
Dinda masuk ke dalam lift,Bara mengejar nya dari belakang,melihat Dinda sudah masuk lift,Bara segera turun melalui tangga.
Sampai di depan tempat karaoke,Dinda sudah cukup lama menahan tangis nya,Nadia melihat Dinda yang keluar,ia ingin turun dari dalam mobil,namun tiba-tiba hujan kembali turun dan cukup deras.
"Aaaaaa....hiks..hiks..hiks..!"
Dinda duduk di bawah rintik hujan yang turun begitu lebat,ia menangis begitu mengingat perlakuan Bara terhadap dirinya.
Nadia segera turun dari mobil,namun ia menghentikan niat nya,saat melihat Bara menyusul Dinda ke bawah .
"Ayo,pulang ini sudah hujan!"
"Lepas!"
Teriak Dinda,mendorong tubuh Bara.
"Terus napa kalau Gue seperti anak-anak ?Lo sendiri gak pernah memberikan kesempatan buat Gue untuk menjadi lebih dewasa,sesuai yang Lo harap!hiks..hiks..!"
Dinda mengusap wajah nya yang sudah di basahi hujan.Tangisan nya terus berlanjut.
Bara memegang bahu Dinda.Ia kasihan melihat keadaan Dinda yang seperti saat ini.
"Gue gak pernah di harga ama Lo,Gue mencintai Lo dari sejak kecil,tapi Lo gak pernah mencintai Gue!"
Teriak Dinda,kini keadaan nya sudah setengah sadar akibat pengaruh minuman beralkoh*l yang ia minum tadi di atas.
"Sadar Din,apa Kamu sudah tidak sadar lagi,semua nya akan baik-baik saja setelah hujan ini ! turun !"
Ujar Bara.
Bara segera menarik tekuk Dinda,dan menc ium bi bir Dinda di bawah hujan yang deras,di depan pintu masuk gedung karaoke,Aira melihat Bara dan Dinda berciu man.
Kini Dinda sudah kehilangan ke sasarannya,namun Bara belum melepaskan ciu man nya itu.
Bugh!
Dinda terjatuh di dalam pelukan Bara,ia sudah tidak sadar kan diri,Bara segera mengendong tubuh Dinda menuju mobil nya.
"Bar,seperti nya Dinda sudah berhasil menempati posisi di hati Mu!Aku harus bisa secepat nya merebut kembali posisi itu!"
Pungkas Aira yang sedang melihat Mereka berdua.
Bara meletakan tubuh Dinda di sebelah kursi ia kemudi,lalu ia masuk kembali ke dalam mobil,untuk menyetir.
Bara menyentuh wajah Dinda yang tidak sadar kan diri,tubuh nya basah.
"Din,maaf Aku sudah banyak membuat mu kecewa dan menderita,tapi Aku tidak ingin menyakiti Mu,jika terus menahan Mu disisi Ku,karena masih ada orang lain di hati Ku saat ini !"
Gumam Bara membelai wajah Dinda.
Bara membawa Dinda ke rumah mereka sendiri,Bara sengaja tidak membawa Dinda ke rumah Ardiansyah,karena keluarga nya akan menyalahkan Bara atas apa yang terjadi kepada Dinda.
Begitu sampai,Bi Mina sudah menyambut Mereka berdua saat mendengar suara mobil,kini hujan masih begitu deras,Bara segera mengendong nya ke dalam.
"Bi,bawakan air hangat ke kamar Dinda,Aku ingin mengompres nya !"
"Baik Aden .."
Bi Mina segera ke dapur,sementara Bara membawa Dinda ke kamar nya.
Ceklek !
"Den,ini air hangat nya!"
__ADS_1
Bi Mina meletakan air hangat di atas nakas,lalu ia berdiri di sebelah Bara.
"Bi bantu ambilkan piyama Dinda di lemari,sekian satu set pakaian dalam nya!"
Bi mina segera berjalan ke arah lemari,dan mengambil sesuai yang di minta oleh Bara.
"Bi,Aku tinggal sebentar,tolong bantu ganti kan pakaian Dinda,Aku ingin membersihkan tubuh Ku!"
"Baik Aden..."
Bara segera keluar,sementara Bi Mina mengantikan baju Dinda,dan juga mengompres tubuh Dinda.
Sampai di dalam kamar,Bara baru teringat akan Aira yang masih tertinggal di tempat karaoke,Bara segera keluar dengan payung dan menuju ke mobil nya lagi.
Bara menyalakan mesin dan pergi menuju tempat karaoke tadi.
setengah jam berlalu,Bara sampai di tempat karaoke,Aira masih disana sedang menunggu taxi.
"Aira!"
Panggil Bara,Aira menoleh,lalu segera berlari ke arah Bara.
"Aku takut,hujan nya deras banget,Aku pikir Kamu tidak akan kembali lagi!"
Ujar Aira,
"Aku antar Kamu pulang ya?"
