Istri Ke Tiga Tuan

Istri Ke Tiga Tuan
Bab 28 - Esme momen


__ADS_3

"Charlotte," panggil Ronald


"Suamiku," sahut Charlotte dengan wajah sembab.


"Bayi Kita," gumam Charlotte.


"Sayang, masih ada Aku, ada Azzah, Esme semuanya menyayangimu," ucap Ronald.


"Suamiku, aku gagal memberikanmu anak, apa kamu akan membenciku," kata Charlotte.


"Tidak mungkin," memeluk Charlotte.


"Mana yang sakit?" tanya Ronald.


"Hatiku Suamiku, rasa sakit karena dia pergi dari hidupku," Charlotte kembali mellow.


"Makan dulu sayang, kamu harus sembuh, jangan sakit seperti ini aku juga sakit melihatmu begini," ujar Ronald.


Charlotte masih sesenggukan sambil memiringkan tubuh membelakangi Ronald.


"Maafkan aku anakku, Ibu yang melenyapkan mu ibu macam apa yang tega membunuh anaknya sendiri," gumam Charlotte.


"Charlotte jangan bicara seperti itu," ucap Ronald tidak suka.


"Kenyataannya memang begitu, dia pergi karna aku memakan buah sialan itu, aku tidak tahu jika karena terlalu banyak memakannya jadi seperti ini," ucap Charlotte menyalahkan diri sendiri.


"Dia sudah tenang di surga dia akan menjadi bunga dan penolong ayah ibunya kelas, jadi jangan pernah menyalahkan diri sendiri, karena anak kita dipilih Allah," ujar Ronald


"Tapi Suamiku, apa Allah tidak percaya dan menitipkannya padaku. Apa belum pantas aku menjadi seorang ibu?"


"Setiap hari aku berbicara kepadanya, mengambil napas yang sama, memberinya asupan makan, aku jaga semua yang terbaik untuk Baby, tapi kenapa ... " tangis Charlotte.


"Charlotte." Ronald berbaring memeluk di ranjang yang sama dengan Charlotte terus memeluk erat Charlotte hingga tertidur pulas.


🪴🪴🪴


Tiga bulan berlalu.


Charlotte kembali beraktivitas seperti biasanya. Tapi yang lebih berbeda adalah Charlotte kini menjadi pribadi yang lebih dewasa. Charlotte mendedikasikan waktunya untuk mengajar anak yang terlantar di jalan yang kurang biaya dan pendidikan karena terlahir dari kalangan bawah.


Charlotte mendirikan sekolah gratis untuk anak - anak yang tidak mampu. Meskipun Charlotte tidak memiliki basic peran seorang Ibu. Tapi Charlotte senang karena punya banyak Anak didik di luar sana. Kebanggaan tersendiri bagi Ronald karena Charlotte bangkit menjadi wanita yang berpendidikan dan berhati mulia.

__ADS_1


"Mas, kamu udah makan," ucap Azzah


"Udah, kok Zah barusan Charlotte masak oseng daging sapi lada hitam," ujar Ronald


"Aku salut Mas, Mbak Charlotte sekarang sudah lebih baik dan mau menata ulang lagi semangat hidupnya," kata Azzah


"Aku lebih bangga jika kalian semua akur," ucap Ronald.


"Hoek ... hoek!" suara berasal dari dapur.


Ronald berlari ke belakang karena tahu Esme di sana.


"Kamu kenapa masuk angin?" tanya Ronald.


"Nggak tahu mas, perutku rasanya mual sekali," jawab Esme.


"Kita ke Dokter sekarang," cetus Ronald


"Dokter Badar," balas Esme


"Iya apa pun, untukmu," celetuk Ronald.


"Baiklah,"


❤️❤️❤️ jangan lupa vote yah 🤗🤗


"Selamat Pak Ronald, Istri anda sedang mengandung," ucap teman Dr. dari rumah sakit pribadi milik Dr. Badar.


"Terimakasih Dok," balas Esme sumringah.


"Mas Aku hamil," girang Esme


"Iya sayang, terimaksih." Ronald mengecup kening Esme.


"Sayang jagoan mama," ucap Esme.


"Dari mana kamu tahu di laki - laki?" tanya Ronald.


"Aku Ibunya feeling ku," balas Esme


"Esme kamu ini," ucap Ronald menyentil hidung Esme.

__ADS_1


Mereka keluar ruangan dengan raut wajah bahagia.


"Gimana mas hasilnya?" tanya Azzah


"Aku hamil," tandas Esme


"Wah, Selamat Esme," ucap Dr. Badar dari belakang menyelamati ke dua pasangan itu.


"Sudah jalan berapa minggu?" tanya Dr. Badar


"Empat Minggu, Dok," balas Esme.


"Sehat sehat, yah!" pesan Dr. Badar.


Badar melirik Ronald.


"Dia begitu perkasa, menghamili dua wanita yang berbeda, dalam waktu yang tak berjarak lama," batin Dr. Badar


"Ada apa, Dok apa ada yang ingin dokter sampaikan?" tanya Ronald.


"Oh tidak semoga kalian bahagia, dan Esme ingat jaga kesehatan," ucap Dr. Badar


"Iya Dok terimakasih,"


Esme juga mengatakannya dengan bangga pada Azzah. Tujuannya untuk menunjukan level dan perbedaan antara dia dan Azzah.


Watak memang sudah di ubah. Di saat semuanya perlahan membaik, tidak dengan Esme yang selalu menyimpan kebencian pada Azzah.


"Mbak, selamat, yah" kata Azzah


Dr Badar melirik Azzah sekilas melihat bentuk tubuh Azzah yang masih sama seperti sebelumnya. Pertanyaan terus berputar di kepala sang Dokter.


"Apa Ronald tak menyentuhnya, gadis ini masih perawan, bentuk pinggangnya saja masih orisinil. Ronald kenapa mengabaikan daun muda sebagus ini," batin Badar.


"Ehem." dehem Ronald.


"Setiap bertemu Azzah dia selalu menatap Istri ke tiga ku penuh damba. Apa Badar menyukai Azzah?" tanya Ronald pada diri sendiri.


"Aku Permisi dulu, Ronald, Azzah, aku duluan," pamit Badar.


Mendapat balasan sedikit senyum dari Ronald.

__ADS_1


__ADS_2