Istri Kecil Tuan Bara

Istri Kecil Tuan Bara
Malam


__ADS_3

Malam pun tiba,beberapa jam sebelumnya,saat mereka kembali,dan Dinda sadar dari pingsan nya,yang ia tanya langsung Bara.


"Din,ingat rencana Lo dari awal,apapun keadaan dan kondisi Bara Lo gak boleh luluh ama tuh orang!"


Tegasin Nadia lagi,yang melihat Dinda memakai gaun baru,


"Iya,ya..!tenang aja,Gue gak akan luluh,kan tujuan Kita untuk buat Bara ngejar Gue,he..he.he


Dinda tertawa kecil.


"Pintar!"


Ucap Nadia,dengan senyum.


Nadia membantu merias rambut Dinda agar lebih anggun.


"Udah selesai!"


Ujar Nadia,melihat ke arah kaca yang ada di depan mereka.


"Ingat ya,gak boleh ada yang tau kalau Kamu istri Nya,harus Dia sendiri yang mengingat!karena Bara sedang menjalani hipnoterapi,jadi Lo harus benar-benar lakukan apa yang menjadi rencana Kita!"


Jelas Nadia lagi.


"Siap-siap!tenang aja,Gue dah bertekad,pokoknya di depan Bara Gue gak akan luluh!"


Jawab Dinda sambil berdiri.


"Ayo,Gue antar ke depan,sebentar lagi mobil jemputan Lo akan datang !"


Cetus Nadia,


Ke dua sahabat itu segera keluar dari kamar menuju ruang tengah.


Tit...tit..tit...


Suara klakson mobil,Nadia segera mengintip melalui jendela,lalu ia terpaku melihat mobil Bara yang di depan rumah.


"Din,kenapa jadi mobil Bara yang di depan?"


Tanya Nadia dengan kebingungan.


"Kok bisa?"


Dinda ikut kaget.


"Kenapa stelan jas kalian begitu cocok?"


Nadia masih terlihat bingung.


"Mana Gue tau?"


Nadia dan Dinda mengintip Bara dari balik jendela,tapi Dinda segera pergi ke kamar.


"Permisi?"


Seru Bara dari luar,


Ceklek !


"Cari siapa?"


Sahut Nadia sambil membuka pintu,masih mengenakan baju tidur nya.


"Wanita,wanita itu ada?"


Tanya Bara.


"Dia baru aja pergi !"


Nadia sengaja berbohong,tidak ingin acara malam ini gagal.


"Pergi kemana?"


"Tuan,Kamu pulang aja,Saya mau tidur gak ada siapa-siapa lagi disini !"


Ujar Nadia saat mengintip dari jauh mobil jemputan Dinda hampir mendekat.


"Tapi..?"


Bara ragu untuk pergi.


Blam!


Nadia segera menutup pintu depan,mau tidak mau Bara harus pergi,dengan perasaan yang kesal dan kecewa,ia meninggalkan rumah Nadia.


Dinda dan Nadia mengintip kepergian Bara melalui jendela.

__ADS_1


"Apa yang Dia katakan ?"


Tanya Dinda penasaran.


"Dia nanyak Lo !"


Jawab Nadia.


"Kok bisa?untuk apa?"


Dinda terlihat bingung.


"Permisi ...!"


Terdengar suara dari luar seseorang baru saja datang.


Ceklek !


"Selamat malam,apa benar ini rumah Nona Dinda,Saya Asisten Tuan Andi,beliau tidak bisa datang,karena mengalami serangan jantung ringan,beliau sedang di rawat di rumah sakit!"


Jelas Asisten Tuan Andi.


"Siapa namu Mu?"


Tanya Dinda yang tiba-tiba keluar.


"Saya Leo,panggil saja Asisten Le!"


Jawab nya dengan ramah mengulurkan tangan ke arah Dinda dan Nadia.


Ke tiga mereka saling berjabat tangan.


"Nad,Gue pergi dulu ya !"


Ujar Dinda.


"Eh,itu cara bicara Mu di ubah,biar ikut anggun!"


Nadia mengingatkan Dinda agar bisa menjaga cara bicara nya,jangan sampai menggagalkan rencana yang ada.


Dinda mengarahkan ibu jari nya ke arah Nadia,lalu berjalan masuk ke dalam mobil setelah Asisten Le membuka pintu mobil.


Nadia melambaikan tangan nya ke arah Dinda yang sudah berlalu,begitu Nadia berbalik untuk menutup pintu,Marvel datang dengan mobil baru nya,dan juga mengenakan stelan jas mewah,membuat Nadia terpaku seketika.


