Istri Kecil Tuan Bara

Istri Kecil Tuan Bara
Rumah Ardiansyah


__ADS_3

Setelah menempuh 20 menit perjalanan,dan tanpa macet,akhirnya Mereka sampai juga di rumah Ardiansyah.


Bara dan Dinda segera turun dari mobil,dan Bara mengeluarkan semua barang milik Dinda.Ada koper dan juga kotak berisi boneka dan bingkai foto serta beberapa kotak sendal lain nya.


"Ayo masuk,kenapa malah jadi bengong disini!"


Seru Bara yang melangkah ke pintu utama.


Dinda menatap Bara,meskipun beberapa orang sudah tahu,namun Nyonya Ratih belum mengetahui nya.


Dinda segera mengikuti Bara masuk ke dalam rumah.


Ceklek !


"Assalamualaikum !"


Ucap Bara,sambil menarik koper bersama dengan nya.


"Waalaikumsalam!"


Jawab Nyonya Ratih yang baru saja keluar dari dapur.


"Bara,Kamu habis dari mana?kenapa bawa koper?"


Tanya Nyonya Ratih yang kebingungan.


"Ayo masuk!"


Titah Bara sekali lagi,Nyonya Ratih terlihat bingung.Dia penasaran siapa yang di bawa pulang oleh Bara.


Tap..Tap...


Dinda melangkah masuk,ia berdiri tepat di depan Nyonya Ratih dan juga Bara.


"Din...da!"


Bugh!


Nyonya Ratih jatuh pingsan saat melihat seseorang yang sangat akrab dengan Nya,tapi sudah tiada,tiba-tiba berdiri di depan nya.Membuat ia syok dan jatuh pingsan.


"Mama...!"


"Mama Ratih!"


Bara segera membawa mama nya ke sofa yang ada di ruang tamu dan di bantu oleh Dinda.


Di ruang tamu,terlihat sudah ada Tuan Faisal dan juga Kakak Bara yang lain nya.


"Dinda!"


Teriak Firman yang baru mengetahui keberadaan Dinda.


Dinda hanya tersenyum,namun Firman masih melotot ke arah Dinda.


"Bara,kenapa Mama Mu?"


Tanya Tuan Faisal yang memangku Istrinya.


"Aku...Aku bisa liat hantu,apa Aku sudah menjadi anak Indomie ?"


Ucap Firman,kepada yang lain,yang belum sadar kedatangan Dinda.


"Indigo bukan Indomie!"


Sahut Haikal,yang mendengar ucapan adik nya.


"Iya,itu maksud Aku,biasa li dah ku kelu!"


Firman masih menatap ke arah Dinda yang tersenyum ke pada nya.


"Kamu kenapa sih mas?"


Tanya Karina yang melihat suami seperti orang ketakutan.


Lalu Karina mengikuti arah pandang mata Firman.


"Astagfirullah !"


Seru Karina yang ikut kaget.


"Apa Kamu juga melihatnya?"


Bisik Firman kepada Karina,sementara yang lain masih sibuk membangunkan Nyonya Ratih dari pingsan nya.


Karina mengangguk,ia memegang lengan suaminya.


Wulan baru saja kembali dari dapur,membawakan minuman untuk suaminya.

__ADS_1


"Dinda,kenapa berdiri,ayo duduk !"


Ujar Wulan menyapa Dinda.


"Duduk dulu,Aku akan mengambil minyak kayu putih di kamar!"


Sambung Haikal.


"Mereka berbicara dengan hantu?"


Tanya Firman kepada Karina.


"Kalian berdua kenapa?"


Tanya Wulan yang heran melihat sikap Firman dan Karina,terus saja melihat ke arah Dinda.


"Itu..tu hantu Dinda?"


Ujar Firman,Wulan terkekeh.


"Ha..ha..ha..hmpph!"


Wulan segera menutup mulut nya.


"Firman,itu Dinda benaran,bukan hantu !"


Ucap Wulan,yang menggelengkan kepala nya,lalu menggantikan siaran televisi.


Duuuaaarrrr!


"Eehhh copot copot!"


Kaget Firman saat mendengar suara petir tiba-tiba menyambar,dan hujan segera turun.


"Sayang..!Kamu apa-apaan sih,bikin kaget aja!"


Ketus Karina yang kesal.


"Aku sendiri kaget!"


Nyahut Firman yang ikut kesal.


Haikal membiarkan Nyonya Ratih menci um aroma minyak angin,agar bisa segera siuman dari pingsan nya.


"Mama..!"


"Bar..Bara,tadi Aku melihat hantu Dinda!"


Ucap Nyonya Ratih yang gemetar,Tuan Faisal membantu istri nya untuk duduk.


"Mah,itu benaran Dinda,bukan hantu!"


