Istri Ke Tiga Tuan

Istri Ke Tiga Tuan
Bab 19 - Hantu jadi - jadian


__ADS_3

"Mas bangun, solat subuh yuk." Azzah menggugah Ronald.


"Hm," balas Ronald malah mengeratkan pelukan dengan Azzah


"Mas ... " Ronald malah menaruh kepalanya di leher jenjang Azzah.


"Dingin sayang," ucap Ronald


"Kalau Mas Ronald bangun entar tak kasih hadiah," kata Azzah


"Apa itu," gumam Ronald, tanpa menjauhkan diri dari Azzah.


"Makannya buruan solat, Mas," suruh Azzah


Azzah menunaikan solat dengan Ronald sebagai imamnya. Azzah mengambil tangan Ronald untuk mencium tangan suaminya.


"Mas Ronald ganteng kalau pake peci," puji Azzah.


Di beri pujian positif, Ronald balik mencium kening Azzah yang masih menggunakan rukuh sholat.


"Mana hadiahnya, sekarang Mas tagih," celetuk Ronald.


"Hadiahnya udah barusan tadi," tandas Azzah


"Yang mana?" bingung Ronald.


"Curang kamu, Zah harusnya kamu yang memberi kecupan bukan Mas," nada kesal Ronald.


"Tapi, kan Mas Ronald nyosor duluan," alih Azzah.

__ADS_1


"Mas, Aku seneng kamu udah nggak marah lagi," ungkap Azzah


Ronald mengusap telapak tangan Azzah, dan menciumnya.


🍁🍁🍁


Saat sesi sarapan.


Esme mencium bau mie instan, mendadak Esme gelisah, karena itu adalah godaan terberat Esme. Semasa remaja Esme pernah masuk ke rumah sakit, karena radang tenggorokan akibat sering mengonsumsi mie Instan.


Gaya hidup tidak sehatnya membuat Esme di rawat selama beberapa minggu di rumah sakit. Sebagai sahabat dekat Ronald panik mendapat kabar Esme sakit. Ronald melarang Esme memakan Mie instan, jika sampai ketahuan Ronald Esme bisa Ronald adukan ke ibundanya. Omongan Ronald yang sudah memberikan pantangan itu akhirnya dituruti Esme.


Pernah Esme melanggar hingga Ronald geram dan tidak mau bicara pada Esme selama satu bulan lamanya. Karena Esme sembunyi - sembunyi menyeduh mie instan di atas genteng rumah. Esme menghindari kamera pengawas keamanan di setiap sudut rumah. Salah satu teman Dokter tampan yang pernah merawat Esme adalah Dokter Badar.


"Siapa yang masak mie?" tanya Esme


"Lain kali kalau mau, makan makanan cepat saji, jangan saat Aku ada di rumah," peringat Esme.


"Iya," balas Azzah tanpa mau menanyakan lebih.


"Satu lagi, Charlotte alergi coklat, jangan kamu kasih dia selai coklat!" seru Esme meninggalkan meja makan.


Charlotte mengangguk kepala karena Azzah meliriknya.


"Maaf Mbak, aku bener - bener nggak tau," ujar Azzah


"Kamu nggak usah repot repot masak lagi, udah ada pembantu," kata Charlotte.


"Iya Mbak," balas Azzah.

__ADS_1


"Zah, apa makanan yang kamu suka?" tanya Charlotte.


"Aku suka semua jenis makanan Mbak," jawab Charlotte.


"Yang Aku tidak suka karena Aku menjadi istri ketiga, Mbak," batin Azzah.


"Loh Esme, mau kemana kamu, udah sarapannya?" tanya Ronald.


"Jadi nggak selera," cuek Esme.


"Mas Aku berangkat dulu ke bandung, pabrik menerima banyak pesanan. Aku akan mengeceknya sendiri. Permintaan pasar melonjak sejak mengganti model produk," terang Esme.


"Baiklah, hati - hati, lalu kapan pulang?" tanya Ronald


"Kalau aku nggak pulang emang kamu nyariin?" tanya Esme.


Esme memeluk Ronald dan mencium tangan Ronald pamit.


Charlotte menatap datar kedua insan tersebut.


"Aku ke belakang dulu, Mas mau ngambil mie instan tadi Aku sempet rebus," kata Azzah


Ronald mengelap mulut dengan tisu dan memberikan wejangan untuk Azzah.


"Mau makan boleh, tapi kalau lagi ada Esme Kamu makannya di kamar," kata Ronald


"Nanti kalau di minta Esme bisa habis nggak ada sisa," ucap Ronald.


Pernyataan Ronald mendapat tertawaan dari Charlotte. Agar tidak garing Azzah juga ikutan tertawa, padahal Azzah sendiri tidak tahu di mana letak kelucuannya.

__ADS_1


__ADS_2