
"Mas Ronald," pekik Azzah melihat postur tegap Suaminya berdiri di hadapannya.
"Kalau mau pergi izin dulu sama suami, jangan main kabur," bisik Ronald melirik Zayn yang tertidur di troli bayi.
"Siapa yang kabur, sih Mas. Azzah cuma refreshing kata anak jaman sekarang, tuh healing atuh healing," kata Azzah
"Hhha," tawa Ronald
"Mas!" seru Azzah menutup mulut Ronald
"Iyah iya, Mas kaget saja kamu udah bisa ikutin cara ngomong orang kota. Tapi gaul kamu masih kelihatan medok, karena gaya bicara desamu itu," ejek Ronald disertai canda.
"Hih, aku nggak mau kasih jatah minggu ini," kata Azzah
"Oh no itu wajib sayang, kamu dosa nolak suami, nanti suami cari yang seger - seger di luar gimana?" tanya Ronald memancing Azzah.
"Apa istri kamu aja udah tiga ilang satu, kamu masih mau nambah, mau jadi kanjeng doso versi apa kamu?" kata Azzah nyleneh.
"Kanjeng dosa kamu, Mas!" bisik Azzah
Ronald terkikik geli.
"Yang segar - segar tuh, kan banyak sayang. Ada es degan, papi es thea masih banyak lagi, pikiran kamu aja yang kemana - mana," balas Ronald.
"Bercanda sayang." Ronald memeluk Azzah
"Ih mau dong, punya sugar daddy kayak gitu," sambar Abg labil.
"Mau juga dipeluk," ucap Siswi abu abu
Azzah melirik tajam pada Ronald.
"Tuh kamu di kira om - om," ucap Azzah
"Yah, kan kamu kelihatan unyu - unyu ayang," ucap Ronald mencium pipi Azzah
Ronald berlanjut menyuapi Azzah dengan kentang goreng ala ala.
"Kita pulang, yuk, dah mau hujan sayang," ucap Ronald
"Hm," balas Azzah
Setelah Ronald membayar bil makan Azzah. Ronald mengemudikan mobilnya pulang ke rumah.
"Lain kali kalau ngambek nggak usah main pergi, bilang aja mau apa pasti abang beliin," ucap Ronald meniru gaya Mirza.
__ADS_1
"Ih apaan," ucap Azzah menepuk bokong Zayn yang masih tertidur pulas.
Sesampainya.
"Mas mending kamu balik ke rumah utama, mungkin Mbak Esme sudah menunggu kamu," kata Azzah
"Aku lagi kangen sama kamu," ucap Ronald
Ronald mengambil Zayn dari pangkuan Azzah.
"Dede bobo dulu, mama sama papa mau pacaran hihi," gumam Ronald.
"Wong gendeng," batin Azzah
Dan terjadilah wik wik wik, yang mengisi suara dalam kamar tersebut.
🥀🥀🥀🥀
Pagi hari
"Mas bangun," ucap Azzah lembut.
"Aku libur Sayang, aku boss nya. Kita liburan bareng Esme dan anak - anak , yah," kata Ronald
"Ke puncak," balas Ronald
"Asik." Azzah memeluk Ronald erat
"Yang ... boleh juga mangga nya nganggur, yah?"
"Siapa bilang, ini aku lagi mompa Asi buat Zayn," tandas Azzah.
Cup
Ronald mengucek mata dan mengecup bibir Azzah sekilas.
"Sarapan, gih Yang," ucap Azzah
"Apa tadi kamu panggil, Mas apa?" Ronald segera menyibak selimut.
"Hm, Mas aku kebelet pipis," elak Azzah
"Eyyy ... mau kemana Kamu, hah?" Ronald mencekal tangan Azzah.
Azzah yang otomatis tertarik duduk di pangkuan Ronald. Saat akan mendekatkan bibir.
__ADS_1
Tok tok
"Tuan, Nyonya sarapannya sudah ready," teriak Art.
"Pembantu mu gaul bener, Yang?" tanya Ronald
Azzah mengedikan bahu.
"Sebenarnya sih kemarin mau Aku pecat," celetuk Ronald.
"Jangan berani pecat mereka, Mas," balas Azzah
"Why?" tanya Ronald
"Mereka udah kayak keluarga buat Aku Mas,"
"Oke dengan satu syarat," kata Ronald.
"Cium dulu," ucap Ronald
"Yang tadi, kan udah,"
"Itu Mas yang nyium bukan kamu." Ronald menyembunyikan wajahnya di dada Azzah.
"Geli Mas," kata Azzah
"Geli- geli enak, kan kamu aja nagih, diam aja kalau di kerjain," sindir Ronald.
"Mas!"
"Ayok buruan gosok gigi, terus sarapan Aku tunggu di bawah," ujar Azzah
Azzah menjauhkan bayi besarnya.
"Pelit," ucap Ronald
Azzah berbalik dan menghujani Ronald dengan kecupan.
"Udah tuh, Aku baikan?" tanya Azzah
"Itu udah tugas kamu, harus jual murah sama suami," kata Ronald mendapat jeweran dari Azzah.
"Aduh iya- iyah ampun sayang, istriku yang paling cantik. Azzah putri kesayangan Abah," ujar Ronald mengaduh kesakitan.
"Tadi di cium -cium, sekarang di jewer- jewer!" gerutu Ronald.
__ADS_1