
Setelan Amel menyedot satu atau dua kali meminum nya,ia meletakan kembali gelas tersebut,lalu menatap Bara.
"Apa Kamu benaran tidak ingat sama sekali?bukan kah suasana ini sedikit familiar?"
Amel bertanya kembali ke pada Bara,Pria ini masih sedikit linglung.
Brak !
"Katakan siapa Kamu?"
Bara berdiri dari tempat duduk nya.
"Tenang...Kamu tidak perlu emosi,tenang lah,semua orang melihat ke arah Kita!"
Ujar Amel,
Benar saja semua orang disekitar malah melihat ke arah mereka.
Bara pergi meninggalkan meja Amel,wanita ini segera mengejar nya sampai di depan pintu restoran.
"Bar ..Bara tunggu!"
Teriak Amel,namun Bara tidak menggubris nya.
Tap..tap..tap...
"Bara...Bar ..Bara,Aku ini Aira!"
Teriak Amel sekali lagi,Bara menghentikan langkah nya,Amel juga berdiri tepat di belakang Bara.
Bara menoleh,Amel berjalan ke arah Bara.
"Aku tau,Kamu pasti tidak melupakan Ku,hanya saja wajah Ku yang berbeda!"
Ujar Amel memegang tangan Bara.
Plak!
Bara menepis tangan Amel yang menggenggam nya.
"Heeh!masih menggunakan cara seperti ini untuk menipu orang lain?Kamu pikir Aku akan percaya ?Gak akan !Kamu tau!Aku gak akan percaya sama Kamu!"
Tegas Bara,Amel terkejut,ia melongo menatap netra Bara,yang berteriak tanpa jeda.
"Bar,Aku tau Aku yang salah,Aku yang mengkhianati Kamu dulu,ia Aku yang mengatur rencana penjebakan di hotel dulu,Aku tau Aku salah !maafkan Aku !"
Amel mencoba meraih tangan Bara kembali,namun lagi-lagi Bara mencoba menghindari nya.
"Tidak semudah itu,Kamu meminta maaf pun tidak akan mengubah rasa benci dari keluarga Ku,kepada Mu.Kamu tau,Mereka sangat mencintai Dinda dan mereka mengganggap Dinda itu anak Nya,tapi Kamu tega menjebak Dia!Aku selama ini diam Kamu pikir Aku tidak tau?meskipun keluarga Ku menyembunyikan itu dari Ku,tapi Aku juga tetap akan cari tau masalah itu!"
Pungkas Bara,kini Amel benar-benar terpuruk,ia tidak tahu harus berkata apa lagi.
Bara berbalik lalu pergi meninggalkan Amel.
"Aira?"
__ADS_1
Ucap Bara,air mata Amel menetes seketika ia tersenyum saat Pria itu menyebut namanya.
"Siapa Aira?Aku tidak pernah kenal Wanita yang nama nya Aira,Aku juga gak mau tau siapa Dia!karena bagi Ku yang terpenting saat ini adalah Dinda Istri Ku!"
Ujar Bara,sebelum ia masuk ke dalam mobil nya.
Blam!
Bara menutup pintu mobil nya,Amel menatap nya dengan sedih,saat Bara telah pergi dari tempat parkir.
Bugh!
Amel terjatuh ke tanah,ia melihat mobil Bara yang pergi dari hadapan, bayangan nya menghilang.
"Bara......."
Teriak Amel dengan histeris,saat Pria itu tidak pernah memperdulikan dirinya lagi.
"Hiks...hisk..Aku yang salah,Aku yang terlalu berharap akan cinta Mu!tapi Aku melakukan itu semua untuk mempertahankan hak Ku memiliki Mu!Aaaaa......"
Amel menangis dengan tersedu-sedu,ia menggenggam tanah yang ada di depan nya,meratapi nasib nya yang malang.
FLASH BACK!
Beberapa tahun yang lalu,saat Dinda akan naik ke kelas ti-ga SMA.Keluarga Ardiansyah yang merawat nya sejak kecil,berencana mengangkat nya sebagai menantu istri dari Bara.
Ruangan Keluarga.
"Jadi gini Bar,Kita semua tau kini Dinda sudah beranjak usia 18 tahun,Ayah ingin menikahkan Kamu dengan Dinda.Ayah tau ini terlalu cepat,kalian hanya perlu ijab qobul saja,resepsi nya boleh setelah Kalian benar-benar siap akan menerima satu sama lain!"
