Istri Kecil Tuan Bara

Istri Kecil Tuan Bara
Meeting


__ADS_3

Begitu sampai di depan ruangan Nya,Haikal datang menghampiri Bara.


"Bar,mana berkas yang di titip Ayah?"


Tanya Haikal,


"Hai Dinda?"


Sapa Haikal,saat melihat Dinda yang ikut Bara ke kantor.


Dinda hanya tersenyum,ia tahu kalau Haikal pasti akan menggoda nya nanti.


"Kalian berdua bagaikan Romeo dan Juliet!"Bisik Haikal,Dinda kembali tersenyum.


PLak!Bara memukul Haikal dengan berkas yang ada di tangan nya.


"Ini ambil berkas nya,dan pergi!"


Titah Bara,yang sedang cemburu.


"Ciiee...cemburu nih?"


Goda Haikal.


"Cepat pergi!"


Ujar Bara lagi,


"Oke siap Pak CEO!"


Ketus Haikal,lalu pergi meninggalkan ruangan Bara.


Ceklek !


Bara segera masuk ke dalam ruangan nya dan di susul oleh Dinda.


"Mas,Kamu kenapa ?"


Tanya Dinda yang melihat wajah Bara begitu BT.


"Gak ada!bantu Aku ambil berkas pemasaran di rak !"


Ujar Bara,Dinda mengangguk nya.


Dinda segera mencari berkas pemasaran di rak yang berada di sebelah meja Bara.


Tok..tok..tok..


"Masuk!"


Sahut Bara,yang sedang memeriksa file nya.


Ceklek !


"Pak,Nona Amel disini !"


Ujar Alan,Bara mengangguk,Alan segera permisi dari ruangan Bara.


"Tuan Bara,maaf menganggu waktu kerja nya,Saya datang kemari untuk meeting,namun Alan bilang Tuan Chau belum datang,jadi Saya membawa makan siang untuk Anda!"


Ujar Amel,mencoba menggoda Bara,tanpa melihat di dalam ruangan itu masih ada Dinda.


"Letakkan saja disana!"


Pungkas Bara.


"Eeehem!"


Dinda berdehem,Amel menoleh,ia baru sadar di dalam ruangan itu masih ada Dinda selain Bara.


"Ehh..Nona Dinda juga disini?apakah datang kemari untuk menggoda Tuan Bara?"


Tanya Amel,


"He..he..he.."Dinda tersenyum mengejek.


"Seperti nya yang datang menggoda itu adalah Anda?Nona Amel datang kemari membawa bekal makan siang untuk Tuan Bara,jadi jelas pasti sedang ingin menggoda nya!"


Ucap Dinda yang berjalan ke arah Mereka.


'Dinda cemburu?'


Bara hanya tersenyum mendapati istri nya yang cemburu.

__ADS_1


"Saya datang kemari untuk meeting,untuk apa Saya datang menggoda,lagian Tuan Bara menyukai perempuan baik-baik,jadi Saya tidak perlu datang untuk menggoda nya!"


Pungkas Amel,Dinda menaikan satu alis nya.


"Dan lagian Kamu sudah duluan berada di dalam ruangan ini,apakah Kamu datang duluan untuk bersaing dengan Ku?"


Sambung Amel.


"Kenapa Aku harus bersaing?Tuan Bara bukan tipe Ku,Dia juga gak begitu menarik!"


Cibir Dinda,melirik ke arah Bara yang dari tadi tersenyum saat ke dua perempuan itu memperdebatkan dirinya.


Seketika raut wajah Bara berubah.


"Nona Amel,tunggu Saya di ruang meeting,Kami akan segera ke sana!"


Ujar Bara,


"Tapi Saya ingin menemani Anda makan siang,apa perlu Saya suapi?"


Tanya Amel lagi,


"Ti..tidak perlu,Saya bisa makan sendiri,tolong tinggalkan ruangan Saya,masih ada berkas yang harus Saya siap kan untuk meeting nanti!"


Tegas Bara,


"Baik lah Tuan Bara,Saya permisi dulu,semoga Anda menyukai masakan Saya!"


Pungkas Amel,menggoda Bara,lalu berjalan ke arah pintu dan menggoda nya.


Prak!


Dinda melemparkan berkas pemasaran ke depan Bara.


"Apa ini?"Tanya Bara,yang melihat raut wajah Dinda begitu datar.


"Berkas pemasaran yang Kamu minta tadi!"


Jawab Dinda,melipatkan ke dua tangan nya di dada.


"Eeh...panggilan Nya!"


