
Dinda berbalik,ia membelakangi Bara,air mata nya jatuh seketika.
Dinda yang biasa nya ceria dan juga sedikit nakal,namun kali ini ia merasakan kekecewaan yang cukup mendalam atas perbuatan Bara.
Dinda tidak menyangka,Bara menampar dirinya hanya karena perempuan lain.
"Dinda..!"
Bara kembali mengulurkan tangan nya,ia ingin menyentuh bahu Dinda,namun Dinda mengabaikan nya,ia terus saja menangis dalam diam nya.
"Dinda ..!"Panggil Bara lagi,yang melihat Dinda masih membelakangi Dia.
Sampai saat nya......
"Haaaaa.......pergi !Gue gak mau liat wajah Lo,kenapa Lo kembali,kenapa gak Ama perempuan itu aja,Lo masih cinta ama Dia kan?jadi untuk apa Lo nikahin Gue kamp ret!Lo pikir Gue ini patung yang hanya diam disaat ada wanita lain yang merebut suami Gue Hah?"
Tatapan Dinda penuh kebencian,ia melihat ke arah Bara penuh amarah,baru kali ini ada seseorang yang berani menampar nya,orang yang Dia cintai selama ini sekarang berani main tangan membuat Dinda hancur.
Bara menatap Dinda dengan rasa yang bersalah,harusnya ia tidak sampai harus menampar Dinda,namun Bara hanya emosi sesaat.
"Dinda enggak gitu masuk Bara,Dinda jangan salah paham,Bara hanya tidak suka Dinda berbuat brutal kepada orang lain siapapun itu !"
Bara mencoba menenangkan Dinda,ia berusaha mendekati gadis itu.
"Gue udah bilang ya,Gue gak akan senggol orang kalau orang itu gak senggol Gue duluan!Dia yang datang ke Gue manasin Gue,ya Gue emosi,jadi kenapa Lo harus belain Dia ?Lo pikir Gue mau gitu ribet ama mantan Lo yang ganjen itu !"
Teriak Dinda dengan keras,Bara menghela nafas nya,ia tahu tidak bisa menenangkan Dinda saat emosi.
"Yaudah,sekarang Bara minta maaf ya,Bara enggak bermaksud untuk menampar Dinda,ayoo baikan ?"
Bara memperlihatkan jari kelingking nya kepada Dinda,gadis ini menatap nya,meskipun ia masih menangis,selain kesal,Dinda juga cemburu karena Bara lebih belain gadis itu.
"Gue maafin,tapi lain kali Bara gak boleh mukulin Dinda lagi!"
Ujar Dinda dengan mengerucutkan bi bir nya.
Dinda terlalu sayang dan cinta kepada Bara,karena apapun kesalahan Bara ia tidak bisa lama-lama membencinya,Dinda masih terlihat begitu polos,ia belum paham apa arti sebuah hubungan.
Bara memeluk Dinda,gadis ini tersenyum bahagia saat Bara memeluknya.
"Suami Ku...!"
Deg..Deg..
Jantung Bara berdebar,mendengar panggilan Dinda.
Tidak pernah jatuh cinta kepada gadis yang di anggap keponakan,tapi selalu merasa salting saat di dekat gadis itu,apa lagi usia nya yang sekarang,sudah dewasa,membuat orang-orang lebih mudah untuk jatuh cinta kepada lawan jenis.
Bara menaikan alisnya,Dinda menatap Bara dengan begitu dekat,tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Semakin lama,pandangan mereka semakin dekat,Bara juga memiliki keberanian yang besar untuk mendekatkan wajahnya dengan wajah Dinda.
Tanpa sadar kini bi bir Bara telah menyatu dengan bi bir Dinda,gadis itu memejamkan mata nya.
'Aira..!'
__ADS_1
Bara segera melepaskan pelukan dan ci uman nya dengan Dinda saat bayangan wanita yang bernama Aira melewati alam bawa sadarnya.
"Kamu pakai baju saja dulu,Aku akan membersihkan diri!"
Bara pergi meninggalkan Dinda sendiri di dekat ranjang.
'Sampai kapan Lo akan selalu memperlakukan Gue seperti ponakan,Gue juga ingin di cintai seperti orang lain,Gue istri Lo bahkan Gue tidak bisa mengaku nya di depan orang,Lo jahat Bar...!'