Pungkas Tuan Faisal.Di dalam ruangan itu terdapat Haikal,dan juga Firman,serta Nyonya Ratih istri Tuan Faisal,dan ke dua menantu nya yang duduk di sebelah suami Mereka masing-masing.
"Bara!"
Teriak Tuan Faisal,saat itu Dinda juga ada disaat,Dinda belum terlalu paham,apa yang sedang mereka bicara kan.Namun,Dinda tahu kalau ia dengan Bara akan menjadi orang yang paling dekat ke depannya.
Bara kembali duduk,saat sang Ayah meneriaki nya.
"Ini sudah menjadi ke putusan Ayah,tidak ada yang boleh membantah !"
Tuan Faisal berdiri,Nyonya Ratih juga ikut berdiri.
"Ayo Din,Ayah akan mengantar Kamu ke sekolah !"
"Baik Yah!"
Dinda segera pergi bersama dengan ke dua orang tua Bara.
Kini hanya tinggal Anak dan menantu nya saja di dalam ruangan keluarga tersebut.
"Bar,kenapa Kamu tidak bisa menerima pernikahan ini,bukan kah Dinda lebih dekat dengan Kamu?"
Haikal melihat ke arah Bara yang sedang kesal.
"Aku sudah memiliki pacar,dan Aku serius dengan Nya kak!"
__ADS_1
"Siapa?Kamu kenapa gak ceritakan itu dari awal sama Ayah dan Mama!"
Firman menimpali nya.
"Aku sudah pernah coba jujur sama Ayah,tapi Ayah menolak untuk menerima Aira,katanya Aira Perempuan yang tidak benar!"
Pungkas Bara.
"Apakah Ayah sudah pernah bertemu dengan Aira?"
"Belum!Aku tidak berani membawa Aira untuk bertemu dengan Ayah,kak Haikal tau,Ayah tipekal orang yang sulit menerima orang luar!"
"Kamu harus mencoba nya,siapa tau Ayah berubah pikiran !"
Sambung Firman.
"Tunggu dulu!apa Kamu benar yakin dengan Aira?"
Wulan tiba-tiba bertanya saat melihat raut wajah Bara.
"Sayang,kenapa kamu bertanya begitu?"
Bisik Haikal.
"Aku juga belum tau Kak,tapi Aku sudah lama pacaran dengan nya,disaat Aku mengajak ia menikah waktu lulus kemarin,Dia menolak nya,ia bilang Aku belum cukup mampan untuk menafkahi nya!"
Dari penjelasan Bara,ke dua kakak dan iparnya,dapat mengambil kesimpulan kalau Aira bukan orang yang tepat untuk adik mereka.
"Bara,Kakak sarankan kalau Kamu terima saja saran nya Ayah!"
Pungkas Haikal,lalu pergi meninggal mereka di ruang keluarga,Wulan pun ikut bersama dengan suaminya.
"Eeemm..Kakak juga tidak bisa berbuat apa-apa!"
Sambung Firman yang ikut pergi bersama dengan istrinya.
Dari semenjak hari itu lah,Bara dan Aira bertemu secara diam-diam.Bahkan pernah suatu hari Tuan Faisal memergoki Bara yang sedang jalan -jalan dengan Aira.Tuan Faisal sangat marah kepada Anak nya itu.
Hari berikut nya,Tuan Faisal pergi ke tempat kerja Aira,di sebuah bandara,saat itu ia masih anak baru magang,bukan Pramugari.
"Tuan,Anda yang meminta saya kemari?"
Ucap Aira,
Tuan Faisal meminta staf bandara untuk menyuruh Aira bertemu dengan nya,di sebuah restoran di dekat bandara tempat Aira bekerja.
"Ia benar,duduk lah!"
Aira segera duduk,Tuan Faisal memperkenalkan dirinya.
"Jadi kamu sudah tau sekarang siapa Saya?kedatangan Saya kemari ialah untuk meminta Kamu menjauhi Anak saya!"
Tegas Tuan Faisal langsung pada intinya.
"Tuan,Saya dan Bara benar-benar saling mencintai,saya tidak akan meninggalkan Dia!"
__ADS_1
"Ini untuk Kamu,tinggalkan Anak Saya,tulis saja berapa nominal yang Kamu mau,datang ke kantor saya,Asisten Saya akan membantu Kamu,untuk mencairkan cek ini!"
Pungkas Taun Faisal yang berdiri.