
Ke esokan pagi nya...
Dari semalam Bara tidak kembali ke rumah Ardiansyah.Tuan Faisal dan Nyonya Ratih sangat khawatir melihat kondisi Dinda yang terbaring lemah.
Nyonya Ratih dan Tuan Faisal menjaga Dinda di dalam kamar,menunggu Dinda siuman.
"Bara jangan tinggalin Dinda,Dinda janji akan menjadi Anak penurut,Dinda gak akan buat Bara marah lagi,Dinda mohon jangan pergi !"
Nyonya Ratih dapat melihat bagaimana rasa cinta Dinda terhadap Bara,ia masih pingsan saja masih mengigau tentang Bara.
"Yah,bagaimana ini,apa Ayah sudah menelpon Bara untuk pulang?"
Tanya Nyonya Ratih,Tuan Faisal menggelengkan kepala nya,ia sudah menghubungi Bara,namun ponsel nya mati.
"Sayang..!"
Lirik Nyonya Ratih,mengelus wajah Dinda dengan lembut.
Secara perlahan,Dinda membuka mata nya,ia melihat ke arah Nyonya Ratih dan juga Tuan Faisal.
"Yah..!"
Air mata Dinda mengalir begitu saja di pipi mulus nya,Nyonya Ratih menyeka air mata itu.
"Mah,Aku mau duduk !"
"Pelan-pelan sayang..!"
Nyonya Ratih membantu Dinda untuk menyandar di sisi ranjang,Nyonya Ratih juga meletakan batal di belakang punggung Dinda.
"Sayang,katakan apa yang sakit,mama akan memijit nya !"
Dinda menggelengkan kepala nya.
"Sayang demamnya sudah turun,katakan pada mama apa Kaki mu sakit,Mama akan memijitnya !"
Pungkas Nyonya Ratih.
"Ini Mah!"
Ujar Dinda,Nyonya Ratih menatap nya dengan terkejut.
"Disini mah!disini yang sakit,tidak berdarah,namun rasa sesak disini lebih berat dari pandangan Kalian semua mah!"
Lirih Dinda dalam isak tangis nya,air mata nya sudah luruh begitu deras,sehingga membasahi baju yang di kenakan oleh Dinda.
"Dinda,dengar Ayah,tidak ada yang akan terjadi pada Mu,ayah akan menjamin kan kebahagian Mu sayang!"
Tuan Faisal mengusap rambut Dinda yang duduk di atas kasur.
"Bara mana mah?"
Dinda bertanya sembari menatap ke arah Nyonya Ratih,lalu memandang Tuan Faisal yang juga duduk di dekat nya.
"Heeh!"Dinda menyungging senyum kecut nya.
"Dinda lupa,kalau sudah pergi,Bara pergi meninggalkan Dinda,semua ini emang salah Dinda,Dinda yang terlalu manja,Dinda ini seperti anak kecil Mah! he..he..he.."
Cetus Dinda sambil tersenyum kecil,namun air mata nya terus mengalir.
"Sayang,ada mama disini yang akan merawat Mu!"
Nyonya Ratih memeluk Dinda,lalu mengusap lembut rambut panjang Dinda.
Ceklek !
Pintu kamar terbuka,Haikal baru saja datang.
"Yah,Aku sudah menghubungi Bara,namun ponsel nya mati,Aku sudah menghubungi Aditya tapi Dia tidak disana !"
__ADS_1
Ujar Haikal.
Dinda tersenyum,saat ini Dinda tahu,dimana Bara berada.
"Kak,Bara akan pulang dengan sendiri nya,tidak perlu di cari,besok Dia akan pulang karena besok adalah pesta ulang tahun Dinda,Dinda ingin hadiah terindah dari Kak Haikal !"
Pungkas Dinda dengan senyuman manis nya,air mata nya masih menetes,Haikal terdiam sejenak melihat gadis kecil di depannya yang sudah seperti saudara kandung bagi nya.
"Ayah sama Mama akan merayakan ulang tahun yang ke 19 Dinda,Ayah akan mengundang semua teman sekelas Dinda,Kita akan merayakan nya disini!"
Tegas Tuan Faisal.
"Yah,Aku ingin kado spesial dari Ayah,Aku ingin Ayah membawa Bara kembali sebagai kado nya !"
Tuan Faisal tertegun mendengar permintaan Dinda.
"Tentu,Ayah janji Ayah akan membawa Bara kembali untuk Dinda!"
Dinda tersenyum,lalu Wulan datang membawakan sarapan bubur untuk Dinda,semua orang meninggalkan Wulan dan juga Dinda di kamar nya.
