Istri Kecil Tuan Bara

Istri Kecil Tuan Bara
Hamil ?Bagaimana bisa?


__ADS_3

Suara azan subuh berkumandang.Dinda mengucek mata nya yang baru saja terbangun.Akibat pengaruh obat membuat nya ketiduran hingga subuh.


Dinda menoleh ke arah jendela,ia melihat Bara yang berdiri di depan jendela.


"Bara......"Lirih Dinda dengan senyuman.Mendengar suara Dinda,Bara segera menghampiri Dinda di ranjang nya.


"Bara..."


Dinda hendak meraih tangan Bara yang berdiri di dekat nya,namun Bara menghindar.Raut wajahnya nya sangat sulit di gambarkan.


"Katakan padaKu siapa Ayah nya ?"


Pertanyaan Bara mengagetkan Dinda,gadis ini menatap kaget kearah Bara,bahkan bola matanya seakan - akan keluar dari tempat nya.


"Apa maksud Lo?"


Dinda berusaha untuk duduk,perut bawahnya masih saja sakit,karena ia belum meminum obat.


"Siapa yang sudah merenggut kesucian Mu,katakan !dengan siapa Kamu hamil,Anak har am siapa yang Kamu kandung "


Bentak Bara dengan keras,Dinda kaget,baru kali ini ia melihat Bara begitu marah,biasanya hanya sekedar kesal atau marah saja,tapi kali ini Dinda benar-benar melihat sisi Bara yang lain.


"Bara,maksud Lo itu apa sih,bisa gak ngomong yang jelas,biar Gue paham !hamil?siapa yang hamil?Gue lagi...."


Kini Dinda berdiri di depan Bara.


"Diam !"Bara menunjuk jari telunjuk nya kearah Dinda.


"mulai hari ini,Kamu gak boleh keluar dari kamar ini,bikin malu keluarga saja!"


Ketus nya lagi,lalu berjalan ke arah pintu.


"Bara tunggu...Aah!"Dinda memegang perut nya yang merasa begitu sakit.


"Jangan keluar dari sini,Aku mau sholat,jangan karena sakit perut tidak bisa sholat,kalau Aku tau Kamu sampai enggak sholat awas saja!"


Brakk..!


Bara membanting pintu kamar Dinda,gadis ini kaget,menatap Bara kepergian Bara dengan sayu.


"Bara....Lo kenapa ?"


Gumam Dinda yang duduk di lantai kamarnya.


Dengan emosi Bara melangkah masuk ke dalam kamar nya,ia sekali lagi membanting pintu kamar nya.


"Si al..!"


Teriak Bara,sambil meremas rambutnya dengan kasar,lalu membuka keran mencuci wajah nya di depan wastafel yang ada di dalam kamar mandi.


"Aku memang tidak mencintai Dinda,tapi ia seperti adik atau ponakan bagi Ku,rasa Nya sakit jika harus mengetahui orang lain menghamili Nya!"Gumam Bara di depan cermin wastafel.


Bara segera melakukan sholat subuh,ia sudah berusaha untuk melupakan kejadian semalam di klinik,namun ucapan sang dokter terus saja terbayang -bayang di telinga Bara.

__ADS_1


"Astagfirullah !"


Ucap Nya saat ia telah selesai melakukan kewajiban nya.


Nada dering ponsel Bara


🎶Welcome to my paradise


Where this sky so blue


Where the sunshine so bright


Welcome to my paradise


Where you can be free


Where the party never ending


Bara segera merangkak untuk meraih ponsel yang ada diatas kasur tempat tidurnya.


"Hallo!"


"Maaf apa benar ini dengan Tuan Bara?"


"Benar ini saya sendiri,ada apa ya?"


"Tuan,mohon maaf,hasil pemeriksaan semalam,ternyata hasil nya tertukar di lab,yang saya baca semalam itu milik pasien saya yang lain,mohon maaf sekali lagi!"


Jelas dokter Annisa.


"Tidak Tuan,kondisi nya sangat baik,hanya saja,gejala yang di alami oleh Non Dinda,biasanya wanita yang sedang haid tidak boleh minum yang asem-asem atau sejenis nya dan juga air dingin.Tapi tergantung dengan kondisi tubuh juga kadang tidak semua orang akan mengalami hal seperti yang dialami Non Dinda!"


