
Setelah selesai melakukan pembayaran,Arrayan merengek minta untuk di gendong oleh Dinda.
"Mama Dinda,endong!"
Sambil mengulurkan ke dua tangan nya.
"Om aja yang gendong ya,Mama Dinda gak kuat !"
Saran Bara,
"Gak pa-pa Mas,ntar Kita gantian ya!"
Dinda segera gendong Arrayan,Anak itu cukup bahagia di gendong oleh Dinda,apalagi Wanita ini mirip ibunya.
Bara,Marvel dan juga Nadia serta Dinda Mereka melewati tempat studio foto.
"Mas ayo Kita foto bersama,mumpung dah disini!"
"Iya Ayo,Din Aku juga mau foto,yuk Sayang!"
Nadia segera menarik tangan Marvel untuk ikut bersamanya.
Akhirnya Bara dan Dinda berfoto bersama juga,meskipun sedikit canggung tapi lama kelamaan jadi keliatan bagus juga foto nya.
Dinda juga berfoto dengan yang lain,dan ada yang foto khusus dengan Arrayan,itu akan di berikan oleh Dinda sebagai hadiah untuk Arrayan.
Satu jam berlalu...
"Waaah!foto nya bagus-bagus!"
Ujar Nadia saat di mobil,hendak pulang.
"Ia benar!"
Sahut Marvel.
"Sayang sini,biar Aku aja yang mangku Dia!"
Bara mengambil alih,saat melihat Arrayan sudah tertidur.
"Ada yang mau cari makan lagi gak?"
Tanya Marvel,
"Aku mau lapar!"
Sahut Dinda yang duduk di belakang.
"Marvel singgah di cafe ya,ntar Kita bungkus aja!"
"Iya!"
Marvel segera mencari cafe yang ada di dekat resort.Setelah menemukannya,Marvel dan juga Nadia langsung turun untuk membeli makanan,sementara Bara dan Dinda menunggu di mobil.
"Mas,udah dapat bukti rekaman cctv?"
"Udah,kata Ricko memang Amel pelaku nya!"
"Jadi apa rencana Mas,apa Mas akan memaafkan Dia?"
Pertanyaan Dinda membuat Bara menaikan satu alis nya.
"Kenapa Aku harus memaafkan Dia?"
Bara kembali bertanya.
"Ya ..seperti yang sudah-sudah!"
Dinda memalingkan wajahnya.Bara mengetahui mood Dinda yang berubah.
"Sayang...."
Panggil Bara.Namun,Dinda masih tidak menoleh.
"Eeemm!"
"Ada apa?Kamu kenapa?"
"Gak pa-pa!"
Sahut Dinda singkat.
"Aku gak mungkin memaafkan Dia setelah apa yang Dia lakukan!Aku akan memberikan nya hukuman yang belum pernah ia rasakan !"
"Apa rencana Mas?"
"Ya...menjebloskan Dia ke dalam penjara,Kak Haikal sudah menemui orang yang berada di penjara,pasti hidup nya kan tersiksa!"
Pungkas Bara,
"Sini sayang.."
__ADS_1
Bara merangkul Dinda dalam pelukannya.
"Jangan merajuk oke,Kita akan baik-baik saja setelah ini!"
Bara menenangkan Dinda.
"Mau mimik cucu...."
Cetus Arrayan membuat Dinda dan Bara terkejut.
"Eeh...sayang,Kita belum sampai,nanti sampai di penginapan Mama Dinda buat kan ya,sabar ya sayang..!"
Dinda menepuk pelan punggung Arrayan untuk menenangkan Anak itu.
Ceklek !
"Nih!"
Marvel memberikan pesanan makanan kepada Bara dan juga Dinda.
Bara mengambil nya sembari memberikan beberapa lembar uang kertas kepada Nadia.
"Tidak usah,Marvel yang traktir!"
Ujar Nadia,melirik ke arah Marvel.
"Benar nih!"
"Iya!"
Sahut Marvel yang sedang menyetir.Bara memasukan kembali uang nya ke dalam saku kemeja.
"Masih tidur Arrayan?"
Marvel menoleh,
"Ia,tadi juga minta susu,lebih cepat lagi ya nyetir nya !"
Saran Dinda,Marvel mengangguk nya.
15 menit berlalu,mereka tiba di resort.
Bara segera mengendong Arrayan yang masih tertidur begitu pulas,sementara Dinda membawa makanan nya.
"Nad,Kami duluan ya!"
"Iya Din,bye,besok jumpa lagi!"
"Oke!"
Ceklek !
Pintu kamar terbuka,Bara membawa Arrayan ke kamar.