"Kak!apakah Dinda salah mencintai Bara?apakah Dinda terlalu kekanak-kanakan Kak?"
Dinda menatap ke arah Wulan,seketika Wulan berhenti menyodok bubur yang ada di dalam mangkuk,ia menatap ke arah Dinda.
"Katakan pada Kakak seberapa besar dan yakin Kamu mencintai Bara?"
Pertanyaan Wulan membuat Dinda tercengang.
"Tentu Dinda sangat menyukai Bara,Dinda sangat sayang sama Bara,Dinda sudah bersama-sama dengan Bara sejak kecil!"
"Apakah Kamu pernah mencintai dirimu lebih dari Kamu mencintai Bara?"
Dinda menggelengkan kepala nya saat mendengar pertanyaan Wulan lagi.
"Sayang,Kita sebagai wanita dewasa harus mencintai diri Kita terlebih dulu,baru Kita mencintai orang lain,ingat tidak ada orang yang akan mencintai Kita begitu banyak selain Kita sendiri!"
"Kak ajarin Dinda dewasa,Dinda juga ingin di lirik oleh Bara,Dinda mau Bara sadar kalau Dinda ini juga pantas untuk di cintai oleh Bara!"
Dinda memegang tangan Wulan,Wanita yang berstatus kakak iparnya itu,tersenyum ke arah Dinda.
"Kakak,akan membantu Kamu sayang,sekarang yang lebih penting,Kamu sembuh dulu ya!"
Wulan mengelus lembut wajah Dinda,gadis ini tersenyum,lalu menyeka air mata nya.
"Oke siap Kak !"
Baru saja Wulan membuka pintu kamar Dinda,Nadia teman sekolah Dinda sudah berdiri di depan kamar.
"Kak Wulan "
Sapa Nadia mengulurkan tangan nya untuk bersalaman.
"Nadia "
Panggil Dinda yang terlihat bahagia.Nadia segera berlari menuju ranjang Dinda.
"Kenapa Lo bisa sakit ?"
Tanya Nadia yang memperhatikan wajah Dinda.
"Gue hanya demam aja"
Cetus Dinda,
"Apa ini karena Paman Lo?"
Tanya Nadia lagi,Dinda mengangguk nya.
"Ayo pergi!"
__ADS_1
Ajak Nadia memegang tangan Dinda.
"Kemana ?"
Dinda terlihat bingung.
"Menjemput suami Mu tercinta!"
Ketus Nadia dengan tegas.
"Heeeemm..!"
Dinda menghela nafas nya,Nadia dapat membaca pikiran Dinda.
"Katakan ?"
Nadia memegang ke dua wajah Dinda, secara bersamaan,lalu menatap netra coklat tipis milik Dinda.
Dinda meneteskan air mata nya,ia tidak tahu harus berbuat apa,hanya Nadia teman curhat yang paling setia kepada Nya.
"Gue harus bagaimana?"
Tanya Dinda kepada Nadia.
"Lo tidak harus bagaimana-bagaimana,Lo tetap akan selalu menjadi Dinda yang ceria dan juga bahagia,meskipun tanpa Paman Bara!"
Pungkas Nadia,melepas pelukannya.
"Apa Gue bisa?"
"Tentu bisa selama ada Gue!"
Tegas Nadia,lalu membantu Dinda untuk turun dari ranjang nya.
"Kita pergi kemana ?"
Dinda melirik kearah Nadia,yang berdiri di depan kaca rias.
"Kita akan pergi bersenang-senang,ada Marvel di dalam gerbang rumah Lo,ayo turun,jangan bikin pangeran Gue menunggu lama!"
"Oke siap,Gue akan minta izin ama Mamah Ratih!"
"Gue bantu,biar cepat di kasih ijin!"
Nadia mengandeng tangan Dinda menuju lantai bawah.
Disana tidak ada seorang pun keluarga yang berada di ruang tamu.
"Pak Sukri,Mama Ratih mana?"
"Nyonya serta Tuan sudah pergi ke acara pesta teman kantor nya Tuan Haikal !"
"Owh,Oya Pak,kalau Tuan pulang bilang saya pergi rumah Nadia ya,ada tugas sekolah yang belum selesai!"
"Baik Non,hati-hati!"
Dinda dan Nadia segera keluar rumah tersebut.
"Udah jangan sedih dong,Kita akan bersenang-senang !"
Cetus Nadia begitu tiba di luar gerbang.
"Haii!"
Sapa Marvel.
"Haii juga!"
Untuk pertama kali Dinda tersenyum kepada Marvel,membuat Marvel salting.
__ADS_1