
Dinda terkejut es krim nya di makan Bara.
"Mas,curang !"
Teriak Dinda,yang mencoba memukul Bara,Pria ini segera memegang ke dua tangan istri nya,lalu mendekatkan wajah Nya dengan wajah Dinda.
Dinda menatap nya dengan senyuman.
"Heeem ..Enak!"
Pungkas Bara,yang menji lat es krim di pipi Dinda,membuat wajah Dinda bersemu merah.
"Nih!"
Bara memberikan tisu kepada Dinda,lalu ia bergegas untuk kembali ke rumah Ardiansyah.
"Udah bersih belum?"
"Udah!"
Bara masih fokus menyetir,lalu tangan satu nya menggenggam erat tangan Dinda.
"Fokuslah menyetir,Aku takut Mas menabrak mobil orang !"
"Tenang aja,bentar lagi juga sampai !"
Bara tersenyum,Dinda hanya bisa menggelengkan kepala nya.
"Kapan Kita akan pindah ?"
"Kita bisa pindah saat kembali dari Bali!"
Pungkas Bara,Dinda mengangguk nya.
Ckiittt!
Bara memasukan mobilnya dalam garasi,ia juga melihat kalau mobil milik Haikal sudah ada di sana,itu pertanda nya Haikal telah pulang.
Ceklek !
"Silahkan turun Tuan Putri Ku!"
Ujar Bara yang membuka pintu mobil untuk Dinda.
"Terimakasih sayang !"
Sahut Dinda,
"Sungguh manis sekali ucapan nya!"
"Awwww!sakit!"
Pekik Dinda saat Bara mencubit ke dua pipi nya,dengan geram.
"Maaf,habis nya kami bikin gemes!"
Cetus Bara,
"Ayo sayang masuk!"
Bara menggandengkan tangan Dinda,dan ke dua nya berjalan masuk ke dalam rumah.
Ceklek !
"Assalamualaikum !"
Bara dan Dinda berdiri di ambang pintu.
"Waalaikumslam !"
Sahut Haikal yang baru saja dari dapur,membawakan segelas minuman hangat untuk Nyonya Ratih.
"Apa yang terjadi?"
Bara melihat Nyonya Ratih yang berbaring lemah di atas sofa.
"Tidak apa-apa,Mama hanya kecapean saja!"
__ADS_1
Sahut Haikal yang duduk di samping Nyonya Ratih.
"Ini nih,ulah teman arisan mama Mu,mereka terus saja mencibir Mama Mu di tempat arisan, mengenai hal nya kami yang belum memiliki cucu dari Kamu Bar!"
Jelas Tuan Faisal duduk di sofa single.
"Kenapa mereka harus ikut campur urusan orang!"
Bara terlihat kesal dan marah,jika ada orang lain yang berani ikut campur masalah keluarga nya.
"Tenang lah Bar,mama gak pa-pa,paling ia kecapean saja!"
Haikal mencoba menenangkan Bara,agar tidak terbawa emosi,dan melakukan hal yang sangat fatal.
"Sudah Mas,Aku yakin semua akan baik-baik aja,Ayo ke kamar dulu,Kita harus membersihkan diri!"
Ujar Dinda,Bara mengangguk nya,lalu mengajak Dinda ke kamar.
Meskipun Bara tidak mengatakan kalau ia memikirkan ucapan Teman arisan mamanya,tapi ia tetap masih memikirkan itu sampai tidak begitu tenang.
"Ada apa mas?"
Dinda mendekati Bara yang sedang duduk di tepi ranjang.
"Heeem gak ada!"
Dinda menyentuh pipi Bara,ia tahu saat ini Bara sedang cemas dan khawatir.
"Apa itu semua karena perkataan teman Mama?kenapa Kamu begitu cemas?"
Dinda mengapa Bara,yang terus saja memalingkan wajah nya.
"Enggak,hanya saja gara-gara Kita belum memberi Mama cucu,Mereka sampai harus mencibir Mama begitu.Padahal Kak Firman sudah lama menikah tapi gak pernah terjadi kasus begini!"
Ungkap Bara dengan penuh kekecewaan.
"Sayang,ini hanya masalah sepele,kenapa harus di pikirin,terserah mereka mau bilang apa,yang penting hidup Kita bahagia!"
Dinda mencoba menenangkan Bara,ia menggenggam tangan suaminya.
"Kita harus mempersiapkan barang-barang yang akan Kita bawa ke Bali!"
"Apa Kita benar akan pergi bulan madu?"