"Nih pakek!"


"Apa ini?"


Tanya Nadia bingung.


"Gaun,Gue mau ajak Lo ke perjamuan malam ini!"


Ujar Marvel.


"Tempat nya sama dengan Dinda?"


Tanya Nadia lagi,namun Marvel menggelengkan kepala nya.


"Jadi perjamuan apa lagi ini?kalau gak jelas Gue gak mau ikut!"


Ujar Nadia,segera mengembalikan paperbag milik Marvel.


"Gue mau ajak Lo ketemu ama orang tua Gue!"


Ketus Marvel.


"Haah?"


Nadia syok.


Marvel mengangguk -angguk.


"Gue serius!"


Sambung Marvel lagi.


"Lo gila ya!gak aah Gue gak mau!"


Jawab Nadia.


"Kenapa Lo gak mau,Lo gak cinta ma Gue?"


Tanya Marvel,


"Bukan gitu,Gue cinta!malah cinta banget !"


Mendengar jawaban Nadia,membuat Marvel senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


"Tapi Gue apa pantas,ama Lo?"


Tanya Nadia lagi.


"Pantes gak nya Gue yang tau,ayo,ikut!"


Marvel menarik tangan Nadia,


"Tunggu Gue ganti baju dulu!"


Marvel mengangguk nya,dan duduk di depan rumah Nadia,tepat nya di teras.


Dinda terlihat begitu gugup berada di dalam mobil orang asing,apa lagi sebentar lagi ia akan bertemu dengan Bara.


"Ini yang sudah di susun oleh Tuan Andi,coba Kamu baca-baca dulu biar gak ada yang lupa nanti!"


Dinda mengambil selembar kertas yang di berikan Asisten Le.


"Aku manager keuangan perusahaan Textile?"


Dinda menatap Asisten Le,


"Benar"


Jawab Asisten Le menoleh ke belakang.


"Di dalam perjamuan ini bakal ada pertemuan antar perusahaan,kata Tuan Andi,akan ada kontrak baru yang di luncurkan oleh perusahaan Asing,Tuan Andi berharap Kamu dapat memenangkan nya!"


Jelas Asisten Le.


"Aku?"


Dinda semakin bingung,


"Tapi kalau tidak menang juga tidak apa-apa,apalagi dengan kemampuan mu ini,Saya juga ragu,apalagi baru lulus SMA!"


Pungkas Asisten Le merendahkan Dinda.


"Baiklah,Asisten Le,coba nanti kita berusaha dulu,kalau rejeki mah gak kemana !"


Ketus Dinda.


Asisten Le menghentikan mobil,tepat di depan gedung yang akan mereka datangi.


"Gak seperti di film-film ya penyambutan nya sepi?"


Ujar Dinda.


"Belum,nanti sampai di dalam kamu akan lihat !"


Asisten Le turun dan segera membuka pintu untuk Dinda,sembari mengulurkan tangan agar Dinda bisa segera turun.


Dengan di dampingi oleh Asisten Le,Dinda berjalan ke arah pintu besar gedung mewah tersebut.


Krriiieeett!


Pintu besar itu terbuka,saat Asisten Le menekan tombol.


Semua mata tertuju ke arah Dinda yang berdiri tepat di depan pintu.


"*Waaahh,cantik sekali,sama seperti cinderella?"


"Perwakilan dari perusahaan mana ya?"


"Aku ingin berkenalan ?"


"Eeh,,,jaga mata suami kalian biar gak jelalatan* !"


Semua orang yang berada di sana menatap Dinda yang berdiri di ambang pintu,dengan gaun biru muda nya,dan riasan rambut yang cantik,dan wajahnya yang anggun membuat semu orang terpesona.


'Ya Allah,Gue gugup,tolongin,tiba-tiba kaki Gue keram gak bisa gerak!'


Dinda terlihat begitu kaku,dan juga takut untuk jalan,ia merasa kaki nya tidak bisa di gerakin lagi,apalagi semua orang sedang melihat nya.


Ada banyak wartawan yang datang menghampiri nya untuk mengambil foto dan juga ingin menyiarkan secara langsung acara tersebut.


'Tidak semudah yang Gue bayangkan'


Dinda mulai gugup,saat melihat semua orang berjalan kearah nya,Dinda mundur.


"Aaaaah!"


"Haaah!"


"Eeehh!"


Semu orang terkejut,melihat tubuh Dinda yang hendak jatuh.

__ADS_1


__ADS_2