
Sudah memilih semua barang yang akan di butuhkan,Haikal menarik troli untuk membayar nya.
"Tante..!"
Panggil Nadia,saat melihat ibu Bara di tempat kasir.
"Sayang,Kamu disini juga?"
Nyonya Ratih menyapa Nadia.Lalu Nadia memeluk Nyonya Ratih.
"Benar Tante,Kami sedang berbelanja keperluan dapur,dan juga sedikit perlengkapan Kami!"
Ujar Nadia,
"Kalian pengantin baru terlihat begitu bahagia!"Goda Haikal,Marvel memalingkan wajahnya.
"Tan,dimana Dinda?kenapa ia tidak datang bersama dengan Tante?"
Nadia mencari sosok Dinda.
"Haikal bantu Mama bayar ya!"
Haikal mengangguk nya.
"Jadi begini,tadi Tante berencana untuk mengajak Dinda berbelanja,tapi tiba-tiba ia demam,lalu Tante menyuruh nya istirahat!"
"Demam?Dinda sakit Tan?"
"Iya!"
"Kalau begitu,nanti malam Aku akan menjenguk nya bersama dengan Marvel!"
"Datang lah sayang,bila perlu kalian menginap saja,besok Tante akan membuat acara kecil-kecilan untuk ultah Bara!"
"Kalau begitu Nadia akan menginap,sekalian Nadia mau beli kan kado untuk Bara!"
"Tante duluan ya sayang,Haikal sudah siap membayar!"
"Baik Tan,hati-hati!"
Nyonya Ratih dan juga Anka serta menantu nya segera pergi meninggalkan kasir.
"Mah,apalagi yang mau mama beli?"
Tanya Haikal.
"Singgah di toko buah dekat rumah ya,mama mau beli buah!"
"Baik Mah!".
Wulan membantu mertua nya masuk kedalam mobil,semetara Haikal menyimpan belanjaan di bagasi.
Mereka bertiga segera memutar arah mobil dan keluar dari tempat itu.
Jakart*
Bara sedang mengikuti rapat bersama dengan rekan kerjasama nya,dan bahkan ada beberapa kolega Nya yang ikut hadir.
"Tuan Bara,hari ini Anda terlihat gelisah?apa yang terjadi ?"
Tanya salah satu kolega Bara.
"Tidak,tidak ada,hanya saja Aku merasakan perasaan khawatir,Aku teringat akan istri Ku!"
Pungkas Bara.
Setelah pertemuan itu di bubarkan,Bara segera menghubungi Dinda,tapi karena Dinda ketiduran setelah minum obat ia pun mengabaikan panggilan Bara.
"Dimana Dinda?"
Gumam Bara,yang gelisah,kini ia sudah kembali ke hotel.
Bara segera mengubungi Haikal sang Kakak.
"Assalamualaikum Bar!"
"Waalaikumsalam Kak!Kakak lagi dimana?"
"Aku lagi anterin mama belanja,ada apa?"
"Aku dari tadi menelpon Dinda,tapi tidak ada jawaban,kira-kira,Kakak tau gak kemana Dia?"
"Dinda dirumah,saat Kami pergi,ia tidur setelah minum obat!"
"Dinda sakit?"
"Iya,Dia demam !"
__ADS_1
"Aku titip Dinda kak,besok pagi Aku kembali,Nanti malam masih ada satu pertemuan lagi!"
"Oke,semangat!Dinda pasti baik-baik saja,jangan khawatir!"
"Terimakasih kak!"
"Iya!"
Bara segera memutuskan panggilan nya dengan Haikal.
"Bara?"
Tanya Nyonya Ratih,Haikal mengangguk nya.
"Pasti itu Dia dah hubungin Dinda,duluan tapi karena ketiduran mungkin Dinda gak dengar!"
"iya benar,tadi Bara juga bilang gitu!"
"Mama turun dulu,Wulan disini aja!"
Nyonya Ratih segera turun untuk membeli buah-buahan.
Nyonya Ratih memilihkan kualitas yang cukup bagus untuk semua menantu nya.
20 menit berlalu,Nyonya Ratih kembali dengan dua plastik buah-buahan.
"Mah,banyak amat!"
Wulan melihat nya.
"Ini untuk kalian bertiga,Kamu,Dinda dan Karina!"
Pungkas Nyonya Ratih.
"Udah semua kan mah?"
"Udah sayang,kita pulang saja,kasian Dinda dirumah!"
Haikal mengangguk nya,ia segera menyalakan mesin mobilnya.