"Kalian tidur disini aja,Aku akan tidur diluar!"
Ujar Bara,meletakan Arrayan di atas ranjang.
"Kenapa Gak tidur sama aja,Aku juga tidur gak lasak!"
Dinda mengerucutkan bi bir nya.
Cup!
"Curang !"
Teriak Dinda,saat Bara mengecup bi bir Dinda.
"Ssstt!jangan keras-keras,nanti Dia bangun!"
Bara meletakan jari nya di bibir Dinda,sembari melirik kearah Arrayan yang masih tidur.
Dinda meletakan bantal guling di pinggir ranjang,dan di tengah,untuk pembatasan Arrayan agar tidak jatuh,kalau berbalik.
"Sini tidur nya!"
Bara menepuk ranjang,merentang kan satu tangannya.
Dinda segera naik ke atas ranjang,lalu tidur dalam pelukan suaminya,hingga terlelap.
***
Ke esokan pagi nya...
Bara dan Dinda sedang menyiapkan sarapan untuk Arrayan,Dinda juga membuat segelas susu untuk Arrayan.
"Mas,jam berapa Ricko akan menjemput Anaknya?"
Tanya Dinda,
"Belum tau,Dia belum ngabarin!"
__ADS_1
Sahut Bara.
Ting!
[Saya sudah di depan resort,saya tunggu di lobi!]
Dinda membawa pesan wa nya,lalu ia mengambil tas dan juga sendal nya.
"Mas,Aku ke tempat Nadia sebentar,Kamu jaga Arrayan ya,Aku gak lama kok!"
Seru Dinda.
"Tunggu,Aku ikut!"
"Gak sah Mas sebentar aja!"
Blam !
Dinda segera menutup pintu nya.
Bara masih menatap ke arah pintu padahal Dinda sudah pergi.
"Arrayan habisi susu sama sarapannya ya,nanti Om temani jalan-jalan di luar!"
Ujar Bara,mengelus kepala anak itu.
"Siap Om!"
Arrayan dengan lahap menghabiskan sarapannya.
Sementara itu,di tempat lain,Dinda baru sampai di lobi,ia mencari sosok Pria yang bernama juragan Bahron.
"Juragan Bahron?"
Seru Dinda saat berdiri di depan Pria dewasa,bisa di bilang lebih muda dari Tuan Faisal,sang mertua Dinda.
"Ya!"
Jawab Nya singkat,Dinda segera duduk di depan Juragan Bahron.
Dinda mengeluarkan beberapa bukti tentang Amel.
"Sebenarnya,Dia memang istri Saya,tapi Dia menipu Kami,membawa uang Kami,dan terakhir bertemu Dia hampir membunuh Ku,ia meracuni makanan yang Saya makan,tapi saya masih bisa di selamatkan oleh istri Saya yang lain!"
Pungkas juragan Bahron.
"Jadi Juragan,apa rencana Anda?"
Tanya Dinda.
"Saya ingin membalas dendam atas perbuatan Dia!"
Pungkas Juragan Bahron.
"Kalau begitu saya bisa membantu Anda!"
Ketus Dinda.
Pak pak pak pak...!
Mendengar suara tepuk tangan,Dinda menoleh,ia melihat Amel yang sedang berdiri di belakang mereka.
"Jadi sekarang Kamu sudah berani menggoda pria lain?bagaimana jika suami Mu tau?"
Tanya Amel,berdiri di belakang Dinda.
"Bukan urusan Mu,bukan kah ini suami Mu ya?"
Dinda ikut berdiri.
"Aku tidak mengenal Pria ini,Kamu jangan coba-coba untuk mengalihkan pembicaraan Ku!"
Ketus Amel dengan kesal.
"Juragan kalau Anda membawa bukti nya boleh tunjukan kepada Ku!"
Ujar Dinda,Juragan Bahron segera melemparkan semua barang bukti ke atas meja,Amel kaget dan syok.
Padahal sebelum pergi,Amel sudah membakar semua barang bukti atas pernikahan mereka.
"Sekarang apa rencana Mu untuk ke depan ?"
Kini Dinda kembali menantang Wanita itu.
"Heeh!tidak semudah itu,tetap saja,suami Mu yang akan masuk ke dalam penjara,karena memalsukan Proposal !"
Pungkas Amel dengan sombong.
"Kamu yakin?bukankah harusnya Kamu yang akan di penjara ya?"
Dinda berbalik bertanya.
__ADS_1
"Ke..kenapa Aku di penjara,Aku tidak melakukan kesalahan !"
Ujar Amel gagap.