Dinda melangkahkan kaki nya mendekati lemari baju,setelah berpakaian Dinda keluar dari kamar menuju ruang tamu.
Disana sudah ada Rayhan yang sedang menonton televisi.
"Ray...!"Panggil Dinda,Rayhan tidak menoleh,ia mengabaikan panggilan Dinda.
Dinda segera duduk di dekat Rayhan.
"Ray,Lo marah ya?"Tanya Dinda,namun Rayhan masih mengabaikan Dinda,
"Lo kenapa sih!"
Sambung Dinda lagi yang merebut remot di tangan Rayhan.
"Gue tuh gak bisa liat Lo sama paman ke dua!Gue cemburu Din..!"
Ketus Rayhan kesal yang berdiri di depan Dinda.
"Ha..ha..Lo bercanda ya?masak sama ponakan sendiri Lo cemburu,Gue kan juga ponakan Lo Ray ?Kita beda setahun !"
Dinda tertawa di depan Rayhan,membuat laki-laki ini semakin kesal dengan Nya.
Rayhan kembali duduk di sebelah Dinda.
"Besok Gue gak sekolah,ayooo pergi main sama ?"
Ajak Dinda,Rayhan langsung berpaling melihat Dinda.
"Din,ini kenapa ?"
Rayhan memegang wajah Dinda dengan ke dua tangan nya,ia kaget melihat wajah Dinda berbekas tamparan.
'Ya ampun Gue sampai lupa ngaca'
"Bukan apa-apa !"
Dinda langsung berpaling dari Rayhan.
"Lo kenapa?siapa yang lakuin ini,katakan ama Gue!"
Rayhan memaksa,Rayhan ingin tahu orang yang menampar Dinda.
"Lo gak sah kasih tau Gue,Gue tau orang nya,paman ke dua?"
Rayhan menaikan satu alis nya,Dinda mengangguk nya.
"Udah Gue bilang,Lo gak cocok sama sapi tua itu,Lo cocok nya sama Gue,ayooo kawin lari aja Kita?"
__ADS_1
Ketus Rayhan dengan antusias.
Tuk..!
Dinda memukul kepala Rayhan.
"Lo katee kawin lari?Lo pikir kawin lari itu enak apa?capek tau!kawin sambil lari,yang duduk aja Gue capek,apalagi harus lari-lari!"
Jawab Dinda,
"Iiihhh...bodoh!"
Rayhan memukul jidat Dinda.
"Awww..atit...bodoh"
Dinda mengelus-elus dahi nya.
"Maksud Gue kita keluar dari rumah ini secara diam-diam,dan kawin lari deh!"
"Siapa yang kawin lari?"
Rayhan dan Dinda,secara bersamaan menoleh ke arah sumber suara, yang baru saja datang menghampiri Mereka di ruangan tamu.
'Gawat,Bara datang lagi !'
Dinda memalingkan wajahnya seketika.Rayhan juga ikut diam,Rayhan kesal kepada paman nya,karena telah menampar Dinda.
"Ayooo Din,Aku ajak Kamu ke taman,disana ada beberapa kucing baru,tadi pagi papa membeli nya kepada Ku!"
Rayhan menarik tangan Dinda seketika,dan langsung pergi melewati Bara,Dinda menoleh ke arah Bara,pria itu menatap Dinda dengan wajah yang masam.
'Gawat,Bara marah!'
Rayhan masih menarik tangan Dinda sampai ke teras.
'Berani-berani nya Dia menggandengkan tangan Istri Ku,harusnya Dinda kan jadi Tante Dia,kenapa mereka seperti orang pacaran?'
"Ck..!"
Bara kesal melihat kedekatan Rayhan dan Dinda.
"Ha..ha..ha..ha.."
Bara mendengar suara tawa Dinda yang begitu lepas dari luar,Bara kesal,lalu mengintip dari
balik jendela ruang tamu.
Bara mengepalkan tangannya saat Rayhan memindahkan rambut Dinda yang menutupi wajah Dinda.
'Sialan Rayhan!'
"Kenapa Gue liat mereka kayak orang pacaran sih!"
Gumam Bara yang kesal,berdiri di jendela.
__ADS_1