Begitu sampai di depan rumah,Haikal segera mengeluarkan semua barang belanjaan nya,dan di bantu oleh Nyonya Ratih,serta Wulan.
"Banyak bangat mah?"
Ujar Haikal,
"Dalam rangka acara apa mah?"
Wulan bingung,sebelum nya mama Ratih tidak memberitahu soal itu.
"Kamu dan Karina kan hamil,mama mau merayakan juga,untuk Dinda Mama sengaja buat juga biar Dinda segera di beri momongan !"
"Apa tidak apa-apa mah?nanti Dinda nya tersinggung?"
"Nanti Mama minta Bara buat ngejelasin,gak akan marah kok!"
Wulan mengangguk nya.Lalu mereka semua masuk ke dalam.
"Mama pergi belanja?kenapa gak ajak Kami?"
Firman berdiri di tangga.
"Kalian aj gak dirumah!Dinda udah bangun atau belum?"
Tanya Nyonya Ratih,
"Gak tau mah!"
Jawab Firman,menggelengkan kepalanya.
"Aku akan memeriksa nya!"
Nyonya Ratih memberikan belanjaan nya kepada Firman,lalu ia naik ke lantai atas untuk melihat ke adaan Dinda.
Ceklek !
Dinda masih tidur,Nyonya ratih datang untuk melihat nya.
Nyonya Ratih meletakan tangan nya di dahi Dinda,demam nya sudah berkurang.
"Mama Ratih !"
Panggil Dinda yang terbangun.
"Sayang,bagaimana tubuh Mu,yang mana yang tidak enakan?"
"Dinda udah baikan kok Mah,hanya saja masih merasa pusing,dan juga sedikit malas udah bergerak!"
__ADS_1
"Udah istirahat aja,Bara tadi telpon,katanya besok ia kembali!"
"Iya mah!"
"Mama tinggalin ya,mama mau masak dulu!"
Dinda mengangguk nya.
Di Rumah Nadia!
Nadia sedang bersiap -siap untuk pergi ke rumah Bara.
"Sayang..."
Goda Marvel memeluk Dinda dari belakang.
"Cepat ambil kan kado untuk Bara,kita akan menginap disana !"
Pungkas Nadia mencoba melepas pelukan Marvel.
"Sayang,ini masih suasana pengantin baru,bisa gak kita gak sah pergi!"
Rengek Marvel.
"Gak bisa sayang,Dinda lagi sakit,Aku mau datang jenguk Dia!"
Nadia segera memasukan kemeja dan dress nya kepada koper mini.
"Ayo!"
Nadia mengajak Marvel,tapi pria itu masih bermalasan diatas ranjang nya.
"Kalau Kamu gak mau pergi,Aku tinggalin!"
Nadia segera pergi meninggalkan Marvel di kamar.
"Sayang...tunggu!"
Marvel segera menyusul istrinya.
"Jangan merajuk,Aku ikut bersama Mu,Aku gak mau tidur sendiri!"
Marvel memeluk Nadia dari belakang,setelah mengecup nya dua kali,Pria ini segera masuk ke dalam mobil,dan di susul oleh Nadia.
"Kamu sudah membawa buah untuk Dinda kan?"
"Udah!Aku membeli manisan mangga,manisan salak dan juga manisan pepaya!"
"Banyak amat sayang,itu Kamu bawa untuk Dinda?emang Dinda mau ?"
Marvel melirik ke arah istrinya.
"Mau gak mau,ya harus mau Dia,Aku udah capek-capek bikin!".
Ketus Nadia dengan kesal.
"Udah jangan ngambek,Dinda pasti mau,buatan istri ku kan yang terbaiK!"
Marvel kembali menggoda Nadia.
Maklum masih pengantin baru,jadi semua nya serba baru,dan suasana nya juga baru.
Terlihat Nadia yang sedang menyenderkan kepala nya di bahu Marvel dengan begitu manja.
"Fokus menyetir jangan liatin Aku terus!"
Ujar Nadia,melirik ke arah Marvel.
"Habis Kamu menggoda sih!"
Sahut Marvel.
"Pintar ngegombal sekarang ya!"
"He..he..he.."
Marvel tertawa kecil.
15 menit perjalanan dari rumah Nadia ke rumah Bara.
Marvel segera mematikan mesin,lalu ia turun mengambil koper mini di bagasi.
Nadia memegang manisan untuk Dinda.
"Assalamualaikum!"
"Waalaikumslam !"
__ADS_1
Nyonya Ratih berjalan ke pintu depan.