Istri Kecil Tuan Bara

Istri Kecil Tuan Bara
Hukuman


__ADS_3

Ceklek !


Bara membuka pintu kamar,Dinda segera masuk ke dalam,dan melihat isi kamar masih sama saat ia masih tinggal di kamar ini.


"Kenapa liat nya sampai segitu?"


Tegur Bara,saat Dinda masih sibuk memperhatikan kamar Mereka, yang sudah lama di tinggal pergi oleh Dinda.


"Masih sama seperti dulu!"


Ujar Dinda.


"Iya tentu masih sama,hati Ku saja masih sama!"


Sahut Bara,menggoda Dinda.


"Ngegombal Lo ama Gue gak mempan!"


Cup!


Bara langsung mengecup bi bir Dinda, membuat gadis ini terdiam yang sedang berdiri di depan meja rias.


"Kenapa Kamu mendadak mencium um Ku!"


Ketus Dinda dengan kesal.


"Mulai sekarang,kalau Kamu salah panggil sebutan untuk Ku,Aku akan menci um Mu,Kamu harus panggil Aku Mas,kalau Kamu manggil Aku dengan sebutan nama Aku akan menci um Mu!"


Pungkas Bara,sambil berkacak pinggang di depan Dinda.


"Eeehh...aturan dari mana itu,Lo itu ...."


Cup!


Belum selesai Dinda ngomong Bara sudah menci um nya lagi,membuat Dinda sekali lagi kesal.


Dinda segera berpindah tempat,dan duduk di tepi ranjang.


"Ingat manggil nya Mas!"


Bara memperingati Dinda lagi.


"Mas..Mas...Mas tukang bakso kali!"


Ketus Dinda dengan kesal.


"Apa Kamu bilang!pokoknya ini perjanjian Kita Dinda panggil Bara Mas,Bara akan panggil Dinda dengan sebutan ........."


Bara melirik ke arah Dinda yang saat ini juga sedang menatap nya.


"Jangan ngadi-ngadi ya,enggak ada aturan nya begitu,pokoknya Gue manggil Lo Ba...."


Cup!


Bara kembali mengecup bi bir Dinda,membuat Dinda melotot.


"Bara..........!"


Teriak Dinda dengan kesal,dan berdiri.


Di kamar Firman.


"Aawwww!"


Pekik Karina,


"Sayang apa yang Kamu lakukan sakit tau,Kamu gigit Aku!"


Ucap Karina mengerucutkan bi bir nya.


"Maaf Sayang,Aku kaget,tiba-tiba dengar suara Dinda berteriak!"


Jawab Firman,dan duduk di sebelah Karina sang istri.

__ADS_1


"Heeem...!Sayang!Kita ini lagi melakukan hubungan suami istri loh,masih sempat-sempat nya mikirin orang lain!"


Ucap Karina yang kesal,lalu berbalik membelakangi Firman.


"Sayang maaf,Aku hanya kaget aja,ayo Kita mulai lagi!"


Ujar Firman dan kembali mengecup bahu Karina,menggoda sang istri agar tidak merajuk lagi.


Di kamar Bara!


"Kenapa Kamu berteriak,Kamu bisa membuat orang datang ke sini semua!"


Ujar Bara.


Dinda tidak menjawab hanya memalingkan wajahnya yang sedang kesal.


"Dinda dengar,Kita ini suami istri,Aku sudah bertekad untuk memperbaiki hubungan Kita,kalau Kamu memang tidak bisa menerima Ku,Aku bisa bilang sekarang juga sama Ayah dan Mama,kalau Kamu ingin pis...."


Ssstttt!Dinda meletakan jari telunjuk nya di bi bir Bara,membuat suami nya terdiam seketika.


"Dinda gak mau berpisah,Dinda belum terbiasa,maafkan Dinda!"


Ucap Dinda dengan sedikit malu.


Bara memegang bahu Dinda,mereka berdua kembali duduk di tepi ranjang,Bara memegang tangan Dinda.


"Din,liat Aku !Kita perlu berbicara !"


Ujar Bara dengan nada yang begitu serius.


Dinda terlihat gugup,namun ia masih berusaha untuk tenang.


"Mulai sekarang,Kita akan menjalani hidup seperti Ayah dan Mama jalani,apapun masalah Mu,Kamu akan menceritakan nya kepada Ku!apapun aktivitas Kamu di luar rumah Aku berhak tau"


Ucap Bara,ia melihat ke arah Dinda yang sedikit gemetar dan rasa gugup itu sungguh mengganggu konsentrasi Bara,untuk berbicara dengan Dinda.


