Istri Kecil Tuan Bara

Istri Kecil Tuan Bara
kamar


__ADS_3

"Sayang ..."


Bara segera melepaskan tangan Amel yang memegang lengan nya.


Dinda menatap Amel dengan datar,seakan-akan ingin berduel dengan wanita ganjen yang saat ini sedang ingin menggoda suami nya.


"Sudah selesai urusan nya?bisa kah Kamu tinggalkan kamar Kami,karena Aku sudah kembali,Aku tidak ingin melihat ada barang bekas di dalam ruangan ini!"


Cibir Dinda,melipatkan ke dua tangan nya di dada,Bara melirik ke arah Dinda.


"Huuh" Tap..tap...tap..


Amel pergi dengan keadaan yang sedang kesal.


Blam!


Wanita itu membanting pintu kamar Bara dan Dinda.


"Sayang..."


Bara memegang tangan Dinda.


"Katakan sedang apa Wanita ini disini,apa Mas sengaja menyuruh nya datang kemari saat Aku tidak disini ?"


Dinda berdiri tepat di depan Bara,dan sedang ingin menyidang Pria berkaos hitam tersebut.


"Sumpah sayang,itu tidak seperti yang Kamu pikirkan,Aku saja tidak menyangka itu Dia,Aku pikir Kamu yang sudah kembali!"


Bara mencoba membujuk Dinda.


"Udah Aaah!jangan bahas Dia gak penting,Ayo Kita siap-siap!Nadia sama Marvel ajak Kita bakar-bakar ikan!"


Pungkas Dinda berjalan ke arah kamar tidur.


"Sayang,Kamu enggak marah lagi kan?"


Tanya Bara lagi,kini mengekor sang istri.


"Cepat ganti pakaian nya,Aku tidak akan marah!"


Sahut Dinda dengan senyuman,Bara malah terkejut,dan lama sekali masih melihat ke arah Dinda yang sedang memakai kaos DNA hotpant nya.


'Kalau orang marah,pasti karena cemburu melihat pasangan nya dengan wanita lagi,kalau cemburu tanda nya wanita itu cinta sama pasangan nya,Kalau tiba-tiba istri Ku enggak marah,apa Dia enggak cinta Aku lagi ?'


"Ada apa?"


Dinda memegang bahu Bara,yang sedang melamun.


"Tidak,Mas ganti baju dulu!"


Dinda mengangguk nya,lalu menunggu Bara di depan televisi.


Beberapa menit kemudian Bara telah siap dengan baju kaos putih,kemeja hitam garis-garis lengan pendek,dan semua kancing nya di biar terbuka begitu saja.Dia memakai celana selutut,terlihat ia lebih muda dari biasanya.


"Ayo pergi!"


Seru Bara,Dinda menoleh, ia melihat ke arah Bara yang berdiri di sebelah nya,jujur itu membuat Dinda terpesona.


Dinda segera berdiri,lalu meletakan toples keripik di atas meja.


"Jangan lupa kunci kamar nya!"


Ujar Dinda,saat ke dua nya telah tiba di luar kamar,Bara mengangguk.


Bara terus saja memikirkan Dinda,tiba-tiba istri nya tak lagi marah atau pun cemburu,membuat Bara frustasi,ia takut jika benar Dinda tidak mencintai nya lagi.


Sampai di depan halaman resort,di depannya ada kolam renang,dengan jarak 30 meter terlihat pantai yang luas dengan deburan ombak yang keras dari laut.


"Dingin...."

__ADS_1


Gumam Dinda,Bara segera menarik pinggang Dinda dalam pelukan nya.


"Apa lebih hangat?"


Goda Bara,Dinda mengangguk nya.


"Din,sini!"


Teriak Nadia dari sisi kiri resort.Disana juga sudah ada Haikal dan yang lain.


"Kata Mu,hanya Kita berempat!"


Protes Dinda.


"Tuh,bocah sialan,ngajak paman nya,tapi malah ajak Kak Haikal dan yang lain!"


Nadia mengerucutkan bi bir nya yang sedang kesal.


"Mak lampir juga disini!"


Bisik Nadia,Dinda melirik.


"Dia habis dari kamar Gue,godain laki Gue!"


Dinda juga berbisik kepada Nadia.


"Apa yang Kalian bicara kan?"


