Istri Kecil Tuan Bara

Istri Kecil Tuan Bara
letih


__ADS_3

Blam!


Suara pintu yang di banting oleh Dinda.


Dinda segera berjalan ke arah sofa,lalu menyenderkan kepala nya di sofa,memejamkan mata sebentar.


Nadia baru saja siap mandi,handuk masih di kepala nya,ia segera menghampiri sang sahabat yang terlihat begitu lelah.


"Ada apa ?"Tanya Nadia duduk di sebelah Dinda.


"Lelah harus berpura-pura terus !"


Jawab Dinda masih memejamkan matanya.


"Yaudah ngomong aja yang jujur ama Bara!"


Saran Nadia.


"Iya Gue baru ingat,Lo tau gak,dalam kontrak kerja sama Kami,ada cewek ganjen banget Ama Bara,mau muntah Gue liat sikap tuh cewek,Dia nempel terus di lengan Bara kayak cicak!"


Cibir Dinda yang sedang kesal.


"Waah,saingan baru,siapa tuh?"


Tanya Nadia yang penasaran.


"Amel namanya !"


Jawab Dinda singkat,meletakan telapak tangan nya di jidat.


"Amel?"


Nadia mengulangi lagi menyebut nama perempuan itu.


"Kenapa ?"


Melihat Nadia yang kaget,Dinda berbalik bertanya lagi kepada Nadia.


"Gue pernah bertemu dengan wanita yang bernama Amel,Gue mengetahui perempuan itu saat Asisten nya,memanggil nama Dia!"


Jelas Nadia,terlihat sedang berpikir.


"Gue juga merasa suara nya sangat familiar,hanya saja yang ini terlalu di buat-buat saat berbicara!"


Ujar Dinda yang ikut memikirkan sesuatu.


"Pokoknya Lo harus hati-hati siapapun Mereka,ingat kalau Amel ganjen terus godain Bara Lo harus secepatnya dekatin tu lakik biar gak digondol kucing garong!"


Saran Nadia,sambil menggerakkan tangan nya.


Ting...tong..Ting..tong...


"Ini sudah mau magrib,siapa yang magrib datang kemari?"


Tanya Nadia kebingungan.


"Lo liat dulu gih,Gue mau mandi dulu,terus lanjut sholat !"


Dinda segera berdiri,dan berjalan menuju kamar nya.


Sementara Nadia pergi untuk melihat tamu yang saat magrib.


Ceklek !


Pintu terbuka,seseorang berdiri di depan pintu rumah Nadia.


"Marvel Lo kemari?"


Tanya Nadia yang bingung.


"Iya,Gue tadi pulang dari rumah sakit jenguk rekan Papa,tapi singgah di toko roti,jadi Gue beliin roti buaya kalian!"


Marvel mengangkat kotak roti,ke depan Nadia.


"Waah,kebetulan lagi lapar,masuk dulu yukk,bentar lagi dah magrib,Gue sholat dulu,Lo juga sholat !"


Cetus Nadia,membawa roti ke dapur,lalu memotong nya menjadi bagian kecil.


"Dimana sarung sama peci?"


Tanya Marvel yang berdiri di pintu dapur.


"Ada di kamar ke tiga dari sini,kamar Kak Arif,Kamu pakai saja punya dia!"


Saran Nadia,lalu meletakan roti yang siap di potong di atas meja.

__ADS_1


Dinda baru saja keluar kamar setelah sholat,lalu gantian dengan Nadia.


Dinda duduk di sofa ruang tamu,sambil menonton siaran berita.


Marvel ikut duduk bersama dengan Dinda,menunggu Nadia.


"Mau makan?"


Dinda mengangkat sepiring roti ke depan Marvel.


"Boleh juga,ini padahal Gue yang bawa tadi,gak mau Gue makan kue sendiri,he..he..he..


"Waaah,Gue pikir ini di beli Nadia,tapi ia sih gak mungkin Dia kan lagi gak ada tabungan,kakak nya belum ngirim !"


Ujar Dinda sambil menikmati roti yang di bawa Marvel.


"Heeemm,gitu ya?"


Marvel manggut-manggut sambil nonton televisi.


"Waah kalian curang,makan gak ngajak-ngajak Gue!"


Ketus Nadia yang cemberut duduk di sebelah Marvel.


"Selak mati nunggu Lo makan nya!"


Ketus Dinda dengan tajam.


"Dasar Lo gak setia kawan !"


Nadia merebut roti di tangan Dinda.


"Nadia....!"


Teriak Dinda yang roti nya diambil Nadia.


