
Dinda memeluk lengan suami nya,lalu merengek kepada Bara.
"Mas,ayoo lah!"
Bujuk Dinda,yang mengedip-ngedip kan ke dua matanya.
"Boleh aja!balasan nya lanjut yang semalam !"
Bisik Bara,Dinda malah memelototi Bara.Wajahnya bersemu merah.
Dinda mencari sosok Amel,namun ia tidak menemukan ada nya wanita itu.
"Gimana?"
Bisik Bara lagi.
"Iya..ya deh!satu kali aja tapi.No tambah-tambah..!"
Sahut Dinda lalu memberikan minuman tersebut kepada Bara.
"Siap Tuan Putri,tugas di laksanakan!"
Amel baru saja kembali dari toilet,Bara segera menghampiri Wanita itu,meskipun sesekali menoleh ke arah Dinda,tapi Dinda memberikan semangat agar rencana nya berhasil.
"Bara ...!"
Panggil Amel,saat melihat Pria itu berjalan ke arah nya.
"Apakah minuman ini untuk Ku?"
Tanpa menunggu Bara memberikan nya, Amel segera merebut minuman di tangan Bara.
'Heeh!lebih mudah dari yang ku bayangkan Aku tidak perlu merayu wanita ini,untuk menerima minuman nya!'
Bara melihat Amel yang sedang meneguk minuman yang ia bawa barusan.
'Kenapa rasa nya begitu lain?'
Amel merasakan tenggorokan nya yang panas,dan juga rasa pedas di lidah.
"Bar..ini minuman apa?"
"Ya minuman es apa lagi!kalau gak suka sini kembali kan!"
Bara ingin merebut nya di tangan Amel,
"Gak Aku suka!"
Gluk..gluk...gluk..
Amel langsung meminum nya sampai habis.
Amel,merasa kalau perut nya sakit,dan akan segera mules.
"Tunggu Aku pergi ke toilet dulu,Aku segera kembali!"
Ujar Amel yang berlari ke toilet.Bara melirik ke arah Dinda,wanita itu sedang menahan tawa nya.
"Ha..ha..ha..!"
Dinda menertawakan Amel,yang kini pasti sudah bolak balik ke kamar mandi.
"Apa ini ulah Mu ?"
Bara tiba-tiba berdiri di belakang Dinda.
"Enggak!"
Jawab Dinda ketika menoleh .
"Itu rencana Kak Wulan !Ha..ha.."
Wulan menoleh ke arah Dinda,wanita ini mengangkat jempol nya,sembari memberi isyarat kalau rencana mereka berhasil.
"Dasar Kamu nakal!"
Bara mencubit ke dua pipi Dinda.
"Sakit Mas!"
Pekik Dinda mencoba melepaskan tangan Bara.
__ADS_1
"Ayo Kita kesana!"
Bara menarik tangan Dinda agar ikut bersama nya berkumpul dengan yang lain.
"Dimana Tuan Chau dan Asisten Le?"
Tanya Haikal kepada Bara.
"Mungkin di kamar,orang seperti nya tidak akan ikut acara seperti ini!"
Bara mengambil beberapa tusuk ikan bakar,dan meletakan nya di atas piring Dinda.
"Din,coba ini,ini sosis bakar rasa nya gak kalah enak!"
Sambung Ricko paman Marvel.
Bara menatap nya dengan marah.
"Eeeh...gak usah!Aku ini aja udah kenyang!"
Dinda mencoba menolak sebelum Bara marah.
"Udah gak pa-pa coba aja!"
Ricko memegang kepada Dinda,lalu mengacak-ngacak rambut nya,semakin membuat Bara cemburu.
Ricko segera berlalu kembali ke ruang dapur resort,karena seorang koki baru saja memanggilnya.
"Siapa Pria itu?"
Bara terlihat begitu marah.
"Paman Marvel!"
Sahut Dinda melanjut makan ikan bakar.
Nyam..nyam... "Enak!"
"Masih kayak anak kecil,makan aja belepotan!"
Bara membersihkan sudut bi bir Dinda dengan ibu jari nya.
Ke dua nya kini saling pandang satu lain,seakan-akan dunia milik mereka berdua.
Ketus Haikal,menggoda Bara dan Dinda.
"He..he.."Wulan ikut tertawa kecil saat melihat suaminya menggoda Bara.
"Apaan sih Kak!ini masih jam berapa,udah suruh ke kamar aja!"