Akhirnya Bara mengingat kalau tadi malam ia melihat pembalut milik Dinda,Bara menepuk jidat nya,lalu dokter Annisa memutuskan panggilan dengan Bara.


Begitu selesai berbicara dengan dokter Annisa,Bara menyimpan kembali ponsel miliknya.lalu memakai sendal jepit dan keluar kamar menuju kamar Dinda,ia ingin meminta maaf karena sudah memarahi Dinda.


'Aku juga tadi maksa Dia untuk suruh sholat,padahal Dia sedang haid,dasar bodoh Kamu Bara'


Bara memaki dirinya sendiri karena salah paham dengan Dinda.


Bara mengangkat tangan nya untuk mengetuk pintu kamar Dinda.Namun,ia mendengar suara tangisan dari dalam sana.


Tanpa mengetuk lagi,Bara segera membuka pintu kamar Dinda.


Ceklek !


"Dinda..."Panggil Bara saat melihat istrinya yang meringkuk di lantai.


Bara mendekat ke arah Dinda yang tidak merespon panggilan nya.


"Dinda!"Panggil Bara lagi menepuk bahu Dinda.


Dinda mendongakkan kepala nya ke arah Bara,mata Dinda bengkak karena menangis dari tadi habis di marahin oleh Bara.

__ADS_1


"Jangan menangis lagi,Aku salah,maaf ternyata dokter salah memberi informasi !"


Ucap Bara menyeka air mata Dinda.


Bugh !


Dinda memeluk Bara,Pria ini tidak bisa menolaknya,Dinda adalah istri sah nya Bara.


"Kenapa Gue di bilang hamil,padahal Gue aja gak tau apa-apa, cara bikin hamil aja Gue gak tau !"


Cetus Dinda dengan polosnya,Bara tertegun,Pria ini menepuk punggung sang istri.


'Bagaimana ia tidak tahu,disekolah jelas mereka belajar pelajaran biologi,pasti mereka sedikit - dikit tahu cara pembuahan,dan lebih lanjut pasti mereka paham,inikan sudah jaman moderen !'


Bara bingung dengan Dinda,ia masih penasaran,apakah Dinda benar polos,atau sedang menipu Bara dengan sikap polosnya.


"Ya udah,Kamu tidak perlu tau bagaimana cara nya,sekarang Kamu lupakan aja apa yang barusan terjadi!"


Dinda mengangguk nya.


"Mau tidur lagi?apa perut nya masih sakit?"


Tanya Bara,Dinda mengangguk nya,karena ini belum minum obat sama sekali,tadi malam Bara kesal sehingga tidak mengambil obat untuk Dinda.


"Aku istirahat aja di kamar,ntar juga baikan !"


Ujar Dinda,Bara membantu ia untuk berdiri menuju ranjang nya.


"Kamu tidur saja,Aku akan keluar!"


Bara ingin berdiri,namun Dinda melarang nya.


"Disini aja,temani Gue tidur!"


Dinda memelas kepada Bara,karena Dinda sedang sakit akhirnya Bara mengalah,ia menemani Dinda tidur,dan Bara ikut naik diatas ranjang,duduk di sebelah Dinda.


"Bara ingat,Bara pernah temani Dinda saat Dinda sakit,persis seperti ini,Bara gak mau nyium dahi Dinda,kayak dulu?"


Wajah Bara merona mendengar ucapan dari Dinda,dulu dan sekarang jelas berbeda,Dinda sudah dewasa tidak boleh sembarangan bertindak,karena naf su mereka sudah semakin liar,salah sikap saja bisa khilaf.


Melihat Bara tidak merespon,akhirnya Dinda inisiatif mencium pipi Bara duluan.


"Eemmuacch !"


Spontan membuat Bara kaget,pipi nya kembali memerah,Bara masih membatu duduk di sebelah Dinda.


Dinda memeluk pinggang Bara,ia mendekat kan tubuh nya lagi dengan pa ha Bara,tanpa sengaja payu dara Dinda menyentuh pa ha Bara,beberapa kali Dinda bergerak membenarkan tidur nya,itu membuat has rat Bara bangkit.


Sesuatu di balik sarung yang di kenakan Bara sudah memberontak ingin keluar.


"Astagfirullah !"


Ucap Bara kaget,saat melihat ke depan.

__ADS_1


 


__ADS_2