Bara menatap Dinda.


Dinda berbalik untuk duduk di sofa.


Dinda menoleh.


"Pindahkan makanan ini ke tempat lain,Aku mau muntah mencium aroma nya !"


Ujar Bara,Dinda langsung tersenyum.


"Baik lah Tuan Bara!"


Dinda segera mengambil bekal yang di bawakan Amel,lalu meletakan di atas meja sofa.


Bara hanya menggelengkan kepala nya saat melihat Dinda yang cemburu.


"Mas..."


Panggil Dinda,yang menunggu Bara di sofa.


"Eeem!"


Bara menoleh,tangan nya masih mengetik file.


"Kamu perhatikan gak?kalau Amel itu sering sekali menggoda Mu,bahkan ia menyiapkan bekal untuk Mu,ku rasa ia sedang mengejar Mu!"


Pungkas Dinda.


"Masak sih,Aku kok gak nyadar ya?"


Sahut Bara,


"Eeemm...gak nyadar,tapi senang tuh!"


Cibir Dinda,


"Apaan sih Sayang,ini ambil Kita meeting sekarang !"


Ujar Bara,Dinda segera berdiri dan berjalan ke arah Meja Bara.


"Kenapa?kenapa wajah Mu masih masam?"

__ADS_1


Tanya Bara,mendekati Dinda.


"Gak!"


Jawab Nya singkat meninggalkan Bara.


"Tunggu !"


Bara menarik lengan Dinda,lalu memeluk nya.


"Mas,ini di kantor,lepas nanti ada yang liat!"


Ucap Dinda,berusaha untuk melepas pelukan Bara.


"Gak,bilang dulu,kalau Kamu cinta sama Aku!"


Pinta Bara,Dinda menggelengkan kepala nya.


"Jika tidak Aku akan tetap memeluk Mu!"


Bara tetap bersikukuh dan tidak mau melepaskan Dinda.


"Oke..oke Aku mencintai Mu!"


Ucap Dinda dengan kesal.


"Lebih lembut!"


Bisik Bara.


Dinda menghela nafas nya,sembari mengatur ulang nafas nya mengahadapi bayi yang sedang merajuk.


"I Love you Sayang..."


Bisik Dinda dengan lembut,Bara tersenyum.


"I love you too Istri Ku!"


Deg..Deg..


Malah Dinda yang tersipu malu di buat oleh Bara,Pria ini terus saja menatap istrinya,yang sedang berdiri tepat di depan Dia.


"Ayo,Kita bisa telat meeting!"


Ujar Dinda.


Bara dan Dinda keluar dari ruangan secara bersamaan,semua orang melihat ke arah mereka.


Yang mereka tahu,Bara adalah Pria single,tiba-tiba ada wanita muncul di samping nya membuat seluruh kantor terlihat heboh,apalagi karyawan wanita yang mengidolakan Bara sejak lama.


Ceklek !


"Pak !


Alan kembali menyapa,saat pintu terbuka.


Semua orang telah berkumpul di dalam ruangan meeting,termasuk Tuan Chau dan juga Amel.


Dinda segera duduk di sebelah Haikal.Asisten Le juga ikut hadir pada meeting hari ini mewakili perusahaan Bos nya,ia harus mengantikan posisi Dinda.


Dua puluh menit telah berlalu,meeting telah usai,namun Bara belum membubarkan nya,karena ada satu hal yang harus ia beritahukan kepada semua yang hadir pada meeting siang itu.


"Saya selaku penanggung jawab atas proyek Tuan Chau,saya saat berterimakasih !"


Ujar Bara,


"Oleh sebab itu,saya ingin memberitahukan semua nya,bahwa Dinda Kanya Dewi adalah istri sah Saya,Dia yang akan mendampingi Saya,sekaligus menjadi Asisten pribadi Saya!"


Pungkas Bara,


Amel terkejut,mendengar ucapan Bara,ia belum mengetahui sejak kapan Bara mengetahui kalau Dinda adalah istrinya.


"Apa Tuan tidak salah ?"


Tanya Amel yang masih terkejut.


"Tentu tidak,Kami telah menikah dan punya bukti serta ada buku nikah !"


Jelas Bara,


"Benar,Dinda adalah adik ipar Saya,dan pernikahan itu sudah lama terjadi !"


Sambung Haikal yang ikut membela.

__ADS_1


"Tapi kenapa waktu kita mengadakan perjamuan itu kalian terlihat tidak saling kenal?"


Tanya Tuan Chau,Bara melirik ke arah Haikal.


__ADS_2