Istri Kecil Tuan Bara

Istri Kecil Tuan Bara
Nyasar?


__ADS_3

Marvel dan Dinda serta Nadia,sedang menikmati makan malam mereka.


"Apa rencana Lo ke depannya?"


Tanya Nadia di sela-sela makannya,Marvel juga melirik kearah Dinda.


"Yang jelas Gue mau godain suami Gue!"


Haa...ha..


"Jadi Lo dari istri sah mau berubah posisi jadi pelakor ?"


Cibir Nadia.


"iiiihh...Stawberry mangga apel,sorry Gue gak level !Ha..ha..wajah Gue tetap sama gak ada yang berubah,jadi Gue tetap istrinya bukan pelakor,ha..ha..ha"


Tawa Dinda memenuhi ruangan makan.


"Kalian gak ajak Gue ?"


Cetus Marvel.


"Lo?"


Nadia menaikan satu alis nya,Marvel mengangguk.


"Bagaimana Din,Lo mau gak ajak bujang lapuk nih ?"


Sambung Nadia,Dinda tertawa,


"Bisa di pertimbangkan ha..ha..ha..!"


Tertawa Dinda,


"Gue bisa jadi sopir kalian !"ha..ha..


Sambung Marvel yang ikut tertawa.


"Sopir,kalau bokap Lo tau bisa marah nanti !"


Cetus Nadia,


"Udah-udah makan dulu!"


Sambung Dinda,


Beberapa jam berlalu,Marvel berpamitan kepada Nadia dan juga Dinda,karena sudah terlalu malam,Nadia mengantar Marvel ke depan rumah,sementara Dinda menuju kamar Nadia.


Dinda membuka laptop Nadia,dan mencari semua perkembangan mengenai tentang perusahaan Bara saat ini,Dinda dapat melihat profil Bara di label perusahaan.


Bara terlihat begitu tampan,bahkan ia terlihat lebih dingin dari sebelumnya.


Ceklek !


"Udah pulang ?"


Tanya Dinda,


"Uda!Lo lagi ngapain sih?"


Tanya Nadia duduk disebelah Dinda.


"Ciiieeee...yang diam-diam merhatiin ?"


Goda Nadia,


"Apaan sih Lo!"


Wajah Dinda merona,Nadia tidak berhenti menertawakan sahabatnya.


"Eh,Din,Lo kayaknya perlu ke salon deh,Lo perlu berubah!"


Pungkas Nadia,


"Maksud Lo?Gue harus berubah kayak Superman gitu maksud Lo ?"


Dinda menaikan satu alis nya,Nadia kembali tertawa.


Dugh!


"Bodoh!maksud Gue,penampilan lo itu,kan udah lulus SMA,bukan anak-anak lagi!"


Ketus Nadia.

__ADS_1


"Gue mikir nya juga gitu,gimana kalau besok Kita ke salon,lumanyan tadi Ayah ngasih uang banyak,cukup buat Kita ke salon besok!"


Dinda menaikan ke dua alis nya sambil tersenyum ke arah Nadia.


"Iya boleh,tapi Kita harus cari salon yang agak jauh,minimal di luar kota Surabaya*!"


Saran Nadia.


"Gue setuju,besok Kita ajak Marvel sekalian,lumanyan Dia bisa ngantar gratis!"


Ha..ha..ha..


Mereka kembali tertawa.


"Eh,Din,Gue baru ingat,waktu Gue pulang berbelanja bersama Marvel,tanpa sengaja Kami nabrak mobil seseorang,pemilik nya mirip sekali dengan mantan Bara,hanya saja wajah nya berbeda,tapi mata dan bibir sama,bahkan suara nya gak ada yahh beda!"


Jelas Nadia,Dinda memarkirkan sesuatu.


"Kita harus cari tau,bisa jadi itu Dia,tiba-tiba datang dengan wajah baru ingin menggoda Bara kembali !"


Ucap Dinda,sambil mikir.


Dugh!


"Awww sakit"


Teriak Dinda.


"Kebanyakan baca novel Lo,sama nonton Drakor!"


Ketus Nadia,yang memukul kepala Dinda dengan buku.


"Dari pada Lo hobby nya baca resep makanan,makanya Marvel gak pernah dekat,baca nih novel romantis biar Marvel makin dekat!"


Cibir Dinda,Nadia mengerutkan bibir nya.


"Iih apaan sih Lo!"


Nadia segera merebut laptop yang di tangan Dinda.


"Mau kuliah dimana?"Tanya Dinda.


"Gue belum tahu,seperti nya disini aja lebih dekat!"


