
Nadia masih panik,ia mondar - mandir di depan Dinda,membuat Gadis ini pusing,lalu berdiri di depan Nadia.
"Nadia,berhenti !"
Cetus Dinda memegang bahu Nadia.
"Lo dari tadi mondar - mandir,buat Gue pusing aja!"
Sambung Dinda lagi
"Din,Lo harus selamatin Kakak Gue,Lo tau,Dia yang Gue punya sekarang meski kadang nyebelin !"
Tegas Nadia.
"Iya...ya..!diam,Gue mikir cara nya dulu untuk hadapi Sapi Banggala!"
Ketus Dinda yang kembali duduk di tepi ranjang.
"Din,ayooo lah,Kakak Gue bisa mati!"
Nadia menarik tangan Dinda,tanpa pilihan lain,Dinda segera berdiri.
"Eeemmm huusssss!"
Setelah membuang nafas nya dalam-dalam,Dinda segera memegang handle pintu kamar Nadia.
Nadia berdiri di belakang Dinda.
Dinda menoleh,Nadia menaikan ke dua bahu nya.
"Gue takut..Hiks !"
Dinda kembali menangis.
"Eeh..bekicot,Lo tadi sangat garang ya nampar tuh cewek,sekarang malah ciut,yang salah Bara bukan Lo!"
Tegas Nadia lagi.
"Oke,Gue keluar,kalau Gue mati,Lo bantu Gue kuburin Gue ya biar gak gentayangan!"
Nadia menepuk jidat nya,melihat tingkah teman nya.
Ceklek !
Pintu kamar terbuka,Bara dan Arif menoleh ke arah pintu secara bersamaan.
Bara menarik kerah kemeja Arif,begitu juga sebalik nya,melihat Dinda sudah keluar kamar.Bara melepaskan tangan nya.
"Din..."
Bara menghampiri Dinda,namun ia segera berjalan melewati Bara.
"Ck..!" Bara berdecak kesal saat Dinda melewati dirinya.
Dinda segera masuk mobil,dan duduk di depan.
Bara menggelengkan kepala nya,lalu ikut masuk dan duduk di sebelah Dinda.
Bara menghidupkan mesin mobil,tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada Dinda.
Mobil melaju begitu santai,namun suasana nya terlihat begitu sepi.
__ADS_1
Hening....
Di dalam mobil dua-dua nya diam,tanpa ada yang berani mengajukan pertanyaan,Bara melirik ke arah Dinda,ia melihat gadis itu yang sedang memalingkan pandangannya ke samping.
Bara memasukan mobil nya di dalam garasi rumah,ia segera mematikan mesin mobil.Sementara Dinda sudah duluan turun,Bara segera menyusul Dinda.
Bara membawa kunci cadangan bersama nya,ia segera membuka pintu,Dinda berdiri di sebelah nya,masih diam tidak mengucapkan sepatah kata pun.
Ceklek !
"Haaaah!"
Kaget Bara spontan Pria itu melompat.Semua keluarga nya berdiri di depan pintu menunggu Mereka pulang.
"Kalian sudah pulang ?"
Nyonya Ratih menghampiri Dinda.
Bara mengangguk,Dinda menundukkan pandangan nya,ia menahan tangisan nya,ia berharap agar tidak menangis di depan Nyonya Ratih,sang ibu mertua.
"Sayang,langsung masuk kamar dan tidur ya !"
Saran Nyonya Ratih membelai rambut Dinda yang masih menundukkan kepala nya,melihat perlakuan Nyonya Ratih begitu baik,Dinda langsung mendongakkan kepala nya menatap sang ibu mertua.
Bugh !
Dinda memeluk Nyonya Ratih,Bara terkejut melihat sikap Dinda,ia takut Dinda akan bercerita tentang Aira kepada Orang tua nya.
"Sayang Kamu kenapa ?"
Semua anggota keluarga yang menunggu Mereka pulang ikut bingung melihat Dinda.
Dinda memutuskan ucapan nya saat sang suami mendekat dan memegang bahunya.
"Sayang,meskipun Kamu belum menjadi Mantu yang baik,Kamu adalah anak perempuan Mama yang baik,dan Mama menyayangi Kamu !"
Cup !
Nyonya Ratih mengecup kening Dinda,Tuan Faisal mendekat ke arah istrinya.
