
Tok..Tok..Tok ...
Suara ketukan pintu itu sudah ti-ga terdengar di telinga Dinda dan juga Bara.Namun,kedua nya masih enggan untuk bangun.
"Belum di buka juga?"
Tanya Wulan yang menghampiri sang suami di depan pintu kamar Bara.
"Belum,Aku sudah mengetuk nya berkali-kali sehingga membuat tangan Ku sakit!"
Haikal terlihat kesal,lalu pergi.
"Jadi bagaimana ?pesawat akan take off jam 11:00 pagi,sedangkan ini sudah jam 09:00,mereka belum juga keluar kamar!"
"Tenang lah sayang,kenapa Kamu harus memikirkan Mereka!"
Haikal menarik Wulan ke dalam pelukan nya.
"Apa yang terjadi?"
Wulan dapat melihat senyuman dari wajah sang suami.
"Tentu saja Aku memberikan cinta untuk mereka berdua !"
Ke dua nya menuruni satu persatu anak tangga.
"Mas,jangan bilang kalau mereka...."
"Iya,memang benar!"
Sahut Haikal segera,mereka telah sampai di lantai bawah.
Wulan tersenyum bahagia.
"Waah!Mas,gak sia-sia rencana Mu berhasil juga!"
"Ia dong!"
Mereka berdua menarik koper menuju pintu utama,hanya membawa satu koper saja untuk tiga hari di Bali.
Di dalam kamar,Dinda yang mencoba membuka matanya,ia merasakan seluruh tubu nya sakit,bahkan tenaga nya telah habis,untuk duduk saja ia tidak mampu.
"Aaaww!"
Pekik Dinda,Bara segera membuka mata nya.
"Ada apa?"
Bara melihat Dinda yang masih berbalut dengan selimut.
Bara melirik jam di atas nakas.
"Din,kita telat!"
Bara segera meraih baju tidur nya,lalu memakai nya segera.
"Ini semua salah mas,Aku tidak bisa bergerak,ia sungguh perih!"
Ujar Dinda yang merajuk.
"Aku bantu ya!"
Bara membantu Dinda untuk berjalan ke kamar mandi.
Mereka berdua segera mandi,dan membersihkan tubuh nya.
Dinda melihat cermin yang ada di wastafel kamar mandi.
"Mas..!"
Dinda kembali mengerucutkan bi bir nya saat melihat seluruh tubuhnya di penuhi bekas gigitan Bara.
"Maaf...semalam Aku terlalu bersemangat!"
Bara memeluk Dinda dari belakang.
"Aku ingin berjemur nanti di Bali,tapi bagaimana bisa pakai pakaian sexy kalau tubuh begini?"
Dinda semakin terlihat kesal,Bara mengambil inisiatif untuk menggoda istri nya.
Cup!
"Jangan marah,Aku minta maaf,ayo bersiap-siap,kalau tidak berangkat sekarang,kita akan ketinggalan pesawat!"
Pungkas Bara,Dinda mengangguk nya.
Mereka berdua segera bersiap-siap,Bara membawa koper bersama dengan nya,tidak lupa mengingatkan Dinda untuk menggantikan sprei nya,karena masih noda darah yang sudah kering disana.
Sampai di lantai bawah,Dinda tidak mendapati adanya orang rumah,tapi mereka mendengar suara orang berbicara di laut rumah.
__ADS_1
Bara dan Dinda segera keluar.
Benar saja,itu Haikal dan Wulan,serta ke dua orang tua Bara yang sedang membahas kejadian Bara semalam.
"Nih,orang nya baru bangun!"
Wulan melirik ke arah Dinda,wanita ini hanya tersenyum kecut,selain malu ia tidak ingin orang lain minta beberapa bekas gigitan Bara.
"Selamat sayang!"
Ujar Nyonya Ratih,yang tidak dapat menahan diri.
"Ehe..?selamat untuk apa Ma?"
Dinda malah bingung.
"Pokoknya selamat,kalian akan berlibur ke b
Bali!"
Sambung Tuan Faisal mengalihkan pembicaraan istri dan menantu nya.
"Mama sama Ayah,kenapa gak ikut sekalian?"
"Mama dan Ayah ada acara penting,kalian saja yang pergi!"
Sahut Tuan Faisal.
"Benar sayang !"
Nyonya Ratih menimpalinya.
"Mah,Yah!Kami berangkat dulu!"
Ujar Haikal,Bara segera membuka pintu mobil untuk Dinda.
Mereka semua melambaikan tangan nya ke arah orang tua mereka,sampai bayangan itu hilang di pelupuk mata.