Dinda memeluk Nadia,dengan erat.


"Udah lepas,Gue gak bisa nafas!"


Teriak Nadia.


Ting..tong..ting..Tong..


"Ada yang tekan bel "


Ucap Dinda.


"Aku turun liat,Kamu disini saja!"


Nadia segera keluar dari kamar,dan berjalan ke arah pintu utama.


Ceklek !


"Maaf ada yang bisa di bantu?"


Tanya Nadia,saat seorang Pria membelakangi dirinya.


"Maaf ganggu,hanya saja Aku bingung kenapa sampai ke sini maaf ya!"


'Bara'


Nadia menatap nya dengan terkejut,ia bahkan tidak menjawab permintaan maaf dari Bara.


Bara segera pergi meninggalkan kosan Nadia.


Blam!


Nadia menutup pintu kembali dan segera berlari ke kamar.


"Dinda ..."


Braak!


Nadia mendorong pintu dengan keras.

__ADS_1


"Barusan yang datang Bara,katanya ia nyasar!kata Dia lagi,ia pernah ke sini,tapi gak tahu mau bertemu dengan siapa!"


Jelas Nadia,


"Itu Dia sudah pulang?"


Tanya Dinda


"Udah"


Jawab Nadia singkat,


Nadia dan Dinda membuka situs untuk pendaftaran kuliah gratis untuk Nadia,agar mendapatkan beasiswa.


Di tempat lain,masih di jalan,begitu keluar dari halaman rumah Nadia,membuat Bara bingung.


"Kenapa Aku tiba-tiba bisa sampai di sana?"


Gumam Bara yang sedang menyetir.


"Ada apa dengan diri Ku?"


Sambung nya lagi,Bara segera menaikan kecepatan mobil dan pulang ke rumah Ardiansyah.


Sepanjang jalan,Bara masih di bayangi dengan bayangan sosok Dinda,ia terus memikirkan Dinda,namun ia bingung harus menemukan gadis itu di mana.


"Aku yakin,Gadis yang ada di dalam mimpi Ku itu nyata,bahkan itu bukan ilusi,sangat-sangat Nyata!"


Gumam Bara lagi.


Ia segera memasukan mobil nya dalam garasi.


Bara mengingat sesuatu,kalau ia pernah ke garasi mobil bersama dengan wanita,tapi Dia tidak mengingat dengan siapa ia pergi dan pulang ke rumah Ardiansyah.


Bara melihat Pak Sukri,tanpa menyapa nya ia segera menuju teras.


Bara segera masuk ke dalam rumah,saat ia membuka pintu melihat semua orang berkumpul di ruang tamu,ia kembali mengingat sesuatu,seperti pernah ia lalui dulu.


"Dulu juga pernah seperti ini,pulang ke rumah di tungguin kelurga?"


Ucap Bara,


'Sapi Banggala...!'


"Aaakkh!"


Bara memegang kepala nya,ia merasakan sesuatu yang sakit,saat suara-suara aneh atau bayangan Dinda muncul,pasti merasakan sakit kepala.


"Bara,Kamu sudah pulang nak?"


Tanya Nyonya Ratih dari ruangan tamu.


Bara tidak menjawab,ia segera berjalan ke arah ruang tamu.


Di ruangan tamu,Bara melihat pemandangan sekilas,


["Awww pan tat Ku!ka Ki Ku !ini nama nya KDRT!"Teriak Dinda.


"Bara cepat bantu Dinda!"Titah sang ayah


"Kalau Aku jadi Dinda,sebulan gak dapat jatah!"


Sambung Firman lagi.Nyonya Ratih menyenggol Firman.


"Jatah apa Kak?"Dinda melirik ke arah Firman dengan begitu semangat.


"Itu,jatah...ini Lo Dinda!"Sambil menggerakkan tangannya.


"Apa ini ?"Dinda ikut membuat gerakan seperti Firman.]


"Aaaakhhh ...!"


"Bar,Kamu kenapa ?"


Tanya Nyonya Ratih,


"Mah,kepala Ku sakit,suara-suara aneh terus saja muncul dan juga kadang bayangan entah apa-apa saja bisa Aku rasakan !"


Pungkas Bara.


Bugh!


Bara pingsan,seluruh keluarga terlihat panik,Faisal sang kakak segera membantu Bara,Firman juga ikut membantu membawa Bara ke kamar nya.

__ADS_1


Tuan Faisal,segera menghubungi dokter,ini baru sa-tu bulan,terlalu cepat untuk ia mengingat kembali,Bara butuh ketenangan,dan juga kenyamanan.


__ADS_2