"Ayah,akan selalu mendukung Mu,Kamu harus belajar lebih banyak lagi,agar bisa menjadi istri yang baik,Ayah yakin Dinda mampu!"
Ucap Tuan Faisal penuh kasih sayang.
Dinda mengangguk.Nyonya Ratih tersenyum,lalu pandangan nya teralih ke arah Bara,ia menatap lekat Anak laki- laki nya,yang berdiri tidak jauh dari Nya.
"Jadi sebenarnya,apa yang terjadi sih..!heeemmooaaammmm!"
Tanya Firman dalam keadaan setengah mengantuk,sedang berbicara pun masih sempat nya menguap,saking ngantuk nya.
Dinda menatap ke arah Bara,Pria itu terdiam kaku,ia tidak berani mengeluarkan kata-kata.
"Biarkan masalah ini,Bara dan Dinda yang selesaikan !"
Ketus Dinda,membuat yang lain kaget,namun tidak bisa membantah,karena Dinda sudah mengambil keputusan.
"Ayah,Mama Ratih,Dinda tidur duluan !"
Dinda segera naik ke atas,Bara juga ikut menyusul Dinda karena ia belum meminta maaf soal kejadian tadi.
"Yang...Ayooo tidur lagi,lanjut yang tadi !nanggung banget!"
__ADS_1
Firman terlihat begitu manja memeluk lengan istrinya,Nyonya Ratih hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sikap anak ke dua nya.
Karina pun mengangguk,mengajak suami nya untuk masuk ke kamar.
"Kalian...?"
Nyonya Ratih menatap ke arah Haikal dan juga Wulan.
"Kami mau melanjutkan tidur mah!"
Jawab Haikal,menggenggam tangan sang istri,lalu menuntun nya naik ke lantai dua.
Blam !
Pintu kamar tertutup,Dinda menyimpan tas bawaan nya tadi,sembari mengecas ponselnya yang lowbet.
Bara mengikuti nya dari belakang.Dinda menoleh,Bara ragu untuk berbicara.
"Din...!"
Bara mendekat ke arah Dinda.
"Maafkan Aku,Aku gak bermaksud bohongi Dinda,tapi Aku dan Aira tidak ada hubungan apapun,Aku hanya menemani Dia saja,karena ia baru kembali ke Surabaya menemani pamannya yang sakit !"
Jelas Bara,Dinda tidak merespon ia hanya diam.
"Kamu jangan marah ya,Aku membantu Aira,karena menganggap Dia adalah sahabat SMA Ku dulu!Dia gak punya siapapun lagi selain paman,sebagai teman Aku hanya menghibur Dia saja!"
Lanjut Bara,namun Dinda masih tidak menjawab.Bara belum menceritakan kepada Dinda kalau Aira adalah mantan nya.
"Din bicara dong,jangan diam saja,kalau Aku salah,Aku minta maaf sama Kamu!"
Dinda berbalik menatap ke arah Bara,ia berjalan ke arah Pria itu.
"Aku maafin Aa,tapi dengan satu syarat!"
Cetus Dinda,Bara menyempitkan mata nya menatap ke arah Dinda.
"Apa syarat nya katakan ?"
Bara menunggu jawaban Dinda,Gadis itu terlihat masih memikirkan sesuatu.
"Bulan depan Aku ultah,temani Aku jalan-jalan!Aku gak mau status Kita rahasia lagi,Aku ingin semua orang tau,kalau Kamu suami Ku!"
Dinda berharap Bara setuju dengan permintaan Nya.
"Akan Aku usahakan untuk menemani Mu,tapi untuk status,hanya Ayah yang bisa putuskan,karena Kamu masih bersekolah!"
Jawab Bara,Dinda berpikir sejenak.
"Tidak masalah,Aku akan menunggu setelah lulus,empat bulan lagi,Aku sudah akan lulus!"
Ujar Dinda begitu antusias,Bara senang dapat mengembalikan senyuman Dinda lagi.
"Aku mau tidur disini!"
Dinda segera naik ke atas ranjang,kali ini ia menolak untuk tidur di bawah.
"Oke,baiklah,hari ini Aku ijinkan Kamu tidur disini,sebagai tanda permintaan maaf Ku!"
Bara segera melepaskan pakaian nya dan mengantikan dengan piyama,sementara Dinda pergi ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya.
__ADS_1