Istri Kecil Tuan Bara

Istri Kecil Tuan Bara
Marah


__ADS_3

Pandangan Bara tertuju ke arah Dinda yang masih berdiri di samping nya.


"Din,apa itu benar?"


Tanya Bara dengan wajah memerah.


"Eh,Kalian jangan asal bicara ya,Kita gak saling kenal,bahkan Gue baru aja liat Lo pada,jangan asal ngomong kalian !"


Teriak Dinda melangkah sa-tu langkah ke depan.


"Udah lah Nona,tidak perlu berpura-pura lagi,lagian Suami Mu sudah disini,Kita pergi dulu,gak perlu bayaran !"


Ucap Mereka lalu pergi meninggalkan gudang tersebut.


"Eeh,tunggu !kalian harus jujur Kita ini tidak saling kenal,kalian jangan pergi !"


Teriak Dinda,namun preman itu sudah pergi dari sana.


"Ayo pulang,jelaskan nanti di rumah,Kamu benar-benar buat Aku kecewa!"


Tegas Bara menarik tangan Dinda,sekali lagi Dia menyeret Dinda keluar dari dalam gedung.


"Bar,Gue gak kenal Mereka,Lo harus percaya ama Gue,mana ada orang mau diri nya di culi,gila kali ya !"


Ketus Dinda,dengan kesal.


"Ada itu Kamu yang gila,bisa-bisa nya Kamu berbuat begitu,hanya untuk mencari perhatian Ku!"


Bara menatap Dinda dengan kesal,lalu mendorong nya ke dalam mobil.


Bugh !


"Aaaaww,Atitt....!"


Blam!


Bara langsung duduk di kursi kemudi,sementara Dinda menahan sakit di tangan nya.


"Kamu tau gak,Aku tu punya kerjaan penting yang tidak bisa di tinggalin,tapi Kamu malah merencanakan hal bodoh seperti ini!"


Pungkas Bara,ia masih terlihat kesal.


"Kerjaan apa yang penting,ini kan masa cuti Mu,Kamu ke tempat perempuan itu lagi kan ?"


Dinda menatap tajam ke arah Bara,Pria itu juga melirik nya.


"Gak perlu di jawab Gue udah tau !"


Sambung Dinda lagi fokus ke depan.


Bara terus melakukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.


Sementara di tempat lain,ke dua preman tersebut masih berdiri di belakang gedung.


"Bos,tugas Kita sudah selesai mana bayaran nya!"


Salah satu preman tersebut mengulurkan tangan ke arah Wanita yang berdiri di depan Mereka.


"Ini bayaran kalian,jangan pernah muncul di depan Ku apalagi bawa-bawa nama Ku!"


"Siap Bos,Kami pergi dulu!"


Setelah mendapat kan uang,ke dua orang tersebut pergi meninggalkan gedung.


"Ha..ha..Dinda Kamu akan tau,perbuatan Mu itu tidak bisa do toleransi oleh Bara!"


Gumam Aira yang berjalan ke arah mobil nya.


Aira sengaja menyewa Preman untuk menjebak Dinda yang polos itu.Karena ia tahu Dinda sangat gampang di tipu.

__ADS_1


Mobil Aira melaju berlawanan dengan arah mobil Bara,ia ingin segera kembali ke rumah paman nya,agar Bara tidak mencurigai nya.


Sementara itu...


Dinda dan juga Bara baru saja sampai ke rumah.


Dengan begitu marah,emosi yang sudah meluap-luap,membuat keringat Bara bercucuran membasahi wajah tampan nya.


Ceklek !


Pintu utama terbuka,semua orang yang menunggu Dinda dan Bara dengan cemas,menoleh ke arah pintu,Nyonya Ratih berjalan ke arah pintu utama.


Bara segera mendorong Dinda ke hadapan Ayah dan ibunya.


"Sayang,apa yang terjadi,Kamu baik -baik saja kan ?"


Tanya Nyonya Ratih memegang wajah Dinda yang sedang pucat,karena ketakutan melihat Bara.


"Dinda baik-baik saja mah!"


Jawab Dinda pelan.


"Bara,siapa yang menculik Dinda,apa penjahat nya sudah di tangkap ?"


Tanya sang Ayah begitu antusias.


"Ayah bisa langsung tanya sama Dia,karena Dia banyak tau dari pada Bara!"


Tegas Bara,semua keluarga Ardiansyah terkejut,Tuan Faisal,belum pernah melihat Bara semarah itu.


