
Tanpa menunggu jawaban dari Bara,Dinda segera pergi meninggalkan Bara di halaman belakang,Dinda berlari ke arah jalan aspal,dan menghentikan sebuah taxi untuk ia tumpangi.
Bara baru tersadar saat Dinda sudah pergi,ia segera mengejar Dinda ke halaman depan rumah,namun Dinda sudah menaiki sebuah taxi.
Bara harus masuk ke dalam rumah dulu,mengantikan celana nya lalu bergegas untuk mengejar Dinda dengan mobil milik nya,tadi Bara sempat hafal plat mobil taxi.
"Din,semoga aja Kamu gak ambil keputusan untuk berpisah,Aku baru saja ingin memperbaiki hubungan Kita,please berikan Aku satu kesempatan !"
Gumam Bara yang sedang menyetir,ia menaikan kecepatan mobil nya.Bara tidak mendapati taxi yang di naiki Dinda tadi,malah jalan terlihat begitu sepi.
Bara memukul setir beberapa kali,ia memberi dirinya yang bersikap dingin kepada Dinda.
"Din,dimana Kamu?"
Gumam Bara,
Pria ini segera menyetir mobil nya melewati perbatasan jalan,ia melihat banyak orang yang berkerumunan di tepi jembatan,Bara segera turun saat melihat plat mobil taxi itu sama dengan yang di naik oleh Dinda.
"Dinda!"
Gumam Bara,yang segera turun,benar saja disana sudah ada Nadia dan juga Marvel.
Berita kecelakaan tersebut di siarkan di televisi,sehingga membuat teman Dinda datang ke lokasi,saat tim penyelamat menuju kan barang yang di bawa korban.
"Bara!"
Nadia menoleh ke arah Bara yang sedang berjalan ke arah nya.
"Dasar cowok brengs*k,semua ini karena Mu,kalau bukan Kamu mengabaikan Dinda,tidak mungkin ia sesakit dan sesedih ini!"
Teriak Nadia berdiri di depan Bara.
"Apa yang Kamu katakan?"
Bara masih terlihat bingung,Bara berharap,kalau barang yang di ambil oleh tim penyelamat bulan milik Dinda.
"Taxi yang di tumpangi Dinda mengalami kecelakaan,kalau Dia sedang tidak marah ama Kamu,tidak mungkin ia pergi dari rumah,dan tidak mungkin ia mengalami kecelakaan seperti ini!"
Marvel mencoba menenangkan Nadia.
Tim penyelamat telah naik ke darat,Bara segera menghampirinya.
"Bagaimana korban,apa sudah di temukan?"
Tanya Bara dengan panik.
"Maaf kan Kamu Tuan,korban yang jatuh ke dalam sungai belum di temukan,tim penyelamat sudah semaksimal mungkin untuk menyelamatkan korban,namun hasil nya masih nihil!"
Pungkas Mereka,Bara segera berlari ke arah sungai,meskipun banyak polisi yang menghalang nya.Namun,Bara tetap memaksa melompat ke sungai.
"Dinda "
Byuuurrrr!
Bara melompat ke dalam sungai,ia mulai berenang mencari Dinda di dasar sungai,air sungai sedang tidak banyak,dan arus nya juga rendah,namun Bara tidak dapat menemukan Dinda di dalam sungai tersebut.
__ADS_1
'Dinda'
Bara merasa tenaga nya melemah,ia segera naik ke darat untuk sementara,sambil beristirahat,namun pikirannya masih memikirkan kondisi Dinda.
"Bara"
"Bara!"
"Bara!"
Keluarga Ardiansyah datang bersamaan setelah melihat berita yang di siarkan di televisi.
Duuaaaccckkk!
"uuhh!"
"Ayah!"
"Sayang .."
Tuan Faisal menendang Bara yang duduk di tepi sungai,karena ia kesal ini semua terjadi karena dirinya.
Haikal memegang Tuan Faisal,sementara Nyonya Ratih membantu Bara untuk berdiri.
"Dasar anak kurang ajar,Anak tidak tau diri,ini semua karena Mu,semalaman gak pulang ke rumah,sekali dapat kabar malah begini!"
Teriak Tuan Faisal dengan keras.