Bara memegang bahu istrinya.


"Rahasia negara!"


Ketus Nadia yang sudah terbiasa dengan Bara.


"Bar..sini!"


Haikal melambaikan tangan nya ke arah Bara.Pria itu segera pergi menyusul sang kakak yang sedang menusuk ikan ke lidi sate.


"Mau di apakan?"


Disana juga ada Wulan yang sedang mengorek kepala muda habis di belah oleh Haikal.


"Kita bikin minuman es halilintar ...wiiihh sedaaapp....!"


Ucap Nadia sambil membayangkan nikmatnya minuman itu.


"Waah...Minuman kesukaan ku itu waktu berbuka puasa di bulan ramadhan !"


Sahut Dinda.


"Bocil!"


Cibir Amel yang berlalu dari hadapan Mereka.


"Dasar lampir!eeehh Tante-tante girang maksudnya !"


Balas Nadia,lalu kedua nya tertawa.


"Jadi kenapa tadi Kamu bilang Dia ke kamar Mu?"


Nadia kembali bertanya hal yang tadi di ucapkan Dinda.


"Ia saat Aku sampai di kamar,Mereka sedang berdiri di depan sofa,posisi nya itu seperti orang yang sedang berpelukan hendak berci uman!"


Pungkas Dinda.


"AaPaaa...!"


Teriak Nadia dengan keras,pada peja ntan melirik ke arah Mereka.

__ADS_1


"He..he..tidak pa-pa oke!Kalian lanjut aja!"


Ujar Dinda,agar ke tiga pria itu tidak menghampiri mereka.


"Pelankan suara Mu bodoh!"


Bisik Dinda.


"Seperti nya seru,kenapa Gak ajak Kakak sekalian,Kakak juga mau bergosip!"


Sambung Wulan yang sudah siap dengan pekerjaan nya.


Dinda mengangguk,lalu mereka bertiga melanjutkan obrolan yang tertunda tadi.Hanya Amel yang terus mondar mandir di depan Bara dan yang lain yang sedang bakar ikan,wanita itu sedang caper pada suami orang.


"Aku punya ide!"


Ujar Wulan yang nyengir kuda,Dinda dan Nadia saling pandang satu sama lain.


Lalu Wulan berbisik kepada Dinda,dan juga Nadia,Mereka mulai menyusun rencana jahat untuk memberi pelajaran kepada pelakor.


"Dinda menemani nya udah siap?"


Tanya Ricko yang baru kembali dari dalam mengambil es kristal .


"Udah Paman,ini ya untuk di berikan es,yang ia terpisah saja,ini spesial!"


Sahut Dinda.


"Mau dong yang spesial buatan Dinda!"


Rengek Ricko.


"Iiih...Gak boleh yang ini yang lain aja!"


Ketus Dinda memisahkan gelas nya dari hadapan Ricko.


Dari jauh,Bara dapat melihat kedekatan Dinda dan juga Ricko,Bara mulai merasakan kecemburuan terhadap dua orang itu.


"Bar...mau kemana ?ini belum siap?"


Panggil Haikal.


"Mau siapin minuman!"


Bara segera menghampiri Dinda dan yang lain.


Melihat Bara berjalan ke arah mereka,Nadia segera menarik Ricko dan pergi dari tempat tersebut.


"Kakak,mau liat ikan bakar dulu!"


Ujar Wulan saat mengetahui Bara menghampiri Mereka.


"Heeem"


Dinda menggelengkan kepala nya.


Bara segera mengambil minuman yang ada di depan Dinda.


"Eeeh...jangan ini,yang lain aja,tunggu Aku tuang!"


Dinda segera mengambil minuman yang lain untuk Bara,Pria itu segera meminum nya dengan raut wajah yang masih kesal .


"Mas..."Bisik Dinda.


"Heeem"


"Mas ..bantu Aku ya,minuman ini Kamu berikan kepada Amel,sebagai tanda terimakasih Ku,karena ia sudah datang ke kamar Kita,dan berhasil membuat Aku cemburu dan marah!dan bikin Aku takut kehilangan Mu"


Pungkas Dinda,sontak Bara segera tersenyum mendengar ucapan sang istri.

__ADS_1


"Gak aah!"


Awal nya Bara menolak,karena ia malas berurusan dengan wanita seperti Amel.


__ADS_2