"Aa..Dinda udah katakan,bulan Dinda yang melakukan itu,Dinda di fitnah,Dinda yakin Dinda di jebak!"


Dinda terlihat begitu takut bila melihat wajah Bara yang sedang tersulut emosi.


"Diam !"


Semua keluarga terkejut mendengar suara bentakan Bara,Tuan Faisal segera mendekat ke arah anak nya.


Tuan Faisal menenangkan Anaknya.


"Yah,Aku capek,ini semua karena Ayah menikahkan Aku dengan anak kecil seperti Dia,jika Ayah dengan balas Budi kenapa tidak Ayah aja yang menikah dengan Dia !"


Plaak !


"Bara..!"


"Bara!"


Perkataan Bara sungguh membuat Ayah nya harus menampar Dia,agar sadar dengan ucapan nya barusan,Nyonya Ratih menutup mulut nya melihat ke dua orang tersebut yang sedang cecok.


Haikal menahan Tuan Faisal agar tidak emosi,karena dapat membuat darah tinggi nya naik.


Bugh !


Tubuh Dinda ambruk ke lantai,ia tidak menyangka Bara dapat perkata begitu tentang nya.


"Aku akan pergi ke tempat kerja !"


Ujar Bara berbalik.


"Bara berhenti!"


Teriak Tuan Faisal,


Dinda segera berlari mengejar Bara,dan menahan pria itu agar tidak pergi meninggalkan nya.


"Bara,Dinda mohon,maafkan Dinda!"


Dinda memeluk tubuh Bara dari belakang,

__ADS_1


"Jangan pergi,Dinda janji,Dinda akan menjadi anak penurut,please tetap disini! jangan pergi !


Sambung Dinda lagi,


Bara masih belum merespon,namun perlahan-lahan,Bara mencoba melepas pelukan Dinda di pinggang Bara.


"Din,lepas!Aku lagi tidak ingin berdebat,sekarang Kau kembali ke kamar dan intropeksi diri!"


Pungkas Bara,namun Dinda menggelengkan kepala nya,ia tidak ingin melepaskan pelukan Nya.


Tiba-tiba hujan turun,sehingga membasahi Bara dan juga Dinda yang berdiri di depan teras,Nyonya Ratih dan juga Tuan Faisal,khawatir dengan menantu mereka.


"Aku tidak mau lepas,jangan pergi!"


Bara segera menarik paksa tangan Dinda di pinggang Nya.Membuat pelukan Dinda seketika terlepas.


Bara segera bergegas ke mobil nya,dan meninggalkan Dinda di bawah hujan.


"Bara berhenti...!"


Teriak Dinda dengan keras,dan mengejar mobil Bara.


Blam !


Pintu mobil tertutup,Bara segera menyalakan mesin mobil nya.


Tap...tap...tap...tap...tap !


"Bara berhenti,Dinda janji Dinda gak akan nakal lagi,tolong jangan pergi !"


Dinda terus saja mengejar mobil Bara yang sudah keluar dari pekarangan rumah Ardiansyah.


Bugh!


Dinda duduk di depan gerbang,saat melihat mobil Bara sudah tidak terlihat lagi.


"Aaaaaa......Bara Kamu jahat!Kamu jahat sama Dinda !"


Teriak Dinda dengan keras.


Haikal segera membantu Dinda yang duduk di depan gerbang,dengan membawa payung .


"Din,ayo masuk!jangan disini,nanti Kamu sakit!"


"Dinda gak mau!Dinda mau Bara kembali!"


Jawab Dinda yang masih menangis.


"Ayah menyuruh Kamu masuk,ayo,hujan nya sangat deras,itu bisa membuat Mu sakit!"


Bujuk Haikal,namun Dinda masih tidak bergerak dari tempat duduk nya.


"Kak,apakah Dinda sangat merepotkan semua orang?apakah Dinda menjadi beban keluarga ini ?"


Lirih Dinda,


Bugh !


Tubuh Dinda terjatuh ke dalam air yang tergenang di halaman rumah Ardiansyah.


Haikal segera membuang payung nya,dan membawa Dinda masuk ke dalam rumah.


"Sayang,kenapa dengan Dinda?"


Tanya Nyonya Ratih,


"Dinda pingsan Mah!"


"Panggilkan dokter kemari!"

__ADS_1


Semua keluarga terlihat begitu panik dengan kondisi Dinda,apalagi Tuan Faisal,ia sangat merasa bersalah kepada almarhum Ayah Dinda.


__ADS_2