"Weeekkk!Nyam...nyam..."


Nadia langsung memasukan roti tersebut ke dalam mulut nya.


Marvel yang minat tingkah calon istri nya hanya bisa menggelengkan kepala nya saja.


"Kalian berdua bosan gak?"


Tanya Marvel di sela-sela mereka yang sedang makan roti dan menikmati tontonan nya.


Jawab Nadia.


"Gue bosan !"


Sambung Dinda,


"Gimana kalau malam ini Gue ajak kalian berdua untuk nonton,Gue juga mau ajak kalian berdua belanja!"


Ujar Marvel.


"Gue jadi obat nyamuk dong?"


Ketus Dinda dengan wajah yang cemberut.


"Gak lah,Gue kan sahabat Lo,Kita ganti baju dulu,Lo tunggu Kita disini 10 menit oke !"


Marvel mengangguk .


Nadia dan Dinda segera berdiri,dan beranjak pergi ke kamar untuk berganti pakaian nya.


Setelan 10 menit berlalu sesuai dengan janji ke dua perempuan itu.Nadia dan Dinda keluar dari kamar menuju ruang tamu.


"Ayo,Kita udah siap!"


Ucap Dinda,


Marvel segera berdiri dari duduk nya,Mereka bertiga bergegas menuju pintu utama.


Ting...tong..Ting...tong..


"Siapa ?"


Tanya Dinda sama Nadia,yang saling pandang.


"Ini Aku Bara!"


Sahut Bara dari luar,


"Tuh orang nya jawab sendiri,gak perlu Lo tanyak Gue!"

__ADS_1


Ujar Nadia yang menahan tawa nya.


"Tunggu ngapain Dia kemari?"


Dinda memegang lengan Nadia.


"Mana Gue tau,memang nya Gue polisi kerja 24 jam ngawasin Dia,Gue bukan RT RW yang menjaga rakyat 24 jam!"


Ucap Nadia panjang lebar,Dinda hanya menggelengkan kepala nya.


"Oke,oke Lo menang kalau debat Ama Gue!"


Dinda mengalah,


"Buka aja pintu nya!"


Saran Marvel,Nadia mengangguk nya.


Ceklek !


"Kalian mau kemana?"


Tanya Bara yang lebih dewasa dari ketiga orang yang berdiri di depan Bara.


"Kami mau nonton dan belanja!"


Pungkas Dinda lalu melewati tempat Bara berdiri.


Nadia mengunci pintu rumahnya,semetara Marvel hanya diam saja.


"Aku boleh ikut?"


Tanya Bara mengagetkan ke tiga orang itu.


"Gak boleh!"


Dinda segera menjawab nya.


"Bolehin aja Lo Din,biar rame,kan pas Kita pergi berempat!"


Ujar Marvel.


Akhirnya Dinda mengalah demi keharmonisan hubungan Nadia dan Marvel,mereka lebih banyak menghabiskan waktu bersama nanti saat menonton bioskop.


"Yaudah ayo berangkat,kalau disini terus kapan nonton nya!"


Ketus Dinda mengerutkan bi birnya.


"Iiih dasar bi bir pantat ayam!"


Bara mencubit pipi Dinda yang sedang geram.


"Haah?"


Dinda terkejut,saat Bara melepaskan tangan nya,Dinda kembali mengusap pipi bekas cubitan Bara yang barusan.


Tanpa disadari Dinda,Bara sudah berada di dalam mobil,hanya Dinda saja yang belum masuk.


"Eeh,malah bengong,ayo masuk!"


Ajak Bara,Marvel dan Nadia sudah duduk di belakang,Marvel meninggalkan mobilnya di rumah Nadia.


"I..iya..tunggu!"


Dinda segera bejalan ke arah mobil,ia terlihat begitu ragu untuk duduk di sebelah Bara,namun Nadia memberikan sinyal mata kepada Dinda,untuk segera masuk.


Blam!


Dinda menutup pintu mobilnya.


"Pakai sabuk pengaman nya!"


Ucap Bara yang membantu Dinda memasang sabuk pengaman.


Deg..


Deg...


Jantung Dinda berdetak begitu kencang,Dinda memegang da da nya,wajah nya merona.


"Kamu kenapa ?"


Tanya Bara saat ia telah selesai membantu Dinda.


"Tidak ada,cepat jalan "

__ADS_1


Titah Dinda yang sedang malu,Nadia di belakang hanya senyum-senyum saja melihat Dinda malu.


Beri hadiah+vote+like semangatin Author dengan beri hadiah ya🤗😘


__ADS_2