
Esme pulang dengan wajah heran. Ia menatap heran ke bangunan baru di belakang rumah utama.
"Nyonya biar saya yang bawa kopernya ke dalam," kata Art
"Bi, dua minggu selama aku tidak di rumah, apa Ronald membangun rumah lagi?" tanya Esme
"Iya, Nyonya buat Non Azzah," beri tahu Art
"Apa!" seru Esme
Dengan wajah marah Esme menuju halaman belakang.
"Mba, baru pulang, yah?" Azzah yang tengah bersantai sore hari di depan teras rumah barunya.
Pyur
Esme menyiram gelas air putih yang dekat dengan meja Azzah.
"Kamu ini istri muda tapi banyak maunya, ngrayu apa kamu sama Mas Ronald sampai dia mau bangunin rumah buat kamu?" tanya Esme ber - api api.
"Aku nggak minta di buatin rumah, kok Mba, aku cuma minta izin kuliah, dan tinggal di luar, tapi Mas Ronald mengizinkan kuliah, jika Aku tetap tinggal di lingkungan ini, asal bukan di luar sana," jujur Azzah.
"Kamu kuliah, orang kampung kaya kamu, matre juga, yah kamu manfaatin Ronald," ketus Esme
"Mbak, kenapa, sih Mbak selalu nggak respect sama Azzah, Azzah nggak pernah mau cari masalah sama Mbak," ujar Azzah.
"Kamu itu cuma bakteri, sekarang udah jadi biang kerok, ini rumah, besok apa lagi?" tanya Esme mendelik
__ADS_1
"Asal kamu tahu, yah Aku nggak akan biarin kamu seenaknya di sini, Aku sebagai Istri Ronald saja tidak banyak omong, kamu baru jadi istri berapa bulan nuntut ini itu!" seru Esme sambil mendekat dan mencengkram tangan Azzah dengan ujung kukunya.
"Ingat Gadis kampung, sampai kapan pun tetap kampung, kuliah haha!" teriak Esme.
"Mbak, sakit ... " ringis Azzah
"Sakit kamu bilang, Aku lebih dulu merasakan sakit yang kamu rasakan!" tekan Esme
"Asal kamu tahu, Ronald hanya mencintaiku, hatinya untukku dan sekarang Charlotte sedang hamil, 50 % kekayaan Ronald akan jatuh di tangan pewarisnya, untuk kamu tidak akan mendapatkan apa - apa!" tegas Esme
Mengibaskan tangan Azzah.
"Apa yang membuat Mbak sangat membenciku?" tanya Azzah
Cuih
Esme meninggalkan Azzah dengan meludah ke rumput teras Azzah.
Azzah menangis memegang luka di tangannya karena bekas cakaran kuku Esme.
"Semoga suatu saat kamu sadar, Mbak, dan tuhan memberikan hidayah untukmu," batin Azzah.
Di jam kuliah
Azzah mendapatkan waktu kuliah sore.
"Kenapa tangan kamu, zah?" tanya Medina
__ADS_1
"Oh ini, hanya kena setrikaan, aku kurang fokus," kilah Azzah
"Melepuh dong, pake salep saja, lukanya jangan ditutupin , biar kering kena angin," kata Medina
"Iya terimakasih sarannya," balas Azzah
.
Selama jam kuliah Azzah mencermati setiap materi dari Dosen. Ia berusaha memahami dan memasukannya ke pentium otaknya.
"Ibu minta kalian bikin desain menurut selera kalian masing - masing dengan tema Summer. Ibu mau tugasnya udah ada di meja besok," ujarnya
"Siap, Bu," jawab kompak mahasiswa - siswi tersebut.
Di dalam rumah
Esme sudah menunggu kepulangan Ronald dengan wajah jutek.
"Hai, Esme Ku, pulang kapan, kamu makin berisi saja," kata Ronald
"Iya cuma makan, tidur soalnya dapet rumah, kuliah," sindir Esme
"Kamu mau kuliah?" tanya Ronald
"Kamu kasih izin Azzah maksudnya apa, sih?"
"Loh nggak ada ruginya juga, Aku ngizinin dia kuliah," ucap Ronald
__ADS_1
"Sekarang Kamu bilang gitu, suatu saat kamu akan menyesal Ronald," ketus Esme menaiki anak tangga kesal.
Ronald mengusap wajahnya kasar.