Istri Ke Tiga Tuan

Istri Ke Tiga Tuan
Bab 29 - Anak mu Anak ku


__ADS_3

"Aku pengen semua jenis mangga Ronald, tapi nggak boleh kurang harus sepuluh jenis yang beda - beda," kata Esme


"Iya itu urusan gampang," kata Ronald


"Tapi aku mau yang setengah mateng, pengen rujak mangga,"


"Gimana kalau beli rujaknya aja?" tanya Ronald.


"Nggak mau ... aku pengen kamu yang racik rujaknya nanti!"


"Hah, Esme aku ini laki - laki, masa suruh bikin sambel sih,"


"Anak kamu yang minta Ronald." Esme


Ronald mencari mangga ke beberapa kios buah. Lalu sekalian menjemput Azzah kuliah.


"Gimana kuliahnya?" tanya Ronald


"Ya kuliah ya kuliah Mas, kamu pikir bikin adonan," sela Azzah mendapat jewer telinga dari Ronald.


"Ih, sakit tahu, Mas!" seru Azzah.


"Ya kamu lagian," gumam Ronald


Ronald menenteng plastik - plastik berisi permintaan Esme.


"Azzah yang kupas, kamu yang racik bumbunya Mas," suruh Esme.


"Sudah Mbak biar Azzah saja, kasihan Mas Ronald,"


"Kamu yakin?" tanya Esme

__ADS_1


Dan setelah lima belas menit, Azzah membuat rujak khas pedas manis.


"Hem Aku tidak selera, kami bagi bagikan saja rujaknya," pinta Esme.


"Esme kamu apa apa an kamu jangan jadiin alesan kasihan Azzah,"


"Siapa yang ngerjain, sih orang Aku emang udah nggak napsu, kok!" melenggang pergi.


"Mas, cobain sedikit enak loh," ucap Azzah


"Aku nggak suka pedes, Charlotte suka sisakan untuk dia," jawab Ronald


Azzah membagikan rujak buah ke tetangga dekatnya.


Usia kandungan Esme sudah masuk bulan ke empat. Saat itu jadwal USG, Esme meminta Ronald menyempatkan pulang.


"Bayi nya sehat ,Bu, Mereka kembar satu laki - laki dan satu perempuan," ungkap Dokter Isabel.


Esme begitu bahagia memeluk Ronald. Ronald pun tak kalah tercengang ternyata Rudalnya menembakan bibit unggul.


"Iya Ronald!" seru Esme


"Kita rayakan kebahagiaan ini, aku akan mengadakan pesta untukmu Esme, kamu sudah memberiku harta terindah, terimakasih sayang," ujar Ronald.


Di rumah


"Ada apa ini, Bi?" tanya Azzah melihat Staff dekor di rumah utama.


"Tuan Ronald mengadakan acara besar karena Nyonya Esme mengandung anak kembar," ujar Bibi.


"Benarkah?" tanya Azzah

__ADS_1


Azzah ikut bahagia mendengar kabar itu. Tak kalah dengan Charlotte yang tidak menyangka setelah dulu Esme di vonis memiliki kandungan yang lemah. Kini malah berhasil mencetak dua gol.


Di ruang privat keluarga.


"Suamiku anak Mbak Esme juga anakku, kan?" tanya Charlotte.


"Iya sayang kita keluarga," balas Ronald.


"Suamiku mungkin aku tidak pantas mengatakan ini, tapi bisakah aku menganggap satu anak Mbak Charlotte sebagai anakku?" pinta Charlotte.


Ronald mengernyit.


"Aku tidak setuju," sambar Esme.


"Mbak aku mohon, apa aku harus mengadopsi anak lain dari panti asuhan sementara, Mbak akan melahirkan kembar, lagi pula mereka tetap akan menjadi anakmu, aku tidak akan memisahkan dia dengan ibunya. Aku hanya ingin mengasuhnya," kata Charlotte.


Mengingat Charlotte pernah melewati masa depresi karena keguguran. Esme merasa iba. Charlotte sempat dalam masa terburuknya, dimana Ronald sampai mengutus pihak terapi psikis, untuk menyembuhkan trauma Charlotte.


"Baiklah, hanya untuk mengasuh tapi untuk hak asuh anak kamu tidak berhak. Karena aku yang melahirkan dan aku yang mengandung," ujar Esme.


"Esme apa kamu yakin?" tanya Ronald.


"Aku yakin Ronald, lagi pula Aku tetap ibunya, dan Charlotte hanya membantu mendidik dan mengasuhnya. Aku lebih mempercayakan anakku di urus Charlotte dibanding Baby sitter," ungkap Esme.


"Putri ku akan di rawat oleh Charlotte, aku yakin dia lebih telaten mengurus peri kecilku nantinya," gumam Esme


"Putraku akan menjadi penerus Keluarga Edwin," ucap Esme bangga.


"Tentu saja, itu sudah pasti bagi jagoan ku," jawab Ronald


"Putra ku akan mewarisi wajah tampan Ayahnya dan mewarisi ketangguhan ku," batin Esme.

__ADS_1


Charlotte bahagia tak terkira akhirnya impiannya untuk menimang bayi terwujud. Meski hanya menjadi ibu asuh tapi Charlotte amat mensyukurinya.


"Aku tidak sabar melihat putri cantikku," batin Charlotte.


__ADS_2