Aira mengangguk nya,Bara segera mengajak Aira ke mobil,dan mengantar Aira ke rumah paman nya yang sudah almarhum.
"Aira,maaf tadi Aku meninggalkan Mu disini!"
"Tidak apa-apa,Bara Kamu ingat dulu pulang sekolah Kita paling senang bermain hujan begini!"
Pungkas Aira,Bara hanya tersenyum saja tanpa menjawab.
"Ia !"
Jawab Bara singkat,bagaimana pun Dinda belum siuman,Bara ingin segera pulang,ia takut Dinda sadar dirinya tidak disana.
Ckiit..!
Bara menghentikan mobil nya tepat di depan gerbang rumah paman Aira,lalu ia meminta Aira untuk segera turun.
"Ini payung untuk Mu,agar tidak basah!"
"Terimakasih !"
Air tersenyum, ia segera mengambil payung itu dan menggunakan nya.
Melihat Aira sudah masuk ke dalam rumah,Bara segera memutarkan arah mobil nya,ia kembali pulang ke rumah,namun sebelum ia pulang,ia ingin singgah dulu ke toko kue yang masih buka.
"Aku akan membeli kan kue ultah untuk Dinda sebagai permohonan maaf Ku!"
Gumam Bara,memarkirkan mobilnya.
"Selamat malam Tuan,ada yang bisa saya bantu?"
Pelayan toko menyambut Bara dengan ramah,
"Berikan satu kotak kue ultah yang paling mahal dan enak untuk saya!"
"Baik,mari Tuan lewat sini!"
__ADS_1
Di dalam lemari kaca banyak sekali kue tar dengan beragam hiasan dan lukisan di atasnya.
"Aku mau yang ini!"
"Baik Tuan !"
"Tolong tuliskan ucapan,kue ini untuk istri Saya !"
"Tuan mau di tulis apa ?"
Tanya pelayan toko lagi,saat sudah mengambil kertas ucapan dan pulpen.
"Biar Saya saja!"
Bara mengambil kertas dan pulpen di tangan pelayan,lalu mulai menulis nya.
"Beberapa orang membaca buku dan cerita untuk menemukan arti cinta. Yang harus kulakukan adalah melihat ke matamu agar Aku tau seberapa besar Kau mencintai Ku! Selamat ulang tahun istriku tercinta,maafkan Aku selama ini telah mengabaikan Mu!I Love You."
TTD.Bara suami Mu (Sapi Banggala)
Selesai menulis,Bara lalu menyelipkan ucapan tersebut ke dalam kotak kue,setelah membayar nya ia segera pulang ke rumah dengan wajah yang ceria.
Bara memasukan mobil nya ke dalam garasi,lalu ia mengambil kue ultah yang telah ia beli tadi,dan membawa masuk ke dalam,Bara memberikan kue itu kepada Bi mina agar menyimpan nya di kulkas untuk besok.
"Bi tolong simpan ini di kulkas,apa Dinda udah siuman?"
"Belum Aden .."
Jawab Bi Mina sembari mengambil kotak kue di tangan Bara.
Bara segera naik ke lantai atas,sebelum tidur ia terlebih dulu memeriksa Dinda,lalu kembali ke kamar nya.
Ke esokan pagi nya ..!
Bara yang sudah terbangun lebih awal ia segera sholat subuh,setelah selesai Bara turun ke bawah untuk olahraga sebentar,ia sengaja belum menemui Dinda,ia ingin memberikan kejutan kepada Dinda.
"Akhir nya beres juga!"
Cetus Dinda yang sedang merapikan kamar nya,ia telah mandi dan berpakaian rapi,Dinda tahu hari ini hari ultah nya,namun Bara belum menemui nya untuk memberikan selamat kepada nya.
"Heeeh!mana ingat Dia ultah Gue,yang ada di hati nya hanya Aira aja,Gue gak ada tempat di hati Lo!"
Gumam Dinda,lalu berdiri dan keluar dari kamar nya,Dinda mencari sosok Bara namun tidak menemukan nya.
Dinda melaju Bara ada di halaman belakang.Lalu ia segera pergi untuk melihat nya.
"Bara...."
Panggil Dinda dengan lirih,Bara segera menoleh dan tersenyum ke arah Pria itu.
"Udah sarapan belum?bagaimana ?apa yang sakit?"
Tanya Bara,saat berjalan ke arah Dinda.
Dinda hanya diam saja,lalu ia mengeluarkan buku kecil seperti buku nikah,lalu menyodorkan nya kepada Bara.
"Gue menyerah,Gue capek dan lelah!"
Deg..
Lirih Dinda,masih dengan pandangan yang menunduk,seketika membuat Bara terkejut.
"Kita berpisah saja !"
__ADS_1
Sambung Dinda lagi,Bara mengambil buku nikah mereka berdua yang ada di tangan Dinda.
Hay...!tinggalkan vote dan like serta koment kalian ya 😘😘