Istri Ke Tiga Tuan

Istri Ke Tiga Tuan
Bab 44 - Lahir batin Ku


__ADS_3

Azzah bangun dari tidur. Pagi menyapa tapi ada yang sesak di hatinya.


"Kenapa jadi sesulit ini, Mas?" tanya Azzah pada cermin hiasnya.


"Azzah kamu sudah bangun, Nak sarapan dulu Zah," panggil Umi dari luar kamar.


Tuk Tuk Tuk


Azzah mandi dan terus menyirami seluruh tubuhnya bertubi, dengan gayung berisi air desa yang sedingin Es.


"Aku nggak bisa Mas jauh dari kamu. Aku sadar kamu sudah memenuhi ruang hatiku, apa ini karena ada anakmu di sini sekarang," gumam Azzah.


Sementara Ronald di rumah membisu. Ronald tidak berbicara selama beberapa hari ini, mood Ronald sangat buruk setelah kepulangannya tanpa Azzah.


"Suamiku, maaf Aku pengen tanya dimana Azzah?" tanya Charlotte hati - hati.


"Dia di kampung," jawab Ronald.


"Kenapa nggak balik sama kamu?" tanya Charlotte.


Ronald memejamkan mata sejenak sebelum menjawab pertanyaan Charlotte.


"Dia hanya ingin tinggal beberapa minggu di sana," balas Ronald


"Apa ini karena Aku?" tanya Esme.


"Tidak, kenapa kamu jadi kecil hati begitu, kamu merasa bersalah?" tanya Ronald.


"Ya enggak juga, cuma nanya!" seru Esme.


"Seneng, kan nggak ada yang bisa kamu kerjain lagi?" tanya Ronald


"Maksud kamu apa Ronald, kamu makin hari nggak ada topik lain selain dia. Bukan hanya Azzah yang butuh kamu. Mereka juga butuh kamu, keterlaluan!" sentak Esme


Ronald segera berlari mengejar Esme. Esme menaiki anak tangga dengan cepat.


Dreb dreb dreb


Esme terjatuh dari anak tangga.


"Esme!" teriak Ronald

__ADS_1


"Selamatkan anakku, putraku," lirih Esme


"Bertahanlah Esme," ucap Ronald.


Charlotte datang dan segera menyuruh sopir mengantar Ronald ke rumah sakit. Esme tiba di rumah sakit dan langsung mendapat penanganan darurat.


"Pasien mengalami pendarahan, Dok kondisinya tidak stabil," kata Perawat


"Cepat edukasi Suaminya, berikan pengertian untuk segera menandatangani proses sesar, kita harus segera mengeluarkan bayinya," Kata Dokter.


"Baik, Dok!"


"Dengan saudara Ronald edwin?"


"Istri anda harus segera mendapatkan keputusan tepat, jika Pak Ronald bersedia kami akan melakukan tindakan operasi, demi keselamatan bayi dan ibunya," kata Perawat


"Kami membutuhkan transfusi darah golongan O," kata Perawat lagi


"Ambil darahku saja, Suamiku," ucap Charlotte.


"Cepat ayo tunggu apa lagi!" sentak Charlotte.


"Oek oek," suara tangis bayi terdengar dari ruangan operasi.


"Oek oek oek," terdengar yang ke dua kalinya.


"Anakku Charlotte," ucap Ronald.


Pintu ruangan terbuka.


Ronald langsung mendekati salah satu perawat, yang mendorong aquarium bayi tersebut.


"Tunggu Sus, bagaimana kondisi Istriku?" tanya Ronald.


"Saudari Esme baik - baik saja, tapi,"


"Tapi apa Sus?" tanya Charlotte.


"Mari, Pak ikut kami," kata perawat.


"Tunggu sebentar, Pak Dokter akan langsung memberikan informasinya, untuk putra - putri Bapak mereka sehat, cantik dan gagah," ujarnya.

__ADS_1


Tak lama Dokter datang.


"Dengan Bapak Ronald?" tanya Dokter.


"Iya Dok,"


"Sebelumnya selamat atas kelahiran bayi kembar kalian, saya sangat bangga dengan pasien seperti Istri anda yang memilih mempertahankan bayinya saat sempat kritis tadi," kata Dokter.


"Dengan berat hati kami harus mengatakan Istri anda mengalami kelumpuhan, ini hanya berlangsung sementara jangan khawatir. Jika melakukan terapi mungkin Dia bisa berjalan seperti sedia kala," ujar Dokter.


Duar


"L - Lumpuh, Dok?" tanya Ronald gagap


"Bagaimana bisa, tidak mungkin Esme pasti terpukul dengan berita ini. Dia tidak akan terima Dok," ujar Ronald


"Kami sudah memberikan obat penenang. Dan untuk selanjutnya kami mohon untuk keluarga agar selalu memberikan support. Karena seberapa egoisnya wanita. Dia akan mementingkan Anaknya apapun yang terjadi. Istri anda wanita kuat Pak, Dia memohon pada kami agar menyelamatkan anaknya terlebih dahulu dengan alasan Anda. Dia sangat mencintai Anda," terang Dokter.


"Benar, Pak saya melihat sendiri senyum kebahagiaan di wajahnya, sebelum beliau tidak sadar diri," sambung perawat.


Ronald merasa tidak berguna sebagai Suami yang selalu memojokan Esme belakangan ini. Rasa sayangnya terhadap Azzah menutupi kegundahan Esme yang haus akan perhatian di kala hamil tua.


"Aku rasa aku tidak pantas menjadi seorang Ayah," cetus Ronald.


"Kamu tidak boleh berkata demikian. Mereka sudah ada di dunia ini. Maka tebus dan perbaiki kesalahan Suamiku," kata Charlotte.


"Jangan pernah menghukum diri sendiri," kata Charlotte.


"Mereka berhak mendapatkan kasih sayangmu," tunjuk Charlotte kepada dua aquarium berisi dua bayi mungil Ronald.


"Cantiknya," ucap Charlotte melihat bayi perempuan yang seputih salju.


"Iya, Dia cantik seperti ibunya,"


"Dia tampan seperti Kamu Suamiku!" seru Esme pada bayi laki - laki yang terus memainkan jarinya.


Dari luar ruangan Ronald bahagia juga merasa bersalah atas insiden yang menimpa Esme.


"Dia lumpuh Charlotte, Esme," kata Ronald


"Apa!" teriak Charlotte.

__ADS_1


__ADS_2