Bara memegang tangan Dinda,Wanita ini menoleh,melihat ke arah suaminya.Raut wajahnya tidak bisa ia sembunyikan dari Dinda.
"Sayang,Kita sudah menyusun ini sejak awal,berhenti untuk khawatir,Aku juga meminta Alan untuk memesan kamar honey moon untuk Kita di Bali,yang pasti kali ini Kita datang untuk merayakan kesuksesan proyek Mas,dan juga Honey moon Kita!Oke,berhenti khawatir!"
Dinda memegang ke dua pipi suaminya,lalu ia mengecup kening Bara,dan segera berlalu pergi meninggalkan Bara.Tapi Bara malah menahan nya,dan memeluk erat pinggang Dinda.
"Jangan tinggalkan Aku,biarkan Aku memeluk Mu sebentar!"
Ujar Bara,masih enggan untuk melepaskan tangan nya di pinggang Dinda.
"Aku harus mandi,sebentar lagi magrib!"
Dinda mencoba melepaskan tangan nya di pinggang Bara.
"Mandi sama!"
Bisik Bara,
"Gak Aaah!dasar me-sum!"
Ketus Dinda,berbalik lalu melepaskan tangan Bara,dan mendorong Pria itu ke atas ranjang.
Blam !
"Sayang,ayo mandi sama!"Teriak Bara,yang masih berbaring di atas ranjang.
"Gak!dasar me-sum!"
Pekik Dinda di dalam kamar mandi.
"He...he..he.."
Bara hanya tersenyum geli,lalu mengambil ponsel yang ada di dalam saku nya,dan menatap layar ponsel.
__ADS_1
📱[Cafe Mawar jam 20:00 malam ini]
Sebuah pesan yang di kirimkan oleh Amel,Bara tidak membuka hanya melihat notice ia langsung menghapusnya.
"Eemmm..huufff!"
Bara bangkit dari ranjang,lalu mengambil handuk,yang ada di tempat jemuran yang berada di balkon kamar.
'Apa sebenarnya yang di ketahui Amel,Wanita itu tiba-tiba muncul di perusahaan,dan mulai masuk dalam kehidupan Kami,Siapa Dia sebenarnya!'
Bara menggenggam erat tembok balkon,lalu menatap ke depan,di jalan raya banyak mobil dan motor yang lalu lalang di jalan.
Dinda baru saja selesai mandi,lalu mengantikan baju nya dengan dress rumahan.
"Mas,gak mandi?"
Dinda sedang mengeringkan rambut nya dengan handuk kecil.
"Di dalam laci ada hairdryer kenapa gak pakek itu aja!"
"Enakan ini!"
"Duduk disini,biar Aku bantu keringkan!"
Ujar Bara,duduk diatas balkon.
"Nih!"
Dinda memberikan handuk kecil kepada Bara,dan segera menarik kursi untuk duduk di depan suaminya.
"Mas,makan bakso yukk!"
Ajak Dinda,
"Besok aja gimana?malam ini Mas mau pergi bertemu dengan Alan !"
"Yah......padahal lagi pengen makan bakso !"
Dinda mengerutkan bi bir nya,karena permintaan Nya di tolak sang suaminya.
"Gini aja,nanti kalau Mas pulang,mas beli bakso gimana ?"
"Eemm...gak aaah,mau makan disana!yaudah deh,Aku mau makan dulu,laper!"
"Mas mandi dulu,langsung makan aja,gak sah nungguin mas!"
Dinda langsung berdiri,dan meninggalkan Bara di balkon.
Sementara Bara berlalu ke kamar mandi,untuk melakukan ritual mandi nya.
Di Ruangan Makan.
"Malam mah!"
Ucap Dinda yang baru saja turun untuk makan.
"Malam sayang,ayo makan sama!"
Dinda mengangguk.
"Dimana Bara?"
Tanya Firman,yang tidak melihat keberadaan adik nya itu.
"Lagi mandi!"
Ketus Dinda,Firman terdiam melihat ekspresi wajah Dinda yang masam.
"Coba ini Din,ini dendeng balado,enak Lo!"
Ujar Wulan mencoba menghibur Dinda.
"Gak kak,Dinda lagi gak selera mau ini aja kak!"
Nyonya Ratih melihat isi piring Dinda yang hanya,nasi dengan telur balado saja,biasanya ia paling bersemangat makan nya kalau ada dendeng balado.
"Bar...mau kemana?"
__ADS_1
Tanya Tuan Faisal yang melihat Bara melewati ruangan makan.