Cetus Dinda.
Semua nya ikut tertawa melihat Dinda yang merajuk.
"Jadi vel,kapan rencana kalian akan menikah?"
Pertanyaan Haikal membuat Nadia melotot ke arah Marvel.
"Nikah?Aku udah bilang ya sejak awal,Aku gak mau nikah dulu sebelum lulus kuliah!"
Sambung Nadia mengerucutkan bi bir Nya.
"Nad,Kamu tetap masih bisa kuliah meskipun udah nikah,Dinda dulu juga gitu!"
Pungkas Haikal,Dinda mengangguk nya.
"Enggak aah kak,gimana kalau tiba-tiba Dia bersikap labil dan kita harus marahan tiap hari,Aku masih belum sanggup kak,jika harus berantem tiap hari!"
Jelas Nadia mengunyah kembali ikan nya.
"Nad,menikah itu bukan soal berantem dan marahan saja,kalau kalian...maaf kata nih,kalau kalian bermesraan dan melakukan hal-hal apapun itu udah halal,selain menghindari gosip,kalian juga terhindari dari dosa!"
Pungkas Haikal,memang Haikal lebih memilih halal atau pun pacaran,ia dulu dengan Wulan seperti itu.
"Benar,Gue setuju,ayo menikah saja?"
Sambung Marvel.
"Pala Lo!"
Ketus Nadia dengan kesal,namun Nadia tetap memikirkan ucapan Haikal barusan.Tapinia harus membicarakan nya lebih dulu dengan sang Kakak.
__ADS_1
"Kapan kalian mulai kuliah?"
Tanya Bara kepada Dinda.
"Bulan depan!"
Sahut Nadia.
"Dinda masuk jurusan yang sama juga dengan Nadia?"
Haikal kembali bertanya.
"Enggak,Aku masuk jurusan tata boga!Nadia jurusan ahli Gizi,karena Mama Marvel seorang dokter jadi Dia mau bekerja di rumah sakit yang sama dengan ibu mertua nya !"
Sambung Dinda.
"Gak gitu,itu Dinda bohong!"
Nadia segera menyangkal nya,tapi Marvel sudah ke buru mendengar.
"Gak pa-pa lo Sayang,jadi Mama bisa mengawasi Kamu terus biar gak nakal!"
Marvel segera memeluk Nadia.
"Iihh...paan sih,lepas!".
Nadia segera menyenggol Marvel.
"Kalau Dinda ambil jurusan tata boga,Bara bakal naik drastis berat badan nya,di masakin yang enak-enak tiap hari ama Dinda!"
Goda Wulan.
"Gak juga sih Kak!"
Dinda terlihat malu.
"Aku liatin Dia aja udah kenyang,gak perlu di masakin!"
Goda Bara.
"Cieee.....Ehem..ehem...!"
Mereka semua menggoda dua pasangan ini,sekian lama menikah,baru-baru ini terlihat begitu akrab.
Dari jauh seorang wanita yang sedang menatap Mereka dengan kesal,itu adalah Amel.
"Sialan,sampai saat ini,perut Ku masih sakit!"
Gerutu Amel.
"Tunggu aja pembalasan Ku,Kamu akan liat bagaimana nanti nya Aku membalas Mu,Dinda!"
Perut Amel kembali berbunyi,wanita itu segera berlari kearah toilet.
"Udah beresin ini,biar Kita bisa secepatnya kembali ke kamar!"
Ujar Haikal.
"Gak usah di beresin,suruh ajak pihak resort,nnti berikan upah nya pada Mereka!"
Saran Ricko yang datang membawakan satu cup agar-agar jelly untuk Dinda.
"Nih!ambil,masih dingin !"
Pungkas Ricko,Dinda melirik ke arah Bara,Pria itu memalingkan wajahnya.
"Makasih Paman!"
Dinda menerima nya,
"Yaudah Ric,tolong kasih tau pihak resort ya,besok Aku akan memberi upah nya!"
Sambung Haikal,Ricko mengangguk,lalu pergi meninggalkan mereka.
"Kami duluan ya!"
Seru Marvel,mengajak Nadia kembali ke kamar,
"Kami juga!"
Sambung Haikal .
__ADS_1
"Ayo,Mas Kita kembali"
Dinda ingin mengalungkan lengan suaminya,tapi Bara ke buru pergi meninggalkan Dinda.