"Apa Kamu gugup ?"


Tanya Bara.


"Jangan gugup,Aku masih sama Bara yang dulu,yang selalu Kamu ajak usil dan Kamu goda!liat Aku!"


Cetus Bara lagi,Pria ini tersenyum,Dinda pun ikut tersenyum.


"Panggil Aku Mas,dan Aku akan memanggil Kamu dengan sebutan Sayang,rumah tangga Kita akan baik-baik saja ke depan nya,besok Kita kembali ke rumah Kita yang dulu!"


Dinda kembali menganggukkan kepala nya.


"Katakan sesuatu,jangan hanya mengangguk saja!"


Ketus Bara,


"Iya..ya...Aku panggil Kamu Mas,Mas Bara itu kan?"


Pungkas Dinda,tersenyum ke arah Bara.


"Begini kan lebih baik,lebih sopan!ingat surga seorang istri itu ada pada suami!"


Ujar Bara,menyentuh wajah Dinda dengan lembut.


Bara menyentuh bi bir Dinda dengan ibu jari nya,ia kembali mendekatkan wajah nya dengan wajah Dinda.


"Eh,Aku baru ingat Aku belum mandi,kalau begitu Aku akan mandi dulu!"


Pungkas Dinda yang tiba-tiba berdiri.


"Besok saja mandi nya!"


Bara ikut berdiri,lalu kembali menyentuh bahu Dinda.


"A..Aku gerah,Aku mandi dulu!"


Dinda segera berlari ke kamar mandi,dan meninggalkan Bara sendiri di samping ranjang.

__ADS_1


"Dinda...Dinda...!"


Bara menggelengkan kepala nya melihat Dinda yang begitu malu,dan juga gugup.


"Untung saja punya alasan,bikin jantung mau copot aja!"


Cetus Dinda di kamar mandi,lalu ia baru ingat kalau dirinya lupa membawa baju mandi.


Ceklek !


Dinda membuka pintu kamar mandi,lalu mengeluarkan kepala nya sedikit.


"Mas,bantu ambil kan handuk mandi!"


Titah Dinda yang begitu menahan malu,dan juga tawa nya,ia baru pertama kali memanggil Bara dengan sebutan lebih formal.


"Nih!"


Bara memberikan baju mandi kepala Dinda,


"Lepas!"


Cetus Dinda,Bara masih memegang baju mandi Dinda.


"Mandi yang bersih ya,malam ini sedikit sejuk !"


Bisik Bara,


"Iihh!dasar..!"


BRak !


Dinda segera menutup pintu dengan keras,di luar kamar mandi Bara hanya bisa tertawa melihat wajah Dinda yang merona.


"Dinda mandi yang bersih!"


Teriak Bara sekali lagi,


"Bodoh amat!"


Sahut Dinda yang sedang malu,


Dinda berdiri di depan cermin,lalu menatap dirinya yang telah melepaskan semua pakaian nya.


Dinda melihat tubuh nya yang putih mulus,tanpa ada cela sedikit pun,ia segera berendam dalam bathub,dan memakai wangi-wangian yang telah di sediakan oleh Bara di dalam kamar mandi.


Tok...tok..tok..


Hampir setengah jam Bara menunggu Dinda di luar,Dinda belum selesai juga mandi nya.


"Din,kenapa lama sekali,apa Kamu baik-baik saja?"


Tanya Bara,di luar.


"Iya...!sebentar lagi!"


Sahut Dinda.


Dinda sudah selesai mandi sejak tadi,setelah memakai baju mandi,ia malah mondar-mandir di depan cermin.Dinda tidak berani keluar kamar seperti biasanya,malam ini terlihat berbeda dari sebelum nya,saat ia masih tinggal dengan Bara setiap hari nya.


Tok...tok...tok...


"Din,sudah belum ?Mas mau ambil air wudhu!"


Ujar Bara di luar.


"Sudah-sudah bentar ya!"


Sahut Dinda lagi,ia mere mas ke dua tangan nya yang sedang gugup.


"Huuufff,apapun yang terjadi juga harus bisa menghadapi nya!"


Gumam Dinda,lalu memegang handle pintu kamar mandi.

__ADS_1


Ceklek !


Dinda membuka pintu kamar mandi,lalu melangkah keluar,dengan baju mandi nya.


__ADS_2