
Ronald mengetuk pintu kamar Esme.
Tok Tok
"Ronald?"
"Malam ini aku ingin tidur denganmu," ucap Ronald
Esme menarik ke atas ujung bibirnya.
"Masuklah," kata Esme membuka pintu lebar untuk Ronald.
Ronald merebahkan tubuh di ranjang milik Esme, dengan posisi tangan sebagai alas kepalanya. Esme memilih duduk di sebelah kiri Ronald.
"Ini malam pertama kamu dengan gadis kampungan itu, lalu kenapa malah datang ke kamarku?" tanya Esme
"Dia menolak ku," kata Ronald
"Aku disini selalu ada buat kamu," ujar Esme mengelus lengan Ronald
"Maaf kalau belakangan ini Aku mengabaikan kalian," kata Ronald
Esme mensejajarkan wajahnya dengan Ronald.
"Sayang ... kamu ini bicara apa, Aku juga minta maaf kalau sering sensi," ucap Esme membelai lembut wajah Ronald
Ronald membalas dengan mengecup kening Esme.
Jadi, tidurlah Mereka berdua saling memeluk dan menghangatkan. Sedangkan Azzah memandang penuh kecewa, ranjang tempat biasa Ronald tidur di sampingnya.
"Dia marah padaku, sampai tidak kembali," gumam lesu Azzah.
__ADS_1
Azzah tertidur dengan posisi menyamping dan menyelimuti rapat badannya.
Pagi hari
Azzah masih tak melihat batang hidung Ronald. Azzah kembali memutar kepingan malam kemarin saat Ronald mengutarakan kekesalannya.
"Cari Mas Ronald, yah?" tanya Charlotte
"Dia pergi sama Esme tadi, pagi - pagi sekali, kelihatannya akan ada kabar baik sepulangnya," tekan Charlotte
"Maksud mbak?"
"Mereka pasti sedang mengulang masa masa bulan madu mereka lagi, bukankah kamu sudah menolak Ronald!" seru Charlotte.
"Bagaimanapun Ronald hanya lelaki biasa, yang butuh wanita pengertian di sampingnya. Kamu membuat moodnya buruk, dan dengan senang hati Esme akan memuaskan Ronald," sela Charlotte meninggalkan Azzah di rumah sendirian.
Charlotte mengambil kunci mobil dan mengendarai roda empatnya keluar halaman.
"Kenapa mereka semua mengucilkan ku," kata Azzah menelaah perkataan Charlotte barusan.
.
.
.
"Non, Azzah," panggil satpam rumah
"Iya, Pak ada apa?" tanya Azzah
"Apa Nona sedang kesepian?" tanya Pria beruban tersebut.
__ADS_1
"Bapak temenin, Yah, Non!" seru Satpam
Azzah mulai curiga dengan gelagat Satpam rumahnya itu. Dengan membuang pikiran negatif Azzah menjawab.
"Nggak, kok masih ada televisi dan handphone Azzah bisa dapet hiburan, Bapak sudah boleh keluar silahkan jaga pos," ujar Azzah karena dirinya risih, di dalam keadaan rumah yang hanya ada Azzah dan Pak satpam tersebut.
"Mau kemana, Non sini dulu ngobrol juga boleh, Kok sama Bapak," kata Satpam sambil menyentuh tangan Azzah.
"Bapak apaan, sih ... jangan sembrono saya ini istri Mas Ronald!" tegas Azzah
Tak suka dengan perilaku tak senonoh Satpam rumah Ronald. Azzah berniat menjauh dan mengambil handphone dari saku bajunya.
"Non Azzah mau ngadu sama tuan Ronald, sudah telat, Non pasti dia lagi enak sama Nyonya Esme, mereka bahkan tidak memperdulikan Nona!" tekan Satpam
"Bukan urusan Bapak mencampuri rumah tangga saya, silahkan Bapak keluar, pintunya di sana," tunjuk Azzah masih dengan toleransinya karena berbicara dengan orang sepuh.
"Hei, hei Istri muda tuan Ronald ternyata galak sekali, Bapak semakin suka," Satpam itu memeluk Azzah dengan kasar.
Plak
Tamparan dihadiahkan Azzah atas kurang ajarnya si Satpam, yang sudah tua keladi tidak sadar umur.
"Jangan sok suci Nona," si Satpam mengusap darah yang keluar di sudut bibirnya karena tamparan Azzah.
"Perempuan naif kemari kau!" teriak Satpam saat Azzah memilih berlari ke lantai atas dan mengunci kamarnya.
Dengan panik Azzah berusaha menghubungi nomer telepon Ronald.
"Mas angkat," desah Azzah gemetar
Dug dug dug
__ADS_1
Gedoran pintu dari luar kamar Azzah semakin keras terdengar.
"Buka wanita sialan!" seru si Satpam.