"Kalian laper gak?"
Wulan menoleh,Dinda mengangguk nya.
"Pesan delivery saja ke kantor,Kita akan makan di lobi!"
Sahut Bara.
"Oke!"
Wulan menyimpan kembali ponsel nya saat semua pesanan telah ia periksa.
"Semua nya udah di bawakan Bar?"
Haikal menoleh ke belakang .
"Sudah Kak,pokoknya,kali ini Kita akan menghabiskan waktu untuk bersenang-senang !"
Bara menarik Dinda dalam pelukan nya.
"Ciiieeee...."
Wulan menggoda Bara dan Dinda.
*Ting
[Kami sudah di dalam pesawat,sebentar lagi take off*!]
Dinda menerima pesan dari Nadia.
"Mereka ikut?"
Tanya Bara,saat membaca pesan Nadia.
"Iya !"
"Siapa yang ikut ?"Wulan belum mengetahui nya.
"Teman Dinda Kak,mereka juga ikut liburan ke Bali,sebentar lagi take off!"
"Eeemm!"
Wulan mengangguk nya,lalu membuka botol minuman mineral untuk sang suami.
Cup!
Tanpa rasa malu Bara mengecup kening Dinda,membuat wajah Dinda merona.Haikal dan Wulan mengintip dari spion.
"Yaelah yang lagi kasmaran,berasa dunia milik berdua yang lain ngontrak!"
Ketus Haikal,
__ADS_1
"He..he..Kakak apaan sih!"
Dinda segera melepaskan tangan Bara dari pinggang nya,dan ia bergeser menjauh dari Bara.
Bugh!
Bara menarik kembali Dinda dalam pelukan nya.
"Jangan di lepas,biarkan Aku memeluk Mu sayang!"
Bisik Bara,
"Jangan menggoda Ku,Mas gak liat mereka sedang menertawakan Kita!"
Ujar Dinda.
"Enggak!siapa yang menertawakan kalian!"
Wulan secepatnya membantah.
"Udah sampai,cepat turun,nanti Aku menyuruh Alan untuk membawa pulang mobil nya !"
Ujar Haikal,
"Oke Kak!"
Mereka berempat segera turun mobil,Alan sudah menunggu mereka di depan kantor.
"Lan,nanti Kamu antar Kami ke bandara,setelah itu mobilnya Kamu antar ke rumah!"
Haikal melemparkan kunci ke arah Alan,pria ini segera menangkap nya
"Siap Pak!"
Sahut Alan.
Bara sedang menerima pesanan makanan nya,dan menyuruh Dinda untuk sarapan dulu.
"Kalian baru sampai ?"
Tanya Amel,Bara dan Dinda menoleh.
'Kenapa sampai lupa wanita ini juga ikut'
Bara mengabaikan Amel.
"Selamat pagi Tuan Bara!"
Tuan Chau dan Tuan Le baru saja sampai,dan sama-sama menyapa Bara.
"Tunggu sebentar istri saya siap sarapan,Kita segera ke bandar!"
Ujar Bara.
"Kenapa telah sekali sarapan ?"
Asisten Le melihat ke arah Dinda.
"Maafkan Kami,pagi ini Kami ke siangan setelah bertempur begitu lama diatas ranjang!"Ujar Bara sengaja memanasi Amel.
Bugh!
Dinda menyenggol Bara agar berhenti berbicara sembarangan.
"Kenapa istri Ku sampai malu,bukan kah kita sampai nambah berkali-kali dan ka...hmp.."
Dinda segera memasukan nasi ke dalam mulut Bara,sehingga membuat Pria ini berhenti untuk berbicara.
Beberapa menit berlalu,ke dua nya selesai sarapan.Dinda dan Bara segera kembali ke mobil.
"Boleh Saya ikut mobil Kalian?"
"Tidak bisa,ada Kak Haikal dan istri nya,Kamu bisa dengan Tuan Chau dan juga Asisten Le!"
Sahut Bara.
Amel menatap nya dengan kecewa,Bara dan Dinda segera pergi meninggalkan lobi kantor.
Blam!
Bara kembali menutup pintu mobil.
"Sunda siap kan semua nya?"
Kini Alan mengambil posisi kemudi.
"Sudah,Ayo berangkat sudah jam 10:40, nanti sampai ke tinggalan pesawat !"
"Siap Pak!"
__ADS_1
Alan segera mengemudi mobil nya dan keluar dari halaman perusahaan,di belakang mereka ada mobil Tuan Chau dan yang lain.