Istri Ke Tiga Tuan

Istri Ke Tiga Tuan
Bab 6 - Mengambil hati


__ADS_3

Hari yang ditunggu tiba, pernikahan Azzah dan Ronald telah disetujui kedua belah pihak, serangkaian acara usai.


Azzah langsung Ronald boyong ke kota malam itu juga. Di perjalanan yang menempuh jarak berjam - jam, membuat Azzah tertidur pulas. Sementara Ronald menyetir dengan fokus.


Ronald mengerti mungkin Azzah kelelahan. Ia membiarkan Gadis yang kini sudah sah menjadi istrinya, tidur tanpa gangguan.


Tujuh jam kemudian.


Masih di dalam mobil.


"Azzah." Ronald membangunkan Azzah


"Eugh," lenguh Azzah


"Sudah sampai, Zah bangun," kata Ronald sambil menyentuh pundak Azzah.


"Hm ... mas ada apa?" tanya Azzah


"Sudah sampai, lihat di depanmu," kata Ronald lagi


"I - itu rumah Mas Ronald?" tanya Azzah gugup


"Hm."


Rumah berlantai empat dengan cat berwarna dominan putih, juga luas halaman yang membuat Azzah termangu.


"Jadi Mas Ronald ini orang kaya," batin Azzah


"Malah bengong, sih Azzah," ucap Ronald


"Mas kamu orang kaya, yah?" tanya Azzah


"Kamu baru sadar?" tanya balik Ronald

__ADS_1


Tatapan Ronald membuat pipi Azzah merah merona. Sebelum turun mobil Ronald sempat mengelus pipi Azzah yang sehalus kapuk dengan lembut.


Ronald menggandeng tangan Azzah mesra. Azzah yang canggung, merasakan keringat membasahi telapak tangannya. Ronald menghentikan langkah kaki sebelum masuk rumah.


"Baru rasa, yah digandeng cowok dan itu langsung sama Suami ganteng kamu ini, nggak usah nervous." Ronald semakin mengeratkan genggaman tangannya.


Tanpa diketuk pintu utama rumah otomatis terbuka. Azzah ternganga dibuat takjub dengan isi rumah, yang penuh dengan barang barang yang harganya jauh di atas standar keluarga Azzah.


Azzah kini tahu jika suaminya bukan orang sembarangan. Bahkan sofa ruang tamu terbuat dari bahan kulit hewan asli.


Azzah mengintai sekitar dengan ekor matanya, bisa dibuktikan Ronald memang di kalangan orang berada.


"Ini rumah kamu bangun sendiri atau beli kes Mas?" tanya random Azzah


"Kenapa kamu nggak percaya ini rumahku?" tanya Ronald


"Percaya Mas, Azzah cuma pengen tahu aja," ucap Azzah


"Dilanjut nanti tanyanya, sekarang kamu naik ke atas dan mandi terus ganti baju," ujar Ronald


Hufft


Ronald menghembuskan napas.


"Azzah ... tenang saja disini airnya hangat, ada Heater, ingat kamu mandi pakai shower bukan gayung," tandas Ronald


"Lagian kita habis perjalanan jauh, memang kamu betah langsung tidur?" tanya Ronald


Azzah tidak hidup kekurangan. Ia lahir di keluarga yang cukup ekonomi, tapi Azzah terbiasa sederhana, makan nggak royal, pakaian dan gaya hidup yang biasa saja. Jelas menyombongkan diri jauh dari ajaran Abah dan Uminya.


Di dalam rumah sepi dan hening, entah Azzah juga tak ingin banyak bertanya, rasa kantuk dan pegal saat ini Azzah rasakan. Azzah dan Ronald menaiki anak tangga. Ronald menyuruh satpam yang berjaga dirumahnya, untuk nanti membawa koper Azzah ke dalam kamar.


.

__ADS_1


.


"Nah, ini kamar kita," ucap Ronald


"Dua kamar di sebelah kita, kamar siapa mas?" tanya Azzah


Ronald bergeming.


"Mas." Azzah membangunkan lamunan Ronald


Ronald malah tersenyum sambil berjalan ke arah toilet


"Mas kamu nggak salah, kan?" tanya Azzah


"Masa bikin kamar mandi kaca, mana tembus pandang gini, katanya orang kaya, kalau ada orang lihat gimana aku lagi bugil?" tanya Azzah lagi


Ronald mengerutkan alis.


"Zah ... kalau kamu mau mandi tutup dulu tirai muter sampe rapet, dari ujung sana sampe sini, nih pakai kontrol ini," terang Ronald sambil menekan tombol remot


"Sampai sini paham, sayang?" tanya Ronald


Jantung Azzah seperti disko ria, mendengar panggilan 'sayang' dari Ronald.


"Dadaku kenapa berdetak lebih kencang, kaya genderang mau perang," gumam Azzah di dengar Ronald.


"Sebelum berperang mandi dulu, atau mau Mas Ronald mandiin," goda Ronald.


Glek


Azzah sulit menelan ludahnya sendiri.


"Nggak usah Mas, ya udah Azzah mandi dulu." Azzah segera melesat dengan kilat, tak ingin berlama - lama dengan Ronald. Sebab Azzah merasa ada yang tidak beres dengan dirinya.

__ADS_1


Ronald memegangi perutnya. Ia tertawa geli melihat Azzah yang lari tanpa membawa handuk, Ronald mempersiapkan diri karena sebentar lagi akan ada pertujukan seni sesungguhnya.


Jika Azzah meminta pertolongan, sebaliknya Ronald punya ide mengerjai Azzah.


__ADS_2