Istri Ke Tiga Tuan

Istri Ke Tiga Tuan
Bab 49 - Mendamaikan diri


__ADS_3

Seminggu sudah setelah kepulangan Azzah. Diam - diam Abah melihat Azzah menangis di saat situasi sepi.


"Maafkan, Abah Azzah, baiklah Abah tidak akan memisahkan kalian, Abah sadar telah menyiksamu secara tidak langsung," batin Abah


Abah dan Umi menelpon Ronald untuk menjemput Azzah pulang ke kota.


"Jaga baik - baik Azzah, kami titip Dia dan cucu kami," ucap Abah di telpon dengan Ronald.


"Pasti Abah, Ronald mencintai Azzah, dan Istriku apakah dia sehat bersama bayi Kami?" tanya Ronald.


"Dia sedikit berisi sejak hamil muda, tapi Abah tahu pikirannya tak jauh dari kamu. Abah minta lupakan semuanya, rajut kembali agar lebih kokoh, jangan pernah tinggalkan dan sakiti Azzah, hanya itu yang Abah minta," ujar Abah berpesan


"Ronald janji, Bah," jawab Ronald mantap.


"Besok Ronald jemput Azzah, Bah!" seru Ronald


"Hm,"


Sementara Mirza mendengar semuanya geram.


"Mirza sejak kapan kamu di situ," kata Abah


"Mirza nggak salah dengar, Bah?" tanya Mirza.


"Abah merelakan Azzah bersama Ronald lagi, bukannya Abah sudah tahu sendiri Ronald seperti apa," ujar Mirza.


"Semua orang punya masa lalu Mirza, mereka punya masa kelam. Abah tidak sanggup melihat Azzah menangis menyendiri tanpa Abah sadari Abah sudah melukai putri Abah sendiri. Sekarang kebahagiaan Azzah apapun itu Abah ada untuk dia," jelas Abah


Mirza menggelengkan kepala.


"Jika Azzah kembali tersakiti, jangan pernah menyalahkan diri Abah sendiri lagi," tandas Mirza kecewa berlalu pergi.


Di sisi lain

__ADS_1


"Mau kemana Ronald?" tanya Esme .


Ronald mengenakan celana jeans dengan kaos putih yang sempat di belikan Esme. Sedangkan Jaket kulit coklatnya pemberian Charlotte.


"Masih ada yang kurang, topi dan kacamata," kata Ronald.


"Kamu wangi, rapih gini mau ke mana Suamiku?" tanya Charlotte.


"Menjemput Kedamaian," kata Ronald.


Esme dan Charlotte mengernyit.


"Aku pergi dulu," ucap Ronald mengecup kening Esme dan Charlotte mencium tangan Ronald.


"Aku tidak akan lama," tandas Ronald.


"Zero, Zarina papah tinggal dulu, Zero jangan nakal, Zarina jangan cengeng," kata Ronald


Kedua bayi tersebut seakan mendengar ucapan Ronald. Mereka menggerakkan tubuh bersama - sama.


Tak ada yang tahu niat keberangkatan Ronald untuk menjemput Azzah.


"Mbak Suamiku nggak bilang mau ke mana?" tanya Charlotte.


Esme menyipitkan mata.


"Bertemu rekan bisnis mungkin," jawab Esme


"Atau menemui Si Udik," batin Esme kepanasan.


Di rumah


Azzah sedang berdandan cantik mendengar Ronald akan datang menjemputnya.

__ADS_1


"Umi, baju sama riasan Azzah gimana?" tanya Azzah pada Umi.


"Simpel tapi cantik sayang," ucap Umi.


Mirza melihat Azzah begitu bahagia, hanya pasrah. Mendoakan Azzah ke depannya.


"Semoga dia bisa memegang ucapannya, sebagai Kakak kembalilah saat dia kembali menyakitimu. Kakak pastikan dia benar - benar menyesal!" seru Mirza mengacak rambut Azzah.


"Umi, Kak Mirza, tuh!" seru Azzah


"Mir!" tegas Umi


Mirza pergi melambaikan tangan dari belakang.


"Kakak masih belum sepenuhnya memaafkan Mas Ronald, Umi," kata Azzah


"Dia terlalu menyayangimu, terlalu berat baginya mengikhlaskan kamu lagi, setelah tahu yang sebenarnya," balas Umi


"Sudah jangan sedih calon Ayah anakmu akan datang, sambut dia dengan senyuman," ucap Umi


"Umi makasih," peluk Azzah


"Sama - sama sayang!" seru Umi.


Di perjalanan


Ronald bersiul menyetir mobil dengan penuh kebahagiaan.


Tengok ke kanan dan ke kiri sambil terus membayangkan tinggal dan mendampingi Azzah sampai hamil tua.


"Terima kasih Ya allah engkau mengizinkan keluargaku kembali utuh, menyatukan kami lagi, melengkapi kebahagiaan ini lagi. Aku berjanji akan menebus semua kesalahan Ku padanya," batin Ronald.


Saat di persimpangan jalan

__ADS_1


Tott tottt


Lampu tembak mobil menyilaukan Ronald. Ronald yang tengah sibuk dengan pikirannya sendiri. Dan Sopir truk yang oleng karena hilang kendali. Tabrakan tak dapat di hindari mobil Ronald keluar jalur trotoar, sementara Truck tersebut menabrak pembatas jalan.


__ADS_2