alis. " Siapa, Azzah?" tanya Esme.


"Hm,"


"Berbaik hatilah padanya, rencana mu mau sampai kapan menampungnya di rumah ini," sewot Esme.


"Aku tidak akan meninggalkannya," ucap Ronald


"Apa Kamu sadar dengan perkataan Ronald?" tanya Esme mengeratkan gigi.


"Aku sadar, sehat , dan Aku menaruh hati kepadanya," ucap Ronald


"Lelaki plin plan, Di mana prinsip mu, kenapa hatimu goyah, kenapa Ronald yang aku kenal tidak selemah ini," ujar Esme


"Aku tidak tahu, aku baru sadar setelah melihat dia dengan lelaki lain, rasanya sakit, aku tidak terima," ujar Ronald.


"Ceraikan, dia atau kamu akan kehilangan aku, dia yang pergi atau Aku!" sentak Esme.


"Esme mau kemana kamu," tandas Ronald


Melihat kepergian Esme dengan Emosi yang tidak terkontrol. Ronald sadar kegalauan, rasa bimbang, tidak bisa memilih mengacaukan pikirannya saat ini.


[ Esme jika sudah tenang kembali lah ke rumah sayang, aku menunggumu, ] pesan singkat Ronald pada Esme.


Ronald akhirnya berangkat ke kantor dengan wajah sangar.


"Kenapa lift lama sekali," gerutu Ronald


Si asisten meneguk air liur melihat nada bicara Boss nya dengan intonasi tinggi.


"3 detik lagi, Boss," ucapnya


Ronald keluar lift sambil menatap para Staff dengan horor.


"Rapat hari ini di tunda, saya mau besok produk terjual dan omset penjualan naik, kalau tidak terjual gajih kalian taruhannya!" sentak Ronald bersuara tegas di tengah kerumunan Staf.


Ronald hanya datang ke kantor untuk mengomel.

__ADS_1


"Ck, siapa OB yang membuat kopi ini buruk sekali, dia mau membuatku diabetes?" tanya Ronald pada Asisten yang sedang membuka laptop di sudut sofa. Kemudian berdiri mendengar lepehan Ronald.


"Maaf Boss, saya akan menegurnya," kata Asisten menunduk.


"Bukan salah mu, panggil OB bodoh itu kemari," ucap Ronald ketus


"Pak B - boss, memanggil saya?" tanya OB lelaki tergagap.


"Kalau tidak bisa bekerja, kenapa bisa lulus di tahap ini, siapa yang bertanggung jawab jika sudah begini, ini iya masih saya, kalau sampai klien saya, bisa jatuh harga diri saya, memperkerjakan orang ceroboh seperti kamu," ujar Ronald menahan amarah.


"Saya tidak akan menghukum kamu, Bila kamu sadar sendiri akan kesalahannya, menurutmu hukuman apa yang pantas?" tanya Ronald bijaksana.


"Pak Boss mohon, saya masih ingin bekerja disini, kalau saya di pecat anak istri saya mau di kasih makan apa, cari kerja jaman sekarang susah Pak," ungkap si OB


"Kamu coba kopi ini!" seru Ronald.


"Maaf Boss, sebelumnya kopinya seperti biasa sesuai dengan takaran," jawab Si OB


"Kemari cicipi ini," panggil Ronald pada Asisten.


"Bekerjalah lebih baik lagi, pergi sana," ucap Asisten.


Di jam istirahat Ronald menyuruh semua Staf briving.


"Nggak salah nih, biasanya Si Boss ngumpulin kita di koridor gini, biasanya kan di ruangan pake snack lagi, lah ini udah berdiri, Ac di matiin lagi," gumam salah satu Staf.


Ronald berdiri tegap dengan gagahnya.


"Gimana panas?" tanya Ronald.


"Lapar?" tanya Ronald lagi.


"Hari ini ada tugas tambahan buat kalian, saya mau kasih tantangan. Marketing bulan ini harus bekerja Esktra bukan secara tim, saya akan kasih keuntungan secara Individu, dan untuk yang gagal siap siap mendapat sangsi," ultimatum Ronald.


"Dia salah makan atau gimana, sih mana bisa maksain kehendak gitu," gumam Elisa


"Bisa karena ini perusahaan saya, dan Saya Boss nya kalau keberatan bisa angkat kaki dari sekarang, mengerti?" tanya Ronald tanpa menatap Elisa


"Bubar," ucap Si Asisten


"Si Boss senggol bacok banget hari ini," batin Si Asisten.

__ADS_1


Ronald memiliki pendengaran yang jeli, mata setajam elang, kegigihannya pantas di apresiasi. Karena Ronald mendirikan perusahaan ini dengan kemampuan dan usahanya sendiri.


Dukung karya Author ya 🤗🤗🤗 ♥️♥️.


__ADS_2