Istri Kecil Tuan Bara

Istri Kecil Tuan Bara
memergoki suami


__ADS_3

Sampai di sebuah restoran,Marvel dan Nadia memesan makanan,namun Dinda hanya nurut saja apa yang di pesankan oleh Nadia untuk nya.


"Lo mau lobster kan?"


Tanya Nadia yang masih memilih menu,


"Iya boleh!"


Jawab Dinda dengan malas,ia melirik ke arah dinding restoran yang di batasi dengan kaca.


"Bara!"


Gumam Dinda,Namun Nadia dapat mendengarkan nya,


"Nad,Bara!"


Ketus Dinda lagi yang tiba-tiba berdiri.


"Dimana ?"


"Liat disana!"


Nadia melihat ke arah tempat parkir,Bara bersama dengan seorang wanita yang masuk dalam mobil nya.


"Ada apa sih?"


Tanya Marvel yang kebingungan.


"Vel Lo harus bantu Gue!"


Ketus Dinda yang berdiri,


"Bantu apa?"


Marvel terlihat bingung,ia menatap ke arah Nadia,


"Ayo,Kita ikuti mobil itu!"


Dinda segera berlari kearah pintu masuk restoran,semetara Nadia dan Marvel mengejar nya dari belakang.


"Din,tunggu !"


Teriak Nadia,namun Dinda sudah sampai di tempat parkir mobil Marvel.


"Cepat Marvel,nanti Kita kehilangan jejak!"


Tanpa bertanya lebih banyak,Marvel segera masuk dan menyetir,sementara Nadia dan Dinda bergegas masuk ke dalam mobil.


"Ikuti mobil berwarna hitam itu!"


Dinda menunju ke arah mobil Bara yang sedikit jauh dari mobil Marvel,karena di depan lampu merah,sehingga Marvel dapat menjangkau mobil Bara.


"Dengan siapa Dia?"


Nadia melirik ke arah Dinda.


"Gue yakin itu Aira!"


"Sialan !"


Ketus Nadia dengan kesal yang duduk di sebelah Marvel.


Mobil Bara berhenti di sebuah tempat karaoke,yang lumanyan terkenal di kota Mereka.


Dinda melihat ke arah Bara yang turun dari dalam mobil nya,dan di susuli dengan turun nya Aira,Dinda mengepalkan tangan nya.


Aira dengan manja mendekat ke arah Bara dan mengandeng tangan Aira.


"Bara,terimaksih Kamu sudah menemani,dan menghibur Ku hari ini!Aku tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini selain Kamu !"

__ADS_1


Pungkas Aira yang berjalan masuk ke dalam tempat karaoke,Bara hanya tersenyum,tanpa menjawab sepatah kata pun.


Bara memesan ruangan VIP untuk mereka berdua,Bara memilih tempat yang sunyi tanpa ada gangguan dari penghujung lain,ia ingin duduk dengan tenang nanti nya.


Dinda dan Nadia,serta Marvel telah masuk ke dalam gedung tersebut,dan secara diam-diam mengikuti Bara dari belakang.


melihat Bara sudah berjalan ke arah lift,Dinda hanya bisa melihat lantai berapa yang mereka tuju,begitu lift kembali terbuka,mereka bertiga segera masuk ke dalam lift untuk menyusul.


Dinda sebelum nya,telah melihat kamar VIP nomer ti-ga yang di pilih oleh Bara untuk mereka karaoke bersama.


Bara dan Aira segera masuk ke dalam ruangan tersebut,di dalam sudah tersedia banyak minuman,bahkan minuman beralkoh*l juga tersedia disana.


Snack kacang garud* juga mereka sediakan,beserta minuman soda lain nya.


"Ayo,nyanyi bersama !"


Ajak Aira,namun Bara menolak nya,


"Kamu saja yang bernyanyi,Aku akan duduk di sini!"


"Ayo,sama-sama,ini juga bisa menghilangkan rasa stres Mu!"


Ketus Aira,menarik paksa tangan Bara,akhirnya Bara mau duduk di depan layar dan bernyanyi bersama dengan Aira.


Dengan manja,Aira mengalungkan tangan kanan Bara,dan menyenderkan kepala nya di bahu Bara.


"Bara apa Kamu mau minum?"


Aira memberikan sebotol minuman soda dengan kadar alkoh*l yang tinggi.


"Tidak!"


Jawab Bara singkat,


"Ayo lah,kapan lagi bisa bersenang-senang begitu,ini terlahir kali,dan sekali saja malam ini,nih minum,Aku juga akan minum!"


Akhirnya Bara mengambil minuman bersoda yang tersedia disana,ia langsung meneguk nya,Aira hanya tersenyum,lalu mereka melanjutkan bernyanyi.