"Tuan,mohon maaf Kami tidak dapat melanjutkan pencarian lagi,karena Kami sudah mutar-mutar sungai ini namun korban tidak di temukan,padahal air sungai nya rendah,seandainya ia jatuh ke air pasti cepat di temukan !"
Sementara mobil taxi dan sopir taxi udah di derek ke tepi sungai.
Sopir taxi selamat karena rendah nya air sungai,sementara Dinda belum di temukan,semua orang tengah mencari nya.
Tap...tap...tap...
Nadia berlari ke arah Bara dan juga keluarga nya.
"Nad tunggu ..!"
Teriak Marvel,namun Nadia mengabaikan nya.
"Ini semua ulah Bara om,kalau aja Bara gak ke karaoke sama perempuan lain,Dinda gak akan patah hati dan pergi dari rumah !"
Teriak Nadia dengan keras,membuat Tuan Faisal dan Nyonya Ratih,serta yang lain kaget.
"Nad,apa yang Kamu katakan,udah cukup diam,Kita pulang !"
Marvel berusaha membawa Nadia untuk pulang,karena Marvel tidak ingin keluarga Ardiansyah salah paham kepada Nadia.
"Nak,apa yang Kamu katakan,apa itu benar?"
Nyonya Ratih mendekat,
"Benar Tante,Aku dan teman Ku ini saat itu juga ada disana,Aku melihat Ia pergi dengan wanita lain,Tante tau,sejak kecil Dinda udah mencintai Bara,bahkan ia selalu mengejar nya meskipun Bara tidak peduli,ia berusaha dapat lulus sekolah dengan nilai baik agar bisa menjadi orang yang di inginkan Bara,tapi Anak Tante malah nyia-nyiain wanita sebaik Dinda!"
__ADS_1
Jelas Nadia panjang lebar,Bara menunduk malu,Tuan Faisal menahan emosi nya,dan juga Nyonya Ratih syok,apalagi dengan kondisi Dinda yang belum di temukan.
"Nad,ayo pulang!"
Marvel terus saja memaksa Nadia,akhirnya Nadia mengalah juga.
"Bara kalau Kamu gak segera menemukan Dinda Aku sumpahin Kamu gak akan bahagia se umur hidup!"
Teriak Nadia dengan keras,Marvel menarik nya ke mobil.
Bugh !
Marvel mendorong Nadia ke mobil,
"Lo kenapa sih?"
Nadia menatap Marvel.
"Lo yang kenapa?keluarga Ardiansyah bukan keluarga yang bisa Lo maki-maki,Mereka punya kekuasaan lain yang akan buat Lo susah hidup di negara ini!"
Tegas Marvel.
"Lo takut!"
Nadia menekan dada Marvel dengan jari nya.
"Gue mati pun rela demi ke adilan untuk sahabat Gue,Lo gak perlu ikut campur kalau Lo takut!"
Sambung Nadia lagi,
"Udah,tenang ya Kita pulang!"
Nadia mengangguk nya saat melihat ketulusan Marvel yang berusaha menenangkan nya.
"Bara katakan pada Ayah dan mama,apa yang sebenarnya terjadi?dan siapa perempuan yang di maksud oleh Nadia !"
Tatapan Tuan Faisal memancarkan kobaran api yang sangat tajam,sehingga Haikal dan Firman hanya bisa diam mendengar pernyataan sang Ayah.
"Apapun yang di katakan Nadia benar!"
Jawab Bara,
"Anak sialan..!"
"Ayah tahan.."
Haikal memegang Tuan Faisal yang ingin memukul Bara lagi.Sementara,Firman ingin membawa Bara ke mobil.
"Kak tunggu,Dinda belum di temukan,bagaimana bisa Aku pergi dari sini!"
"Mau cari sampai kapan pun Dinda juga gak bakal di temukan,karena tim penyelamat sudah mengatakan kalau korban terseret arus atau pun terjatuh di tempat lain,tim penyelamat akan tetap melakukan pencarian !"
Jelas Firman,
Semua keluarga Ardiansyah naik ke atas permukaan jalan,Tuan Faisal menatap Bara dengan kesal,ia masih memiliki dendam untuk memukul Anak nya itu.
__ADS_1