Istri Ke Tiga Tuan

Istri Ke Tiga Tuan
Bab 17 - Melting


__ADS_3

Azzah membuka lemari pakaiannya. Ia mengemas semua pakaian kampungan, nora , ketinggalan jaman yang mereka semua katakan. Kesabaran Azzah tidak ada habisnya di uji tinggal di rumah Ronald.


Seisi Rumah ini seperti mengawasi Azzah hingga rasanya sesak bagi Azzah untuk bernapas. Dengan perasaan terluka Azzah mulai masukan semua pakaiannya ke dalam koper.


"Kalau menikahi hanya untuk menyakitiku kenapa di depan penghulu Kamu mengucapkan ijab dengan mantap Mas. Dengan tegas kamu menjadikan aku istri, sementara Kamu membawaku ke rumahmu hanya untuk menikmati semua ini," ungkap Azzah


"Aku sudah cukup bersabar, tapi kalian yang tidak pernah menghargai Azzah. Azzah punya hati mas," tangis Azzah.


Ketika Azzah membuka handle pintu Ronald telah berdiri di depan pintu. Wajah Ronald mendadak berubah saat melihat Azzah menenteng tas dan menyeret koper.


"Mau kemana?" tanya Ronald melipat tangan di dada.


"Pulang," jawab Azzah


"Jadi kamu mau bales dendam soal tadi, heh!"


"Aku seperti tidak ada harga dirinya di depan mata kamu, Mas. Azzah bahkan tidak menyangka Mas Ronald setega itu," kata Azzah.


"Kamu aja yang dikit - dikit dibawa perasaan, masuk!" seru Ronald


"Mas Ronald saja yang masuk sana, Azzah mau pergi," balas Azzah


"Jangan kaya anak kecil kamu, marah kabur, marah ngambek," cetus Ronald


"Iya emang aku anak kecil, terus kenapa Mas nikahin Azzah dan lebih parahnya nggak ada satu pun stok bahagia di rumah ini buat Azzah. Mas Ronald merenggut masa depan Azzah, masa muda Azzah Mas, nggak ngerti?"


"Berani kamu sampai bicara lantang begitu," kata Ronald sambil mengambil alih koper Azzah dan melemparnya ke arah lemari Azzah.


DUGH


"Mas," pekik Azzah


saat Azzah hendak membelakangi Ronald. Ronald lebih dulu menarik Azzah dan mencium Azzah kasar. Tanpa kelembutan Ronald terus memaksa membuka mulut Azzah.

__ADS_1


"Mmmphh,"


"Hahh ..."


Ronald melepaskan aksi gilanya.


"Keluar Mas," suruh Azzah


"Ini kamarku," balas Ronald


"Aku mau tidur di sini," kata Ronald


"Charlotte lebih membutuhkan kamu," ucap Azzah


"Tadi kamu bilang apa, kamu, satu lagi salah memanggil namaku. Aku paksa kamu di ranjang," ucap Ronald menekan


"M- Mas Ronald, keluar tolong," gugup Azzah


"Takut, yah?" tanya Ronald menggoda.


"Aku tidak akan menyentuh wanita munafik seperti kamu," sambung Ronald.


"Untuk hari ini kamu selamat lagi," tambah Ronald merengkuh Azzah dan mengecup kening Azzah.


"Tidurlah," kata Ronald kembali lembut.


🍃🍃🍃


Perasaan Azzah seperti di tarik ulur, sebentar di marahi sebentar di sayang. Azzah bimbang dengan sikap Ronald yang memberikan perhatian dan kemarahan secara bersamaan, emosi Ronald tidak terkontrol dengan baik.


Paginya


Suara kokok ayam jago membangunkan Azzah di waktu subuh. Azzah mengambil air wudhu. Karena lantai licin Azzah hampir terjatuh tapi Ia untung sempat berpegangan.

__ADS_1


Azzah tidak menyadari jika betisnya membiru, sempat membentur keramik beberapa saat tadi. Ronald yang sangat jeli dan awas menyadari itu.


"Kenapa bisa memar, kamu apakan kaki sendiri," selidik Ronald


"Maksudnya?" tanya Azzah


Ronald menunjuk arah bawah kaki Azzah. Azzah kebingungan Ronald menunduk dan menaruh kaki Azzah di pangkuannya, posisi Azzah yang masih berdiri dengan Ronald memegang kaki Azzah.


"Mas kamu apa - apaan ini di ruang makan, gimana kalau ada yang lihat." Azzah tak nyaman.


"Siapa yang akan mengomentari suami - istri, mau Kita bercinta di sini sekarang - "


"Stop," kata Azzah sembari membungkam Ronald.


Dengan usil Ronald menaruh tangan Azzah di dadanya, seiring detak jantung Ronald yang berdebar. Azzah semakin salah tingkah tak mau menatap mata Ronald.


Azzah memalingkan wajahnya. Ronald menyunggingkan senyum. Al hasil Azzah bersuara.


"Kenapa senyum - senyum?" tanya Azzah


"Oh jadi, kamu diam- diam lihatin Mas ... "


"Jangan terlalu percaya diri, Mas,"


Azzah berbalik dan kedua mata mereka saling mengunci.


"Ehem ehem." Esme membuyarkan lamunan keduanya.


"Pagi, kok mesum," ketus Esme


"Iya, Mbak panas," sindir Charlotte.


❤️❤️❤️ Makasih buat yang udah ngikutin cerita Author.

__ADS_1


__ADS_2