Istri Kecil Tuan Bara

Istri Kecil Tuan Bara
Bioskop


__ADS_3

"Huueeek..!"


Dinda memuntahkan semua isi perut nya yang ia makan tadi saat nonton bioskop.


"Kamu baik-baik saja?"


Tanya Bara memegang bahu Dinda yang berdiri di depan wastafel yang ada di toilet.


"Kamu kenapa disini,ini toilet Wanita !"


Ketus Dinda kesal.


"Hueek..hueeek!"


Dinda masih melanjutkan muntah nya.


"Aku enggak tega liat Kamu yang muntah-muntah dari tadi!"


Jawab Bara,membantu Dinda untuk mengelap mulut nya.


Deg..


Deg...


Dinda menatap Bara dengan begitu dekat membuat dirinya gemetar.Bara sebelumnya tidak pernah terlihat begitu romantis kepada Dinda saat ia menjadi istri nya dulu,tapi sekarang perlakuan Bara membuat Dinda gugup.


"Kita harus segera keluar dari sini kalau Kamu sudah baikan,kalau gak orang-orang akan memukul Ku nanti mengira Aku me-sum!"


Ketus Bara,yang tiba-tiba bersikap dingin.


"Memang Kamu me-sum,kenapa harus mengikuti Ku ke dalam toilet wanita!"


Ujar Dinda,membenarkan riasan nya.


"Ya...karena Aku khawatir!"


Tegas Bara.Berbalik membelakangi Dinda.


Mendengar ucapan Bara,Dinda berhenti merias,ia menyimpan kembali bedaknya di dalam tas,lalu berbalik melihat kearah Bara,yang masih membelakangi nya.


"Tuan Bara,terimakasih sudah sangat perhatian kepada Saya,Saya sangat tersanjung!"


Ucap Dinda manja,sambil menekan kan ucapannya,lalu berbalik meninggalkan Bara di dalam toilet sendiri.


"Eeh...tunggu!"


Teriak Bara,yang melihat Dinda telah keluar dari dalam toilet.


"Iiiih...tampan-tampan tapi me-sum!"


Ujar seorang perempuan yang melihat Bara keluar dari toilet wanita.


"Iiih...ji jik!"


sambung yang lain yang berlalu begitu saja si depan mereka.


Terlihat wajah Bara yang menahan amarah,Dinda menahan tawa nya yang telah membuat Bara malu.


"Lo gak apa-apa?"


Tanya Nadia saat melihat Dinda berjalan ke arah Mereka yang sedang menunggu nya.


"Mual Gue masih!"


Jawab Dinda kesal.


"Salah Lo nih,beli tiket kok film kanibal,bikin emosi aja!"


Ketus Nadia kesal memarahi Marvel.


"Iya maaf,Gue salah pilih film!"


Jawab Marvel sambil mengaruk kepala nya yang tidak gatel.


"Eeheem.."


Bara berdehem,Dinda melirik nya.


"Bagaimana kalau Kita cari makan?"


Sambung Bara lagi.


"Ogah aah!gak naf su Gue!"


Ketus Dinda,lalu segera berjalan meninggalkan Bara bersama dengan Marvel.


"Salah Kamu nih,entah film apa yang kamu beli tiket nya!"


Cetus Bara melihat ke arah Marvel.


"Anda juga salah,udah tahu Gue salah beli tiket aturannya kan bisa beli ulang !"


Sahut Marvel yang mencoba membela diri.


Marvel dan Bara,lalu menyusul Dinda dan Nadia yang ingin berbelanja keperluan dapur.


"Lo mau beli apa?"

__ADS_1


Tanya Dinda,


"Sayur sama daging aja,biar besok masak enak Kita,mumpung ada yang bayarin !"


Bisik Dinda.


"Jangan bilang Lo mau ngerjai Bara!"


Balas Nadia ikut berbisik.


"Hehehe...udah kesempatan Kita kapan lagi itung-itung nafkah istri Dia kan ?"


Ujar Dinda yang sedang memilih sayur.


"Nafkah lahir udah nafkah batin kapan?"


Bisik Nadia,


Tuk !


"Aaaww,sakit lampir..!"


Teriak Nadia,mengelus kepala nya yang sakit.


Dinda memukul kepala Nadia dengan wortel yang ada di tangannya.


"Diam!yang itu tu bahas nya di rumah,jangan disini,nanti Mereka dengar!"


Ucap Dinda,meletakan sayuran di dalam keranjang belanja.


"Kalian dah siap beli sayur?"


Tanya Bara,


"Udah !"


Jawab Dinda.