Sahut Haikal,Nyonya Ratih melirik ke arah Bara,Pria ini mengangguk nya,dan juga pandangan nya beralih ke arah Dinda yang sedang tersenyum.


"Sayang,anak Ku...Kamu kembali,sini sayang!"


Ucap Nyonya Ratih,merentang ke dua tangan nya.


Dinda segera menghampiri Nyonya Ratih dan memeluk nya.


"Sayang,jangan pernah tinggalin Mama lagi ya?"


Ujar Nyonya Ratih,Dinda mengangguk nya,dan ia melepas pelukan Nyonya Ratih.


Setelah semua terlihat tenang.Lalu Tuan Faisal menceritakan semua apa yang telah terjadi kepada Dinda.


"Jadi begitu lah cerita yang sebenarnya!"


Setelah mendengar cerita dari Tuan Faisal,semua mata kini menatap ke arah Bara,penuh dengan intimidasi,Bara harus menjelaskan kepada Mereka perilaku nya kepada Dinda.


"Ke ..kenapa kalian menatap Ku?Dinda sudah kembali,dan Kami akan memulai nya dari awal lagi!"


Ujar Bara,memegang tangan Dinda yang duduk di sebelah nya.


"Akhirnya keluarga Kita lengkap lagi!"


Sahut Nyonya Ratih yang begitu bahagia dengan kehadiran Dinda kembali.


"Iya mah,semoga keluarga Kita di jauh kan dari hal-hal yang buruk,ingat Bara,mulai sekarang Kamu harus bisa menjadi sikap Mu,ingat,yang pergi tidak akan kembali!"


Ucap Tuan Faisal,mengingatkan Bara.


"Iya Ayah,Bara mengerti!"


Jawab Bara.


"Jadi Bar,Kamu bilang tadi mulai dari awal,berarti Kalian akan memulai malam pertama Kalian malam ini kan?"

__ADS_1


Tanya Firman.


"Haaah?"


"Haaah?"


"Ya salam!"


Haikal menepuk jidat.


"Mas apa yang Kamu tanyakan ?"


Karina menyenggol suami nya,Karina dapat melihat ke arah Bara dan Dinda yang begitu terkejut dengan pertanyaan Firman.


"Apa ada yang salah dengan pertanyaan Ku?memang benarkan mereka belum malam pertama !"


Sambung Firman lagi,Bara dan Dinda sudah terlihat begitu tidak nyaman lagi,berada di tengah-tengah Mereka.


"Firman !"


Panggil Tuan Faisal.


"Ya Ayah!"


Sahut Firman.


"Kalau Kamu sudah kebelet boleh kembali ke kamar!"


Ujar Tuan Faisal,


"Kalau Aku Yah,kapan saja bisa!tidak masalah !"


Pungkas Firman lagi,Karina sudah begitu malu melihat sikap suaminya yang begitu konyol.


"Mama dan Ayah,Kami kembali ke kamar dulu,ayo sayang !"


Ajak Karina,menarik tangan Firman.


"Tunggu,Aku belum mendengar jawaban Bara!"


Teriak Firman yang sudah di tarik paksa oleh Karina menuju kamar nya.


"He..he..he.."


Mereka semua hanya bisa tertawa kecil,saat melihat sikap Mereka yang begitu konyol.


"Jadi Bar,apa sekarang rencana Mu?"


Tanya Haikal sang Kakak tertua.


"Tentu saja akan berkerja keras untuk menghidupi istri dan ibu dari anak-anak Ku kelak!"


Ujar Bara,kembali memegang tangan Dinda.


Dinda hanya tersenyum mendengar jawaban Bara.


"Sayang,Kamu sekarang banyak berubah,lebih dewasa,dan satu lagi lebih cantik!"


Ujar Nyonya Ratih melihat ke arah Dinda.


"Mestilah cantik,sehingga buat Bara tergila -gila!"


Sambung Wulan menggoda kedua nya.


"Kak,apaan sih!"


Dinda terlihat malu.


"Ini sudah larut malam,Kalian pergi lah tidur,dan Kamu Haikal,antar berkas kontrak baru ke kamar Ayah,nanti Ayah periksa sebelum tidur!"


Pungkas Tuan Faisal.


"Baik Ayah!"


Haikal dan Wulan segera pergi.


"Yah,kalau gitu Kami akan pergi ke kamar,dan selamat malam yah!"


Ujar Bara.


"Selamat malam sayang!"


Sahut Nyonya Ratih.


Bara segera mengandeng tangan Dinda menuju kamar mereka berdua.Terlihat Dinda yang begitu gugup.


BAGI VOTE+BERI HADIAH!

__ADS_1


UNTUK DUKUNG KARYA INI UP SETIAP HARI !😘


__ADS_2