"Nad,Lo dan Marvel tunggu disini,jangan masuk,biar Gue aja yang masuk!"


"Tapi Din,kalau Lo napa-napa gimana?"


Nadia ragu,membiarkan sahabat nya masuk sendirian.


"Lo tenang aja,Gue bisa atasi semua nya,Vel Gue titip Nadia!"


Marvel mengangguk nya,Dinda menarik nafas nya lalu membuang nya dengan kasar.


"Semangat !"


Ucap Nadia,Dinda mengangguk nya.


Dinda memegang ke dua gagang pintu,lalu ia mencoba untuk membuka nya.


Brakk!


Dinda mendorong nya dengan kuat,sehingga membuat Aira dan juga Bara menoleh ke arah Dinda yang berasa di ambang pintu.


Bara dan Aira terkejut melihat Dinda ada di ambang pintu,namun sebalik nya dengan Dinda,ia sudah berusaha tidak akan membuat onar atau bersikap seperti orang gila di tempat itu.


Tap..tap..tap..


Dinda berjalan ke arah Bara dan juga Aira,yang masih duduk di sofa.


"Apa ini yang Lo bilang sibuk bekerja?"


Tanya Dinda,namun Bara tidak menanggapi nya,


"Orang yang merasa dirinya stres dan kesepian akan datang kesini kan?"

__ADS_1


Dinda melangkah lebih dekat dengan Mereka.


"Apa yang Kamu lakukan disini!"


Cetus Aira,


"Diam!Gue lagi gak ngomong ama Lo!"


Teriak Dinda menunjuk ke arah Aira,dengan jari telunjuk nya.


Lalu Dinda dengan kasar menarik tangan Aira, dari tempat duduk nya,dan Dinda mengantikan posisi Aira yang kini duduk di sebelah Bara.


"Apa Lo menikmati semua ini?"


Tanya Dinda,sampai saat ini Bara masih terdiam,satu pun pertanyaan Dinda tidak menjawab nya.


Dinda meraih sebotol minuman alkoh*l,yang berada di sebelah nya,ia langsung meminum nya untuk pertama kali.


"Apa yang Kamu lakukan!"


Bara merebut botol minuman tersebut di tangan Dinda.Namun,Dinda segera menepisnya ,dan berdiri di depan Bara.


Dinda melanjutkan untuk menghabiskan minuman alkoh*l tersebut,namun Bara secepat mungkin merebut botol minuman itu di tangan Dinda.


"Apa Kamu sudah gila!"


Tegas Bara,


"Haah..uhuk..uhuk!"


Karena belum terbiasa membuat Dinda terbatuk-batuk.


Lalu Dinda menatap ke arah Aira yang masih berdiri di belakang nya,ia melihat penampilan Aira yang begitu sexy,siapapun yang melihatnya pasti akan jatuh hati kepada wanita yang berprofesi pramugari itu.


Dinda membuang tas nya ke lantai,lalu ia berusaha membuka jaket jeans yang ia kenakan sehingga memperlihatkan tubuh nya yang cantik,Dinda yang hanya memakai dress dengan tali kecil saja di dalam nya.


Bara segera menahan tangan Dinda,ia kembali menutup tubuh istrinya itu,Aira melihat perlakuan Bara sedikit kesal.


"Bukan nya Lo suka wanita yang berpakaian terbuka?"


Cetus Dinda dengan tubuh yang sedikit terhuyung.


"Semua Pria akan menyukai Wanita sexy dan juga cantik,bukan wanita yang bersikap seperti anak-anak!"


Ketus Aira,Dinda menoleh ke arah Aira,sementara Bara hanya diam saja.


Dinda melepaskan tangan Bara yang memegang bahu nya,lalu ia meraih botol minuman soda,dan langsung meneguk nya.


"Cukup!jangan minum ini lagi!"


Tegas Bara,membuang botol minuman di tangan Dinda.


Dinda menoleh ke arah Aira yang tersenyum sinis ke arah nya,lalu Dinda berjinjit agar bisa meraih bi bir Bara.


Dengan cepat Dinda mencium bi bir Bara,Pria itu tidak menolak atau menghindar nya,bahkan ia sangat menikmatinya,Aira yang melihat itu berdecak kesal dan mengepalkan tangan nya.


"Lo sangat menyukai cium an yang hangat begini kan?"


Dinda menatap Bara dengan sendu,


"Dinda.."


Lirih Bara,


Plaakk!


Dinda menampar Bara,untuk yang pertama kali nya.


"Gue benci ama Lo!"

__ADS_1


Teriak Dinda,ia segera berlari keluar dari ruangan tersebut.


Braakk..!


__ADS_2