"Ayo,bayar sekalian,tadi Kami beli beras,sama minyak goreng terus ada gula juga,Aku juga beli deterjen tadi!"


Pungkas Bara,


Dinda malah terlihat kaget,kalau Bara sudah belanja begitu banyak.


"Ini Aku beli untuk kalian,kenapa Kamu kaget begitu ?"


Tanya Bara saat melihat Dinda yang terkejut.


"A..Aku enggak pa-pa!"


Jawab Dinda,lalu berjalan ke arah kasir.


Teriak Marvel yang baru saja datang.


"Nih,ku beliin buah sama cemilan,disini juga ada roti !"


Marvel memberikan keranjang belanja kepada Nadia.


Nadia melirik ke arah Dinda,mereka jadi tersenyum.


"Din,dompet Kita enggak jadi bolong!"


Bisik Nadia.


"Iya benar"


Jawab Dinda sambil mangut-mangut.Lalu tersenyum ke arah Nadia.


Begitu selesai membayar semua belanjaan nya,mereka segera keluar dari mall tersebut.


Di dalam mobil terlihat Bara yang sedang menyetir,sesekali Dinda melirik kearah Nadia yang sedang memberi sinyal kepada Dinda.


"Gue lapar!"


Nadia menggerakkan mulut nya,Dinda hanya mangut-mangut saja.


"Apa!"


Tanya Bara melirik ke arah Dinda yang sedang mangut-mangut.


"Ayo makan dulu sebelum pulang!"


Ajak Bara,Dinda tersenyum.


"Boleh,kebetulan Nadia sudah lapar!"


Jawab Dinda jujur.


"Lo lapar kenapa gak bilang Gue,masak ia mau di tahan sampai rumah!"


Marah Marvel,


"Vel,Lo harus sabar teman Gue nih,Dia tuh gak mau repotin orang,Lo harus peka kalau di dekat Dia,ya minimal Lo harus sadar diri,kira-kira ini dah jam berapa ajak lah Dia makan"


Pungkas Dinda,lalu kembali duduk menghadap ke depan.


"Kalau Kamu kira-kira peka enggak sama perasaan Ku?"

__ADS_1


Tanya Bara,


Deg..


Deg...


Dinda terdiam.


"Ehem.."Goda Nadia,Marvel segera merangkul bahu Nadia dalam pelukan nya.


"Kenapa diam ?"


Tanya Bara lagi,


"Kenapa jadi bahas ini sih,enggak nyambung banget,dah cepatan cari tempat makan,udah lapar nih!"


Dinda sengaja mengalihkan pertanyaan Bara.


'Sengaja Kamu kan,mau hindari pertanyaan Ku'


Bara melirik ke arah Dinda yang menundukkan wajah nya karena malu.


"Udah sampai cepat turun,Nadia kamu saja yang pilih tempat duduk!"


Ujar Bara,mengunci pintu mobil Dinda,agar jangan keluar dulu.


Klak! Klak!


"Buka!"


Cetus Dinda menoleh ke arah Bara.


Nadia dan Marvel sudah turun duluan.


"Jawab dulu pertanyaan Ku tadi!"


Bara duduk menghadap ke arah Dinda.


"Per..pertanyaan apa?"


Tanya Dinda dengan gugup.


"Ya ...pertanyaan yang tadi masak sudah lupa!"


Bara membuka sabuk pengaman nya,


"Iya apa?"


Tanya Dinda yang mulai kesal.


"Kalau Aku suka Kamu,Kamu percaya gak?"


Tanya Bara,


"Gak!"


Jawab Dinda tegas,


"Kenapa ?"


Bara melihat Dinda yang duduk menatap fokus ke depan.


"Ya ..karena Gue gak percaya mulut laki-laki!"


Tegas Dinda sekali lagi.


"Buka pintu nya,kalau gak Aku teriak nih!"


Ancam Dinda.


"Teriak aja!"


Bara mengabaikan permintaan Dinda.


"Benaran ya?"


Dinda melirik kearah Bara.


"Iya..!"


"Tolong...tolong ada Pria me -sum!"


Teriak Dinda dari dalam mobil.


"Diam,apa yang kamu lakukan!"


Bara menarik tangan Dinda yang sedang berteriak.


"Buka gak?"


Ketus Dinda lagi.


"Iya..ya tunggu !"


Klak !


Dinda segera turun dari dalam mobil,saat Bara sudah membuka nya.

__ADS_1


Blam !


Dinda membanting pintu mobil,Bara hanya bisa menggeleng kan kepala nya melihat sikap Dinda yang enggak berubah dari dulu.


__ADS_2